Beranda Berita Semarang KSP Mitradana Disegel

KSP Mitradana Disegel

Others

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Setelah dinyatakan pailit oleh majelis hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri (PN) Semarang, kantor Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Mitradana yang memiliki kantor di Semarang dan Salatiga langsung disegel oleh tim kurator Eka Widhiarto dan Shindu Arief Suhartono.

Atas penyegelan itu, Eka Widhiarto mengatakan, hal itu dilakukan guna memenuhi ketentuan Pasal 15 ayat 4 jo Pasal 86 jo Pasal 114 Undang-Undang (UU) nomor 37 tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), di mana PN Semarang yang telah memeriksa perkara yang diajukan lima nasabah koperasi tersebut yakni, Yonathan Tommy Wijaya, Andreas Yoggi Wijaya, Nathanael Wilson Wijaya dan Chandra Wijaya Tan telah menyatakan KSP Mitradana dalam keadaan pailit.

“Selanjutnya akan dilakukan rapat percocokan (verifikasi) tagihan untuk para kreditur dan kantor pajak pada 17 Januari mendatang di kantor tim kurator KSP Mitradana (dalam pailit) di Jalan Medoho Permai, nomor 5 Semarang. Kemudian masih ada lagi, rapat lanjutan 24 Januari mendatang di PN Semarang,” kata Eka Widhiarto saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Senin (25/12).

Eka juga mengatakan, atas permasalahan tersebut, maka setiap nasabah wajib mengajukan tagihan baik yang di Salatiga maupun Semarang. Sebab, apabila nasabah tidak mengajukan tagihan, nanti dana yang dimiliki tidak akan dihitung, namun hak sebagai nasabah tetap tidak hilang.

“Yang jelas bakal banyak koperasi yang tumbang akibat masalah kepailitan, makanya Menteri Koperasi perlu membuat regulasi yang kuat,” sebutnya.

Dalam kasus itu, bukan hanya KSP Mitradana, permohonan PKPU juga ditujukan kepada Ketua KSP Mitradana Guntoro dan Bendahara KSP Mitradana, Ismayanti.

Sedangkan, Kuasa Hukum Lima Nasabah KSP Mitradana, Sutikno Susilo menyebutkan, total utang yang sudah jatuh tempo mencapai Rp 700 juta, jumlah tersebut  dari kelima nasabah yang secara rinci meliputi Rp 150 juta, Rp 100 juta, Rp 200 juta, Rp 150 juta, dan terakhir Rp 100 juta.

”Kami ajukan PKPU karena termohon (KSP Mitradana, Guntoro dan Ismayanti, Red) tidak bisa membayarkan utangnya yang telah jatuh tempo,”sebutnya.

Sebelumnya, Pimpinan KSP Mitradana Cabang Salatiga, Vita Agustina melalui salah satu pegawainya bernama Indah mengklaim, kalau koperasinya tetap dalam kondisi stabil dan masih berjalan normal.

”Tidak ada permasalahan di sini (cabang Salatiga), kondisi nasabah juga masih normal dan baik-baik saja. Apabila ingin bertanya lebih lanjut bisa datang ke kantor pusat (Ruko Dargo Indah Plaza, A5, Semarang),” kata Indah.

Dalam putusan, majelis hakim PN Semarang yang dipimpin Pudjo Hunggul sebelumnya, menyatakan mengabulkan gugatan para pemohon untuk seluruhnya, menyatakan batal demi hukum akta perdamaianyang dibuat para pemohon dan termohon sebagaimana telah disyahkan majelis hakim PN Semarang pada 4 April 2017 lalu, dengan segala akibat hukumnya. Majelis hakim juga menyatakan KSP Mitradana dalam keadaan pailit. (jks/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

12,295FansSuka
35PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest News

Tesla Halmahera

Related News