33 C
Semarang
Senin, 10 Agustus 2020

Tim FAJI Wonosobo Lolos Porprov 2018

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Tim Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Wonosobo, berhasil melalui babak kualifikasi untuk Porprov 2018. Keberhasilan tersebut, dikatakan Ketua tim FAJI Wonosobo, Teguh Setiyono, tak dilepaskan dari usaha dan latihan keras dari seluruh atlet yang sebagian besar masih berstatus pelajar di SMAN 1 Wonosobo.

“Tim ini bisa lolos untuk masuk ke Porprov 2018 setelah babak kualifikasi Porprov pada tanggal 18 sampai 22 Desember di Sungai Elo Magelang, mampu meraih hasil cukup memuaskan,” terang Teguh Setiyono saat ditemui di SMA Negeri 1 Wonosobo sepulang dari Magelang pada Sabtu (22/12).

Hasil yang diraih tim FAJI, meliputi 1 medali emas di kelas sprint R-4 putri, 2 perak kelas DRR R-6 putra dan DRR R-6 campuran, serta 2 perunggu pada kelas slalom R-6 putra dan slalom R-6 campuran. Prestasi ini, menurutnya tidak mudah, apalagi instan. Karena untuk membentuk atlet dalam olah raga arung jeram yang tergolong dalam exstrem sport harus benar benar mempersiapkan segala hal.

“Persiapannya meliputi mental, pengetahuan, kemauan dan didukung pengalaman,” jelas Teguh.

Untuk kelas yang dipertandingkan dalam kualifikasi Porprov di Sungai Elo Magelang, Teguh menyebut sprint, head to head, slalom dan down river race, dimana setiap kelas mempunyai tingkat kesulitan tersendiri yang benar benar harus membutuhkan strategi jitu untuk mengikutinya.

Beny Herman Susanto yang merupakan pelatih utama di tim FAJI Wonosobo menambahkan, atlet harus benar-benar bisa mengaplikasikan intruksi pelatih dalam setiap momentumnya. Sehingga antara atlet dan pelatih harus memiliki chemistry, agar menghasilkan sebuah sinergi dan energi yang positif.

Dalam mempersiapkan Porprov yang akan dilaksanakan pada Oktober 2018 di Sungai Bengawan Solo, tim arung jeram Wonosobo menurut Benny harus benar-benar dipersiapakan secara lebih matang lagi.

“Hal ini juga harus mendapat dukungan dari semua pihak. Karena untuk meraih prestasi pada babak kualifikasi ini saja, bisa berjalan lancar lantaran mendapat dukungan penuh dari KONI Wonosobo, FAJI Wonosobo, serta SMAN 1 Wonosobo,” ungkap Benny.

Selain dukungan dari instansi resmi, Benny juga menyebut FAJI Wonosobo mendapat dukungan dari beberapa sponsor yang bisa bekerja sama dengan FAJI Wonosobo, diantaranya Banyuwoong Adventure Banjarnegara. (ali/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Gali Lubang Kabel, Pekerja Tertimbun

KEBUMEN—Seorang pekerja proyek penggali lubang untuk pemasangan kabel salah satu provider telekomunikasi, akhir pekan lalu, tertimbun tanah. Korban bernama Riki Nur Hadi, 28, asal...

Bank Jateng Jadi Mitra Dana Desa

SEMARANG - Bank Jateng diminta menjadi mitra atau konsultan finansial bagi semua pihak dalam pengelolaan dana desa di masing-masing daerah. Bank Jateng harus berperan...

Jaga Tradisi Haul Akbar 

BRINGIN – Desa Gogodalem sangat menghormati tradisi serta sesepuh Desa setempat. Di Desa ini, terdapat makam mbah wali Nitinegoro atau lebih dikenal dengan makam Sentono...

Angkat Kota Lama lewat Foto

SEMARANG - Harris Hotel Sentraland Semarang mencoba mengangkat pariwisata Kota Semarang dengan menggelar Photohunt yang mengangkat tema 'Semarang in Frame', Sabtu (20/5) pagi kemarin....

Hoax Harus Dilawan Bersama

SEMARANG-Hoax atau berita bohong tak sebatas guyonan, tapi sudah mulai meresahkan masyarakat. Karena itu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengajak melawan hoax bersama agar tidak...

Lika-Liku Edy Supratno Mencari Jejak ”Penemu Kretek”

Dalam sejarah industri rokok, Djamhari sering disebut sebagai penemu rokok kretek. Tapi di tempat asalnya, Kudus, tak ada jejak yang ditinggalkan. Sempat dianggap hanya...