33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Pemkab Kesulitan Cari Lahan Pengganti

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Hingga kini Pemkab Semarang belum mendapatkan lokasi lahan untuk penempatan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) baru pengganti bangunan Lapas Kelas II-A Ambarawa, yang telah overload.

“Melihat kondisi Lapas saat ini, memang butuh lahan baru. Kalau ada tanahnya, baru dibayar oleh Kementerian Hukum dan HAM RI. Tapi sampai Desember ini kita belum mendapat (lahan),” kata Bupati Semarang, Mundjirin, Minggu (24/12). Setidaknya dibutuhkan lahan seluas lima hektar untuk lahan pengganti lapas yang ada.

Ketika ditanya tentang kondisi Lapas Kelas II-A Ambarawa, Mundjirin mengaku prihatin terhadap napi penghuni kamar dan blok yang digunakan. Meski begitu, ia memuji fasilitas di dalam Lapas yang memiliki pondok pesantren. Sehingga hal tersebut bisa menjadi bekal rohani warga Lapas ketika sudah keluar. “Lha sekarang, juga ada titipan napi teroris. Semoga dia tidak mempengaruhi napi lain,” katanya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas II-A Ambarawa Tejo Harwanto mengatakan idealnya Lapas Kelas II-A Ambarawa hanya dihuni maksimal 122 orang napi. Namun yang terjadi sekarang, total ada 405 napi.

Setiap kamar semestinya dihuni 10 orang, tetapi harus dihuni 30-40 orang. Kelebihan kapasitas lapas, lanjutnya, hampir terjadi di seluruh Indonesia. “Sudah overload kalau dihitung ulang kapasitas Lapas Ambarawa hanya untuk 122 orang,” katanya.

Menurutnya, kondisi bangunan dari Lapas Ambarawa juga sudah tidak representatif. Di mana sebagia besar bangunan merupakan konstruksi lama dikhawatirkan akan berimbas kepada kekuatan Lapas.

Apalagi Lapas Ambarawa merupakan bangunan cagar budaya, sehingga sangat butuh perhatian. “Perlu dilestarikan karena Lapas ini merupakan bangunan lama, sangat rentan. Jadi kita harus hati-hati menempatkan warga binaan ke tempat-tempat yang lebih kuat,” ujarnya. (ewb/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Es Caisin, Peluang Usaha yang Kompetitif dan Edukatif

MAGELANG--Daun caisin atau sawi hijau merupakan salah satu jenis tumbuhan sayuran yang sangat mudah dijumpai di seluruh Indonesia,  salah satunya di daerah Magelang. Mayoritas...

Petani Kesulitan Tebus Pupuk Bersubsidi

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Belum terdistribusinya Kartu Tani membuat para petani di Kabupaten Semarang kesulitan menebus pupuk bersubsidi. Anggota DPRD Kabupaten Semarang, Said Riswanto mengungkapkan hingga...

Bengkel dan Rumah Nyaris Rata

SRAGEN – Berusaha menghindari tabrakan dengan sepeda motor, minibus yang mengangkut karyawan pabrik garmen malah menabrak tempat usaha bengkel dan rumah warga di Jalan...

Perang Itu Dimulai Besok Pagi

Oleh: Dahlan Iskan Nanti malam. Ya. Nanti malam.Pukul 00.00. Perang itu harus dimulai. Sudah tidak ada lagi langkah mundur. Tidak sempat lagi negosiasi. Perang dagang Amerika-Tiongkok...

Keberagaman Budaya 18 Etnis di Salatiga

SALATIGA - Barisan tim CS Marchingblek Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) yang kompak mengenakan kostum serba hitam mengawali Pawai Budaya Indonesian International Culture Festival...

Kongres Ulama Jateng Rekomendasikan Pilih Sudirman Said

RADARSEMARANG.COM, SOLO - Para ulama, tokoh muslim, dan aktivis gerakan Islam mengajak umat muslim Indonesia, khususnya Jawa Tengah merapatkan barisan jelang Pilgub Jateng yang...