33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Diduga Dibunuh, Leher Dirantai dan Digembok

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG Sesosok mayat diduga korban pembunuhan ditemukan tergeletak di sebuah bangunan kosong di Jalan Pandanaran 98, Pekunden, Semarang Tengah. Korban ditemukan sudah dalam kondisi membusuk dengan leher terlilit rantai dan digembok dobel. Korban diketahui bernama Kurniawan, 29, warga Karang Tengah, Demak. Saat ditemukan, korban mengenakan kaos lengan pendek bergaris dan bercelana panjang dalam posisi tidur terlentang di bawah anak tangga.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, korban diketahui Sabtu (23/12) sekitar pukul 13.00 oleh dua satpam sekitar bangunan bernama Hendrik, 27, warga Meteseh, Tembalang dan Rafli Nugroho,19, warga Jalan Sadewa Semarang Tengah. Saat itu, kedua saksi sedang makan di halaman depan gedung tersebut. Tanpa sengaja, dari luar pintu kaca bangunan, keduanya melihat sesosok orang tiduran di dalam gedung. Karena penasaran, keduanya mengecek, dan ternyata diketahui mayat seorang pria.

Selanjutnya, saksi menghubungi koordinator satpam Cisnoto diteruskan ke Gunawan. Penemuan mayat itu pun dilaporkan ke Polsek Semarang Tengah dan Polrestabes Semarang. Begitu menerima laporan, Tim Inafis Polrestabes Semarang langsung mendatangi lokasi guna melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Korban ditemukan dalam kondisi leher diikat rantai dan digembok dua. Rantainya diikatkan dengan besi tangga. Sudah busuk dan baunya menyengat. Diperkirakan sudah meninggal lebih dari 10 hari,” ungkap petugas Inafis saat berada di rumah jenazah RSUP dr Kariadi Semarang, Sabtu malam.

Awalnya polisi kesulitan menemukan identitas korban. Sebab, tidak ditemukan kartu identitas di saku celana yang dikenakan korban. Polisi hanya menemukan tas cangklong berisi handphone dan charger.

Namun setelah penemuan mayat tersebut disebarluaskan di jajaran Polrestabes Semarang, akhirnya ada pihak keluarga korban yang yang mendatangi kamar jenazah RSUP dr Kariadi Semarang untuk melakukan pengecekan.

Berita sebelumyaSampaikan Pesan Damai Bagi Sesama
Berita berikutnyaBisnis Kreatif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pemkot Rencanakan Rawat 700 Masjid

SEMARANG-Meski dalam berpuasa orang tidurpun mendapatkan pahala, namun akan lebih baik jika tetap beraktivitas. Khususnya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)/Pegawai Negeri Sipil (PNS) di...

Siap Emban Tugas Dimanapun

RADARSEMARANG.COM - MENJADI abdi negara yang dari Kepolisian, harus siap bertugas dimana saja dan kapan saja. Tugas tersebut disadari oleh Kasatlantas Polres Batang, AKP...

Akan Buka Lagi setiap Minggu Pagi

RADARSEMARANG.COM - KOMUNITAS Generasi Pesona Indonesia (GenPI) membantah jika Pasar Semarangan Tinjomoyo disebut mangkrak. Pasar ini tidak buka sementara lantaran sedang dilakukan evaluasi dan...

Pulang Kampung

Oleh: Dahlan Iskan Saya pulang kampung Kamis lalu. Mampir. Ke dukuh Kebondalem. Desa Tegalarum. 16 km dari Magetan. Tidak ada rumah kami lagi di situ. Rumah...

Seleksi Perades Tunggu Proses Harmonisasi

DEMAK- Penundaan tahapan seleksi perangkat desa (Perades) di Demak hingga kini masih membuat galau kalangan kepala desa (kades). Mereka resah karena sampai sekarang tidak ada...

Awal Tahun, Perkuat Literasi Menulis Guru

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Damayanti Putri salah satu peserta pelatihan penulisan artikel populer di media massa yang diselenggarakan Jawa Pos Radar Semarang yang bekerjasama dengan...