31 C
Semarang
Rabu, 12 Mei 2021

Pemkab Kesulitan Cari Lahan Pengganti

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Hingga kini Pemkab Semarang belum mendapatkan lokasi lahan untuk penempatan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) baru pengganti bangunan Lapas Kelas II-A Ambarawa, yang telah overload.

“Melihat kondisi Lapas saat ini, memang butuh lahan baru. Kalau ada tanahnya, baru dibayar oleh Kementerian Hukum dan HAM RI. Tapi sampai Desember ini kita belum mendapat (lahan),” kata Bupati Semarang, Mundjirin, Minggu (24/12). Setidaknya dibutuhkan lahan seluas lima hektar untuk lahan pengganti lapas yang ada.

Ketika ditanya tentang kondisi Lapas Kelas II-A Ambarawa, Mundjirin mengaku prihatin terhadap napi penghuni kamar dan blok yang digunakan. Meski begitu, ia memuji fasilitas di dalam Lapas yang memiliki pondok pesantren. Sehingga hal tersebut bisa menjadi bekal rohani warga Lapas ketika sudah keluar. “Lha sekarang, juga ada titipan napi teroris. Semoga dia tidak mempengaruhi napi lain,” katanya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas II-A Ambarawa Tejo Harwanto mengatakan idealnya Lapas Kelas II-A Ambarawa hanya dihuni maksimal 122 orang napi. Namun yang terjadi sekarang, total ada 405 napi.

Setiap kamar semestinya dihuni 10 orang, tetapi harus dihuni 30-40 orang. Kelebihan kapasitas lapas, lanjutnya, hampir terjadi di seluruh Indonesia. “Sudah overload kalau dihitung ulang kapasitas Lapas Ambarawa hanya untuk 122 orang,” katanya.

Menurutnya, kondisi bangunan dari Lapas Ambarawa juga sudah tidak representatif. Di mana sebagia besar bangunan merupakan konstruksi lama dikhawatirkan akan berimbas kepada kekuatan Lapas.

Apalagi Lapas Ambarawa merupakan bangunan cagar budaya, sehingga sangat butuh perhatian. “Perlu dilestarikan karena Lapas ini merupakan bangunan lama, sangat rentan. Jadi kita harus hati-hati menempatkan warga binaan ke tempat-tempat yang lebih kuat,” ujarnya. (ewb/zal)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here