33 C
Semarang
Rabu, 30 September 2020

Empat Kasus Pidana Dapat Remisi

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sebanyak 56 warga binaan pemasyarakatan (WBP) pada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I, Kedungpane, Kota Semarang mendapatkan remisi khusus hari Natal 2017. Puluhan WBP tersebut berasal dari empat kategori perkara tindak pidana, mulai pindana umum (pidum) ada 24, narkotika 26, tindak pidana pencucian uang (TPPU) 2, dan korupsi 4 WPB.

Dari 56 WBP yang diusulkan, hanya 47 mendapat Surat Keputusan (SK) remisi. Sedangkan 9 WBP lainnya, masih dalam tahap usulan SK remisi di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Departemen Kemenkum dan HAM. Remisi yang didapat WPB juga beragam, mulai dari 15 hari hingga satu bulan.

“Per 25 Desember, jumlah narapidana (napi) di Lapas Semarang ada 882 orang, sedangkan tahanan 609 orang, maka totalnya ada 1491 WBP. Jumlah itu, yang beragama nasrani hanya 96 orang, terdiri atas 35 tahanan dan 61 napi,” kata Kepala Lapas Semarang, Taufiqurrohman dalam laporannya, Senin (25/12) kemarin.

Sedangkan terkait layanan kunjungan dalam peringatan Natal, imbuhnya, pada hari pertama ada 363 WBP yang dikunjungi. Namun jumlah pengunjungnya mencapai 1.318 orang. “Pendaftaran layanan kunjungan dibuka mulai pukul 08.30 hingga 11.30. Sedangkan kunjungan dimulai pukul 09.00 hingga 12.30,” sebutnya usai laporan.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkum dan HAM Jawa Tengah, Ibnu Chuldun menyampaikan bahwa warga binaan di Lapas se-Jawa Tengah yang mendapat remisi khusus Natal 2017 sebanyak 320 orang. “Remisinya beragam, ada yang 15 hari, paling banyak enam bulan,” kata Ibnu dalam sambutannya.

Ia menyampaikan, warga binaan yang berhak mendapatkan remisi, apabila telah menjalani minimal enam bulan masa hukuman. Kemudian, narapidana melewati proses pengamatan, penilaian, assesment oleh Kepala Lapas. Baru diajukan ke kantor wilayah. “Nanti kanwil yang meneruskan usulan remisi dari kepala Lapas ke pusat,” ujarnya.

Syarat utama napi yang bisa diusulkan untuk mendapat remisi, kata Ibnu, berkelakuan baik, selalu mengikuti program pembinaan di lapas, dan yang paling penting tidak melakukan pelanggaran. “Contoh, napi narkoba. Dia sudah tidak bersentuhan lagi dengan narkoba atau jaringannya,” sebutnya.

Terpisah, salah satu napi yang mendapat remisi, Leonardus Uliyana, mengaku senang masa hukumannya dipotong satu bulan. Napi perkara narkoba dan cukai dengan vonis pidana 4 tahun 3 bulan ini, berjanji akan menata hidupnya kembali apabila keluar dari lapas. “Jujur saya senang sekali. Masa hukuman saya dipotong satu bulan, dapat remisi,” kata Leonardus yang mengaku telah menjalani masa hukuman selama satu tahun 11 bulan di Lapas Semarang.

Jika bebas, dia juga sudah berencana membina kembali keluarganya yang telah ditinggalkan selama ini. Ia mengaku aktif dalam kegiatan keagamaan, selain program pembinaan yang diberikan oleh pihak lapas. “Saya berusaha menghidupi keluarga saya, apabila bebas nanti,” ujarnya. (jks/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...