BERSINERGI: Pasar Desa Plumbon nantinya akan dikelola oleh BUMDes untuk disinergikan dengan potensi lain yang saat ini sedang digarap oleh pemerintah Desa Plumbon. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERSINERGI: Pasar Desa Plumbon nantinya akan dikelola oleh BUMDes untuk disinergikan dengan potensi lain yang saat ini sedang digarap oleh pemerintah Desa Plumbon. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SURUH – Desa Plumbon Kecamatan Suruh menargetkan bisa mandiri dengan pengelolaan potensi yang ada di Desa. Kepala Desa Plumbon, Joko Waluyo menargetkan dua tahun ke depan Desa Plumbon bisa menjadi Desa Agropolitan Berbasis Agrowisata.

Joko menjelaskan, disebut Agropolitan karena mensinergikan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di Desa Plumbon. Menurutnya, segala potensi yang ada jika dikelola dengan baik dan disinergikan maka akan memberikan dampak yang baik pula bagi masyarakat.

”Apapun itu, jika dikelola dengan baik akan memberikan dampak positif. Bahkan, misal, kekeringan pun, kalau dikelola akan menghasilkan sesuatu. Ini di Plumbon baru merintis untuk bisa ke  arah sana,“ jelas Joko kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Joko Waluyo (IST)
Joko Waluyo (IST)

Saat ini, desa yang terletak paling Barat di kecamatan Suruh ini sedang dalam proses pembangunan waterboom, memanfaatkan sumber mata air alam, dengan kolam utama kurang lebih 6000 m2. Tentu, akan ada wahana-wahana pelengkap yang nantinya dapat memanjakan para pengunjung Desa Plumbon. ”Di objek wisata ini nanti kami sinergikan dengan warga masyarakat. Masyarakat akan kami berdayakan melalui pasar yang akan dibentuk ini,” kata dia.

Pemberdayaan masyarakat dilakukan pemerintah desa Plumbon dengan menggerakkan warga desa untuk menanam pohon jambu. Nantinya, jambu warga ini dapat dijual kepada para wisatawan di Desa Plumbon. Tidak hanya Jambu, rencananya di masing-masing dusun akan digerakkan menanam buah yang berbeda-beda sehingga akan menjadi ciri khas dari masing-masing dusun di desa Plumbon. ”Jadi nanti tidak hanya produk buah dalam bentuk buah saja, tapi akan kami gerakkan menjadi berbagai macam olahan. Itu arah kami,” kata dia.

”Produk itu selain dijual di wisata air ini juga bisa ke pasar Desa. Di sini  ada pasar Desa yang nanti pengelolaannya akan dijalankan BUMDes. Nanti kantor kepala desa ini juga akan menjadi bagian dari pasar Desa. Kantor kepala desa baru akan kami bangun di jalan ring road yang akan kami bangun nanti,” imbuhnya.

Dirinya menambahkan, ke depan juga akan dibentuk berbagai macam usaha , seperti perusahaan air mineral dan juga budidaya ikan. Untuk yang budidaya ikan, lanjutnya, memang sudah dirintas sejak saat ini. Sudah ada sejumlah bibit ikan yang ditebar di tempat yang telah disediakan.

Upaya demi upaya ini dilakukan oleh pemerintah desa ini bertujuan untuk bisa meningkatkan Pendapatan Asli Desa Plumbon. Sehingga, ke depannya, desa Plumbon bisa menjadi desa mandiri melalui pendapatan hasil pengelolaan potensi ini. Lebih lanjut, kades yang peduli dengan warga desanya ini tidak ingin ke depan ada warga desa Plumbon, terutama anak muda, yang pergi ke luar daerah untuk mencari pekerjaan.

”Saya sangat susah untuk menandatangani untuk jadi TKI atau TKW. Sehingga tidak hanya melarang untuk pergi tapi menyediakan lapangan di sini. Kalau di desa sendiri ada, tentu mereka tidak akan pergi ke luar,” kata dia.

Dirinya, melanjutkan, penggalian potensi di Desa ini dilakukan dengan prinsip dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat. Dirinya ingin ke depan, masyarakat bisa menikmati hasil yag telah dicapai secara bersama-sama ini. (sga/bas)