33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

13 TKA Ilegal Kena OTT

Kerja di Proyek Tol

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sebanyak 13 tenaga kerja asing (TKA) ilegal asal Tiongkok terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng. Mereka bekerja di PT Waskita, sektor konstruksi proyek pembangunan jalan tol di Kabupaten Pekalongan.

Kepala Bidang Pengawas Ketenagakerjaan Disnakertrans Jateng, Budi Prabawaning Dyah mengungkapkan, OTT dilakukan bedasarkan laporan dan aduan dari masyarakat. Kabarnya, di perumahan tempat tinggal mereka sering ada kegaduhan dengan keberadaaan TKA Tiongkok.

Saat didatangi, ada 18 TKI yang tinggal disana. Tapi lima diantaranya sudah mengantongi Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker). “Dari 18 TKA, lima sudah ada izin. Jadi kami mengamankan 13 TKA,” ujarnya, Minggu (24/12).

Penangkapan itu, lanjutnya, dilakukan di di Pekalongan oleh Satuan Pengawasan Ketenagakerjaan (Satwasker) Wilayah Pekalongan dipimpin oleh Kasatwasker Pekalongan Budiono. Setelah itu, Disnakertrans Jateng langsung melakukan komunikasi ke pihak penyedia tenaga kerja dari Jakarta yaitu PT GEOTEKINDO. Surat resmi telah dikeluarkan berupa rekomendasi untuk mengeluarkan para TKA tersebut.

“Surat resmi dikirim ke imigrasi dan perusahaan bahwa mereka tidak dilengkapi dokumen maka harus dikeluarkan. Apalagi mereka sudah sekitar 5 bulan bekerja,” katanya.

Mengenai deportasi dari Indonesia, kata Budhi, adalah kewenangan dari pihak Imigrasi. Jika ternyata dokumen yang dimiliki, baik paspor maupun visanya tidak sesuai, maka dapat dideportasi. “Itu kewenangan pihak Keimigrasian. Kita hanya sebatas izin kerjanya,” imbuhnya.

Menurutnya, Disnakertrans Jateng bertindak tegas terhadap para TKA ini. Meskipun mereka bekerja di PT Waskita yang merupakan perusahan milik pemerintah, namun ketika ada pelanggaran tetap ditindak. “Memang sama-sama dari pemerintah, tapi kalau dari sisi ketenagakerjaan tidak sesuai ya wajib ditindak,” tegasnya.

Pihaknya memperkirakan, di Jateng masih banyak lagi TKA ilegal. Tapi untuk dilakukan OTT para pengawas harus mendapatkan informasi lengkap terlebih dahulu. Kemudian baru bisa masuk ke tempat kerja dan jika sedang operasional langsung ditangkap. “Jadi di Jateng kemungkinan masih banyak, kita akan menyisir beberapa lokasi lagi kalau memang ditemukan maka langsung ditindak. Intinya surat-surat harus lengkap dan dia harus bisa berbahasa Indonesia,” tegasnya.

Adapun, adanya TKA ilegal, menurut Budhi, biasanya mereka datang hanya bermodalkan paspor dan menggunakan visa kunjungan atau wisata. Seraya menunggu proses keluarnya IMTA, mereka sudah bekerja lebih dahulu.

“Tapi dalam hal ini, ketika IMTA nggak ada, maka wajib dikeluarkan. Yang paling banyak memang dari Tiongkok. Tahun ini kita juga temukan di Cilacap, Jepara, Magelang, Wonogiri, juga ada kasus serupa,” tegasnya. (amh/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Banjir Akibat Lahan Ditanami Kentang

SEMARANG – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Tata Ruang (DPUSDATR) Jateng, Prasetyo Budihe Yuwono menyatakan banjir yang menggenangi Wonosobo, Minggu (26/2)...

Nasabah Tagih Uang Tabungan

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG - Masalah keuangan di Perusahaan Daerah Badan Kredit Kecamatan (PD BKK) Pringsurat Temanggung kembali mencuat. Puluhan nasabah mendatangi Kantor Pusat PD BKK...

SMK Citra Medika Juara LKTI

MAGELANG – SMK Citra Medika Kota Magelang meraih  juara dua dan juara tiga dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat SMA/SMK/sederajat se-eks Karesidenan Kedu....

Kapolres : Kritik Untuk Layanan Lebih Baik

BATANG - Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga beserta Ketua Bhayangkari Batang melakukan kunjungan Kerja di Polsek Gringsing, Selasa (28/11). Kunjungan ini dalam rangka...

Misteri Luka Sobek di Bagian Ketiak Jenasah

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Kepolisian masih berusaha mengidentifikasi mayat perempuan tanpa busana yang ditemukan warga di aliran pemandian Gending Dusun Jonggrangan, Desa Sukorejo Mertoyudan, Selasa...

Masjid Agung Tak Boleh untuk Kampanye

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Panwaskab Demak melayangkan surat peringatan kepada takmir Masjid Agung Demak. Ini terkait informasi bahwa masjid karya Walisongo itu akan digunakan untuk...