33 C
Semarang
Sabtu, 11 Juli 2020

Perum Bulog Digugat Rp 6 M

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Perusahaan pembuat lantai kayu di Kota Semarang, PT Jati Luhur Agung, menggugat Perum Bulog Subdivisi Regional Semarang, ke Pengadilan Negeri (PN) Semarang, karena merasa dirugikan atas kutu yang muncul dari gudang milik perusahaan negara tersebut.

Gugatan tersebut diketahui melalui website resmi PN Semarang, http://sipp. pn-semarangkota. go.id/ index.php/ detil_perkara, dengan nomor: 474/Pdt.G/2017/PN Smg. Perkaranya diajukan oleh Usman Harjanto melalui kuasa hukumnya, A Dyah Marhaeni Arintawati berupa gugatan perbuatan melawan hukum.

Legal Officer PT Jati Luhur Agung, Bagus Haris mengatakan, kutu dari gudang yang letaknya bersebelahan dengan pabrik lantai kayu ini menyebar ke daerah sekitar lokasi pabrik di kawasan industri Wijaya Kusuma, Semarang.

“Kejadian itu bermula sekitar Juli 2017. Di sekitar lokasi pabrik kami banyak sekali ditemukan kutu,” kata Bagus Haris saat bertemu di pengadilan, Minggu (24/12).

Pihaknya khawatir serangga-serangga itu akan merusak produk yang akan diekspor ke luar negeri. Apalagi sebelumnya perusahaan telah memanggil ahli yang paham soal serangga. Dari pemeriksaan, lanjutnya, kutu yang menyebar di sekitar pabrik tersebut teridentifikasi bukan rayap.

“Dari hasil pemeriksaan ahli, kutu-kutu itu berasal dari tanaman jagung, yang ada di perusahaan bulog,” ujarnya.

Hal itu diketahuinya, setelah melakukan penelusuran dan diketahui kutu tersebut berasal dari gudang Bulog yang ada persis di samping pabrik.

“Kami sudah sampaikan keberatan ke Bulog. Mereka juga menyatakan memang mendapat titipan stok jagung dan sempat terlambat melakukan fumigasi,” imbuhnya.

Ia mengaku kecewa, karena hingga saat ini belum ada upaya nyata Bulog untuk mengatasi masalah kutu tersebut. Pihaknya melakukan gugatan, karena belum ada niat baik Bulog untuk menyelesaikan permasalahan itu. PT Jati Luhur Agung akhirnya mengajukan gugatan perdata dan meminta ganti rugi.

Total ganti rugi yang dituntut mencapai Rp 6 miliar, di mana sekitar Rp 1,1 miliar di antaranya merupakan kerugian karena harus menarik kembali empat kontainer produk yang sudah dikirim ke Amerika Serikat.

“Kami tarik kembali karena khawatir ditolak negara tujuan karena dikira produk kami ada rayapnya,” sebutnya. (jks/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Temukan LPKD Tak Patuh UU

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) temukan standar penilaian internal yang belum memadai dan ketidakpatuhan terhadap Undang-Undang (UU) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah...

Gelar Fashion Show Baju Adat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Banyak cara dilakukan untuk memeriahkan Hari Kartini. Kali ini SD St Aloysius Semarang mengajak siswanya untuk berani berekspresi melalui fashion show...

Waspadai Penipuan Jual Rumah

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Hati-hati saat membeli rumah. Kalau tidak teliti, bisa jadi akan menjadi korban penipuan. Seperti yang dialami Budijono, warga Kalibanteng Kulon, Kecamatan Barat. Selasa...

John Richard Tawarkan Perdamaian TITD 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Kuasa hukum Pembina Tempat Ibadah Tri Dharma Grajen (TITD) Grajen Semarang, Edhi Setiawan, John Richard Latuihamallo, tawarkan perdamaian antara kubu kliennya dengan Djohan...

Dewan Awasi Lelang Jabatan

SALATIGA – Kalangan dewan menegaskan akan mengantisipasi praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dalam proses pengisian jabatan baru di empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD)...

Hasanah Tour & Travel Gelar Promo Ramadan

SEMARANG – Memasuki bulan penuh berkah, yakni Ramadan, Hasanah Tour and Travel mengajak sejumlah pelaku bisnis untuk menyemarakkan bulan. Salah satunya dengan melakukan penandatanganan...