33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Mendidik Menulis Siswa Zaman Now

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – MENULIS bagi siswa zaman now patut dipertanyakan. Karena pelajar sekarang dengan gadget yang dimiliki lebih asyik ngegame sembari nongkrong di warung, daripada menuliskan hal-hal unik, informatif, mendidik, yang memiliki manfaat untuk banyak orang. Seakan ada persepsi, hidup bagi bagi siswa zaman now masih terlalu dini untuk melakukan kebermanfaatan. Yang terpenting, justru menikmati hidup yang tak perlu susah payah berkarya.

Fakta di atas menunjukkan, tidak terbentuknya keterampilan menulis bagi pelajar akibat dari pembelajaran menulis yang dimasukkan ke dalam pelajaran Bahasa Indonesia dipersempit maknanya. Mengutip Bambang Trim (2011:9) bahwa penyempitan makna pembelajaran Bahasa Indonesia baru sekadar menulis sastra: cerpen dan puisi ataupun menulis dengan jenis argumentasi, eksposisi, diskripsi dan narasi.

Guru Bahasa Indonesia tidak menjelaskan bahwa menulis sebagai keterampilan hidup (life skill) dan sarana publisitas sebagai bagian dari penguatan eksistensi dan penguatan atas kemampuan seseorang. Alhasil, menulis bagi pelajar now seakan terputus korelasinya pasca pembelajaran di sekolah dengan aktivitas yang mereka lakukan. Padahal, keberhasilan menulis itu akan mudah dilakukan apabila secara empiris terdapat korelasi dengan aktivitas, skill, dan kompetensi yang dimiliki.

Secara profesional menulis adalah sebuah proses, tidak dapat dilakukan hanya dengan semata-mata peniruan atau copy paste sukses seorang penulis. Karena itu, guna mendidik menulis pelajar now menjadi keterampilan hidup, bagi penulis ada beberapa hal yang bisa dilakukan, antara lain:

Pertama, rekonstruksi pelajaran Bahasa Indonesia. Artinya, guru-guru bahasa Indonesia harus memprioritaskan bahwa pembelajaran menulis yang dilakukan –meskipun include di pelajaran Bahasa Indonesia– bukanlah sekadar mengenalkan kepenulisan dan tugas pembelajaran an sich. Melainkan dipola, agar hasil karya menulis tersebut selanjutnya dikoneksikan dengan penerbitan (media massa) supaya bisa menjadi konsumsi banyak orang (publik). Untuk mewujudkan hal itu, guru Bahasa Indonesia harus akrab dengan jenis penerbitan, mulai dari harian (koran), mingguan (buletin), bulanan (tabloid, majalah), hingga tahunan (buku) yang telah beredar. Gunanya, memperluas akses distribusi karya kepenulisan pelajar yang layak dan bagus untuk diterbitkan.

Kedua, peran serta guru mapel lain. Membumikan ilmu pengetahuan dalam bentuk tulisan yang terspesialisasi adalah tanggung jawab bersama insan berpengetahuan. Guna menumbuhkan kemampuan menulis secara masif tersebut, dibutuhkan peran serta guru mata pelajaran (mapel) selain Bahasa Indonesia, agar lahir ragam perspektif keilmuan baru. Di sinilah kesadaran guru untuk berperan aktif membumikan secara praksis bidang keilmuannya sangat diperlukan. Tujuannya, agar kehadiran tulisan tersebut bisa mewarnai dan melahirkan cara pandang yang variatif, hingga memberi kontribusi nyata untuk publik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

SBL Jadi Ajang Asah Kemampuan Pebasket

SALATIGA – Sedikitnya 12 tim basket mengikuti turnamen Salatiga Basketball League (SBL) yang digelar 1-7 Desember di GOR Kridanggo. Koordinator Acara Ody Pattiwael menuturkan,...

Selamat Menempuh Hidup Baru

Wartawati Jawa Pos Radar Kedu Puput Dwi Aprilia Puspitasari melepas masa lajangnya. Wartawati yang bertugas di Kota Magelang ini dipersunting pujaan hatinya, Aditya Danang...

Sampaikan Pesan Kepada Guru Lewat Wayang Orang

SEMARANG – Pesatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), mencoba menyampaikan pesan kepada pendidik di Indonesia untuk menjadi seorang pengajar yang baik demi menghasilkan generasi bangsa...

Galang Kekuatan Sampai Awasi TPS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pasangan Cagub-Cawagub Sudirman Said-Ida Fauziyah terus melakukan gerilya untuk pemenangan dalam Pilgub Jateng. Pengurus Daerah Satuan Relawan Indonesia Raya (PD Satria)...

21 Titik Kemiskinan Digelar Pasar Murah

TEMANGGUNG—Sebanyak 21 titik kemiskinan di Temanggung menjadi sasaran Pemkab dan Tim Penggerak PKK untuk target lokasi pasar murah. Tujuannya, untuk stabilisasi harga dan membantu...

Metode Open Ended Tingkatkan Kreativitas Siswa

RADARSEMARANG.COM - TUJUAN Pendidikan nasional menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar...