33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Setia Dengarkan Curhat, hingga Biayai Anak Napi

Kisah para Rohaniawan Nasrani di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM – Para rohaniawan nasrani ini dekat para narapidana dan tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (lapas). Mereka kerap menjadi tempat curhat para napi, baik napi kasus narkoba, pencurian, pembunuhan, hingga terpidana hukuman mati. Seperti apa?

RUMAH sederhana di Jalan Sendangguwo Selatan No 33-35 RT 7 RW 9, Kelurahan Sendangguwo, Kecamatan Tembalang, Semarang, itu tertutup oleh tembok dan pagar besi setinggi kurang lebih 1,5 meter. Rumah itu terlihat cukup sepi, tapi pintu pagar jarang terkunci. Meski melewati gang-gang berliku dan pohon-pohon besar di tepi sungai, letak rumah tersebut cukup mudah dicari. Sebab, penduduk di sekitar lokasi cukup mengenal akrab sosok penghuni rumah yang dikenal sebagai seorang biarawati. Ia biasa disapa Ibu Asih, dengan nama lengkap Chatarina Sumiyarsih SRM (Serikat Rosa Mistika).

SUWARTI (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG
SUWARTI (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG

Asih juga dikenal sebagai sosok santun dan dermawan karena memiliki banyak anak asuh tanpa memandang apa agamanya. Ia telah meninggalkan hal-hal yang bersifat duniawi. Jauh dari hingar-bingar kehidupan. Memilih jalan sunyi menjadi biarawati. Ia memutuskan tidak menikah hingga akhir hayat. Hingga sekarang, berusia 65 tahun, Asih masih aktif mendampingi para narapidana di Lapas Wanita Bulu dan Lapas Kedungpane Semarang. “Saya banyak bersyukur diberi hidup dan diberi kekuatan. Sehingga bisa membantu orang yang membutuhkan,” kata Asih saat berbincang dengan koran ini, Sabtu (23/12).

Dikatakan, jumlah napi Lapas Kedungpane saat ini 1.507 orang, sebanyak 150 orang di antaranya nasrani. Sedangkan di Lapas Bulu sebanyak 384 narapidana, 90 orang di antaranya nasrani. Ia menjadi sosok wanita yang memiliki pengalaman unik. Sebab, sebagai sosok ibu yang rela mendengarkan keluh kesah para pelaku kejahatan penghuni jeruji besi. Mulai dari narapidana kasus pencurian, penggelapan, narkoba, pembunuhan, hingga terpidana eksekusi mati. “Saya hanya berusaha mendampingi, menemani, mengajak bagaimana bertobat, bagaimana memperbaiki hidup dan seterusnya. Bahkan para napi setelah bebas tetap berkomunikasi menjadi saudara,” ujarnya.

Hubungan Asih dengan para napi tidak sekadar sebagai penasehat. Tetapi ia juga menjadi sosok yang menolong keluarga para napi tersebut. Bahkan anak-anak para napi banyak yang menjadi anak asuhnya. “Seringkali, anaknya saya ambil untuk jadi anak asuh. Saya bantu biayai sekolahnya hingga tamat. Ada yang saya asuh sejak SD hingga lulus SMA. Bahkan ada juga ibunya masuk penjara, ayahnya korban PHK. Anaknya saya sekolahkan, sekarang menempuh S2 dan menjadi dosen,” kata wanita kelahiran Semarang, 5 Agustus 1953 ini.

Saat ini, ia memiliki 23 anak asuh. “Nggak semua Katolik, ada muslim juga. Saya tidak memandang agama. Ada yang orang tuanya dipenjara, bapaknya lupa jalan pulang, ayahnya meninggal, ibunya hanya tukang cuci, kemudian anaknya saya bantu sekolahkan. Saya sendiri nggak kerja, semua uang berasal dari Tuhan. Hidup ini unik dan penuh misteri,” ujarnya.  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dihijaukan agar Wisatawan Betah

SEMARANG – Kota Lama Semarang terus bersolek dalam upaya menuju situs warisan dunia UNESCO. Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) telah menanam 40 batang...

Curug Bajing, Sajikan Air Terjun Bertingkat

PEKALONGAN-Curug Bajing merupakan satu dari sekian tempat wisata yang menyajikan keindahan alam di Kabupaten Pekalongan. Panorama air terjun yang elok dihiasi aliran air bertingkat...

Tarik Pungli Prona, Kades Ditangkap

SEMARANG - Kepala Desa Manggis Kecamatan Sirampong Kabupaten Brebes diamankan Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Ditreskrimsus Polda Jateng. Kades bernama Mudhakir ini...

Minta Masyarakat Tak Pandang Negatif Lady Bikers

RADARSEMARANG.COM - TAK semua perempuan, bisa mengendarai motor sport. Bagi Riry, perempuan kelahiran Semarang, 12 Januari 1991 ini, bisa mengendarai motor sport justru setelah merasa...

Istri Tentara Tanam Cabai

MAGELANG - Ketua Persatuan Istri Prajurit (Persit) Cabang XXV Kodim 0705/Magelang, Lucia Hendra meninjau tanaman cabai di kebun sayur kesatuan Koramil 07/Ngablak, Kabupaten Magelang,...

Rumah Sakit Mijen Tahap DED

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Rumah sakit yang akan dibangun di daerah Mijen saat ini masih dalam proses penyusunan Detail Engineering Design (DED). Rencananya, akan ada penambahan luas...