Fokus Tingkatkan Layanan Kesehatan

Desa Bancak Kecamatan Bancak

798
PENDAMPINGAN : Kunjungan dan pendampingan ibu-ibu hamil dan risiko tinggi serta pemberian makanan bergizi bagi ibu hamil
PENDAMPINGAN : Kunjungan dan pendampingan ibu-ibu hamil dan risiko tinggi serta pemberian makanan bergizi bagi ibu hamil

RADARSEMARANG.COM, BANCAK – Pemerintah Desa Bancak, Kecamatan Bancak, sangat memperhatikan kesehatan warganya. Terbukti dengan adanya Pusat Kesehatan Desa (PKD) untuk melayani kesehatan warga.

Sekretaris Desa Bancak, Nur Arif Sulistyo mengatakan bahwa di tiap dusun juga ada bidan yang melayani para ibu hamil dan yang memiliki risiko tinggi. Bahkan pelayanan juga dilakukan dengan sistem jemput bola.

Nur Arif Sulistyo (Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang)
Nur Arif Sulistyo (Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang)

”Terutama ibu dengan risiko tinggi sangat kami perhatikan. Sebab kami ingin turut serta menekan angka kematian ibu,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Komitmen memberikan layanan kesehatan terbaik kepada warganya, khususnya ibu ibu, dilakukan dengan tes Inspeksi Visual Asetat (IVA) untuk mendeteksi sejak dini keberadaan kanker rahim. “Jadi ketika memang ada yang terindikasi, maka kita akan bisa cepat menangani,” katanya.

Pemerintah Desa selalu memberikan pendampingan kepada warga, sehingga diharapkan tidak ada warga yang kesulitan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

”Kami berharap Desa Bancak ke depan warganya bisa sehat semua. Terbebas dari segala macam penyakit. Karena sejahtera itu salah satu indikatornya kan sehat,” imbuhnya.

Pihak pemdes juga tengah menggalakkan program jambanisasi. Pihaknya telah menyiapkan anggaran lebih besar pada pelaksanaan jambanisasi 2018 nanti dibanding tahun sebelumnya.”Dengan demikian kami targetkan desa ini bisa bebas BABS. Tahun 2018 ada sekitar 80 keluarga. Secara bertahap akan kita selesaikan,” ujarnya.

Sementara Kades Bancak, Amin Sunaryo mengatakan bahwa pihaknya memang komit dalam pelayanan kesehatan. Selain memberi fasilitas layanan, pihaknya juga mendorong para kader posyandu aktif menyampaikan informasi informasi kepada masyarakat berkaitan dengan kesehatan.

“Kami berharap setiap ada pertemuan, kader posyandu di tingkat desa tidak segan menyampaikan info mengenai kesehatan, termasuk memantau anak kurang gizi,” katanya. (sga/zal)