33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Libur Natal, Wisatawan Lawang Sewu Tembus 19 Ribu

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG –  Liburan Natal dan Tahun Baru 2018 membuat sejumlah tempat wisata di Kota Semarang membludak. Salah satunya adalah Lawang Sewu. Bangunan bersejarah yang dulu adalah kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) 1904 yang terletak di sekitar bundaran Tugu Muda Semarang, ini kini menjadi salah satu objek wisata yang digandrungi kawula muda maupun keluarga.

Eksotisme bangunan kuno yang menyimpan berbagai kisah sejarah perlawanan terhadap penjajah Belanda ini memiliki daya tarik tersendiri. Selain belajar tentang sejarah, pengunjung suka sekali mengabadikan berbagai sudut bangunan kuno yang dikenal memiliki banyak pintu ini untuk berfoto ria.

Berdasarkan pantauan, liburan Natal dan Tahun Baru 2018 kali ini, pengunjung datang silih berganti tanpa henti. Tidak hanya pengunjung dalam kota, tetapi juga berasal dari Malang, Surabaya, Bandung, hingga luar Jawa.

Harga tiket yang hanya dibanderol Rp10 ribu untuk dewasa dan Rp  5.000 untuk anak-anak, membuat pengunjung membludak. “Lawang Sewu semakin terkenal, bangunannya memang eksotis. Kebetulan saja pas liburan, saya bersama keluarga jalan-jalan di sini,” kata salah satu pengunjung, Sherly, 23, warga Palembang, Senin (25/12).

Dikatakannya, ia bersama keluarga memang sengaja merayakan Natal bersama keluarga besar di Kota Semarang. Dia mengaku baru sekali datang di Lawang Sewu Semarang. Meski demikian, ia telah melihat-lihat informasi dari internet. “Saya kagum melihat bangunan tua bekas peningalan Belanda yang hingga sekarang masih sangat bagus. Penasarannya mengenai Mitos Lawang Sewu dengan keangkerannya,” katanya.

Manager Humas PT KAI Daop IV Semarang Suprapto mengatakan kunjungan wisatawan di Lawang Sewu memang membludak selama libur Natal dan menjelang Tahun Baru. “Sejak tanggal 22 Desember, kunjungan sudah mulai mengalami peningkatan, dan puncaknya pada Senin (25/12),” katanya.

Dikatakannya, pada hari biasa, Lawang Sewu rata-rata dikunjungi 1.000-2.000 wisatawan. Tetapi sejak dua hari terakhir meningkat hingga tembus 10 ribu orang per hari. “Terhitung sejak 22-24 Desember, pengunjung mencapai 19 ribu lebih,” katanya.

Peningkatan pengunjung bukan hanya di Lawang Sewu, tetapi juga di Museum Museum Ambarawa Kabupaten Semarang. “Di sana, pada hari biasa berkisar 100-700 pengunjung. Pada liburan Natal tahun ini meningkat hingga 4.000 pengunjung per hari,” katanya. (amu/den/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Keluarga Kunci Membangun Masyarakat

SEMARANG - Perubahan undang-undang sistem pidana peradilan anak di provinsi Bali dengan menggunakan hukum adat masih berlaku dan keberadaannya telah mengakomodir perlindungan anak itu...

Tanah Amblas, Warga Enggan Direlokasi

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN - Warga terdampak tanah amblas di Dusun Bendo Desa Kandangan Kecamatan Bawen enggan direlokasi. Merasa berat, karena mata pencaharian warga ada dusun...

Industri Perbankan Diprediksi Tumbuh Signifikan

SEMARANG–Tahun 2017 industri perbankan diprediksi akan tumbuh lebih baik dari tahun sebelumnya. Hal ini tak lepas dari dukungan program tax amnesty untuk pembiayaan infrastruktur, pemulihan harga...

Asyik Nonton, Lupa Jualan

Di Amerika petani kedelai mengeluh berat. Di negara bagian North Dakota, mengancam tidak lagi memilih Partai Republik. Harga kedelai turun 19 persen. Di Tiongkok perusahaan...

Bupati Ajak PBTR dan Dinas PU Jateng ke Polsek Bojong

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi memanggil PT Pemalang Batang Toll Road (PBTR) dan Dinas PU Provinsi Vabang Pekalongan, di Mapolsek Bojong, Polres...

Matikan HP dan TV Saat Magrib

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Khawatir dengan dampak perkembangan teknologi informasi yang berakibat pada hilangnya karakter dan adab berbudaya, Pemerintah Kabupaten Batang mengajak warga untuk mematikan...