33 C
Semarang
Sabtu, 11 Juli 2020

Menimbang Pembangunan LRT dan BRT

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Rencana pembangunan transportasi masal berbasis rel di Kota Semarang baik menggunakan Light Rapid Transit (LRT), Kereta Rel Listrik (KRL), ataupun Mass Rapid Transit (MRT), masih menjadi pro-kontra di kalangan sejumlah pihak. Termasuk di kalangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Semarang.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang belakangan ini merencanakan akan menerapkan pembangunan sistem transportasi berbasis rel tersebut pada 2018 mendatang.

“Pemkot Semarang perlu kajian mendalam untuk merealisasikannya. Menurut saya, saat ini belum mendesak untuk dibangun di Kota Semarang,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Joko Santoso, Minggu (24/12).

Dalam hal ini, Joko menilai perencanaan Pemkot Semarang kurang matang. “Kecuali jika pengguna angkutan umum itu sudah luar biasa. Bolehlah dibangun LRT atau sejenisnya. Tapi kan saat ini belum mendesak,” katanya.

Seharusnya, kata Joko, Pemkot Semarang memaksimalkan transportasi umum Bus Rapid Transit (BRT) terlebih dahulu menjadi program. BRT seharusnya dibenahi dan dimaksimalkan, karena sejauh ini BRT ini masih belum sesuai harapan bersama. Hal itu akan lebih baik ketimbang mengejar transportasi berbasis monorel.

Wakil Ketua Komisi C, Wachid Nurmiyanto sebelumnya menyarankan agar Pemkot Semarang tidak latah mengenai rencana program LRT tersebut. “Transportasi masal berbasis rel di Kota Semarang nantinya perlu. Tetapi nuwun sewu, jangan latah dengan kota lain,” kata Wachid.

Senada, ia menyarankan agar pemkot memaksimalkan BRT secara berkelanjutan. Bagaimana agar kebutuhan transportasi umum tercukupi menggunakan BRT, dan permasalahan kemacetan lalu-lintas kota teratasi.

Pada prinsipnya, Wachid mengaku senang kalau ada transportasi masal seperti LRT, KRL, ataupun MRT, tetapi harus bisa mengukur kemampuan. “Lha wong, proyek pembangunan SORR (Semarang Outer Ring Road) saja belum dijalankan, kok menjelajah hingga transportasi rel. SORR ini harus diselesaikan dulu sebagai upaya mengatasi kemacetan,” katanya.

Apalagi, program pembangunan SORR telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang sejak 2010. Tapi hingga sekarang belum terealisasi.

“Jangan kemudian di kota lain ada program baru, di Kota Semarang ikut-ikutan. Sementara program yang sudah ditentukan malah ditinggal. Itu namanya latah,” katanya.

Sedangka Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi menyampaikan pendapat lain, ia menyambut positif atas rencana pembangunan LRT oleh Dishub. Mengingat persoalan kemacetan di Kota Semarang telah dalam kondisi krodit.

“Masih banyak PR bagi Dinas Perhubungan Kota Semarang. Kalau kita melihat dampak lalu lintas, kemacetan di beberapa titik terjadi setiap hari kian parah. Tentunya, adanya program LRT adalah terobosan yang bagus,” tandasnya. (amu/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kartu Tani Justru Bebani Petani

DEMAK-Keberadaan kartu tani oleh sebagian petani dinilai justru membuat ruwet dan membebani petani. Untuk mendapatkan pupuk bersubsidi mereka harus memiliki tabungan yang cukup untuk...

Genjot Layanan Non Tunai

SEMARANG – Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang, terus melakukan evaluasi untuk menggejot penggunaan pembayaran non tunai. Dari hasil evaluasi yang telah diterapkan penerapan...

Bawang Merah India Serbu Temanggung

TEMANGGUNG - Puluhan pedagang dan petani bawah merah yang tergabung dalam Asosiasi Petani Bawang Merah Lokal mendatangi gedung DPRD Kabupaten Temanggung, Senin (20/3). Mereka...

Garuda Sapu Jaga Tambal Jalan

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Prihatin dengan kondisi jalan perbatasan Kendal-Kota Semarang yang berlubang, Garuda Sapu Jagat bersama DPC Gerindra Kendal melakukan penambalan jalan. Tepatnya di akses Jalan...

Petualangan Matteo Nanni Berkendara dari Italia ke Indonesia

Matteo Nanni bertualang di atas motornya keliling dunia untuk membuktikan bahwa dunia adalah tempat yang indah. Pada touring-nya yang terakhir, dia berhasil menyelesaikan misi...

Bagas-Bagus, Si Kembar Pemain PPSM Yunior Masuk Timnas U16

Sebuah pencapaian membanggakan di bidang sepakbola diraih anak Magelang Amiruddin Bagus Kaffi Alfikri dan Amiruddin Bagas Kaffa Arrizqi. Si kembar tersebut, baru-baru ini lolos...