33 C
Semarang
Kamis, 24 September 2020

Bukan Rupiah, Tapi Berkah dan Faedah

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – BANYAK hal yang membuat dirinya terkesan selama memperkenalkan wayang kepada generasi muda. Salah satunya ketika ia diundang untuk mengisi di Gisikdrono Semarang. Melihat antusias anak-anak untuk belajar tentang wayang, muncul ekspektasi di dalam dirinya bahwa wayang tidak akan pernah ditinggalkan. ”Yang perlu kita lakukan adalah berbuat,” tegasnya.

Kepada generasi muda, ia mengenalkan wayang dari hal yang paling sederhana, yakni mengajak mereka mewarnai wayang. Ia masuk dari hal yang disukai oleh anak-anak. Cara pengenalan wayang yang terbilang apik dari dosen strategi kreatif Undip ini.

HARMONIS : Muhammad Bayu Widagdo bersama sang istri, Nurina Dyah Larasaty Kinanthi dan buah hati.
HARMONIS : Muhammad Bayu Widagdo bersama sang istri, Nurina Dyah Larasaty Kinanthi dan buah hati.

”Tentu kita harus memulai dari yang mereka sukai. Itu akan mempermudah penyampaian kita,” katanya.

Hal-hal ini lah yang terus dilakukan Bayu untuk mempertahankan kebudayaan Jawa yang sangat dicintainya, terutama wayang. Satu hal yang patut diapresiasi adalah bahwa dirinya konsisten dalam melakukan semua ini.

Bayu tidak hanya membuat target jangka panjang untuk melakukan hal ini. Target jangka pendek juga tetap diperhatikan agar tidak lupa untuk melakukan aksi.

”Jangan sampai kita membuat target jangka panjang kemudian lupa bertindak. Pelan-pelan tapi arahnya jelas. Selangkah demi selangkah tapi konsisten,” kata dia.

Bayu yakin, kebudayaan Jawa tidak akan hilang atau dilupakan sepanjang masih ada upaya yang terus dilakukan. Untuk itu, dia selalu mengajak semua orang untuk melakukan upaya sedikit demi sedikit untuk tetap mempertahankan budaya yang menjadi identitas kolektif ini.

”Sepanjang ada keinginan dan upaya, saya yakin akan tercapai. Jadi jangan hanya dipikirkan saja,” kata Bayu.

”Jangan terlalu cengeng untuk kehilangan budaya. Ayook, kita yang mengaku penikmat, pecinta budaya kita lakukan upaya,” tegas dosen dengan kata mutiara Karye Naktyas Ing Sesami yang berarti membuat enak hati semua orang ini.

Bukan persoalan uang yang melatarbelakangi upaya demi upaya yang dilakukannya ini. Ia ingin apa yang dilakukannya ini bisa menjadi manfaat untuk orang-orang di sekitarnya.  ”Bukan rupiah, tapi bagaimana yang saya lakukan ini bisa mendapatkan berkah. Apa yang saya lakukan semoga bisa memiliki faedah,” tandasnya. (sigit adrianto/zal)

Berita sebelumyaProstat Bikin Tak Semangat
Berita berikutnyaJadilah Contoh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pemanfaatan Bangunan Kota Lama

Sejumlah pejalan kaki melintas disamping bangunan tua Kota Lama Semarang yang dindingnya telah dihiasi mural. Bangunan tersebut segera difungsikan sebagai Museum 3 Dimensi yang...

Sertifikat Halal Bisa Tingkatkan Kepercayaan

WONOSOBO - Bupati Wonosobo Eko Purnomo memberikan sertifikat halal kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Penyerahan sertifikat dilakukan bersamaan dengan digelarnya Festival...

3 Penjudi Dadu Dibekuk

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Apes dialami Basri, 56, dan Ronjali, 49, warga Mluweh Kecamatan Ungaran Timur, serta Khoiru Rozikin, 32, warga Bangetayu Kulon, Genuk Kota...

Ditemukan Makam Ulama, hingga Kejadian Tak Wajar

RADARSEMARANG.COM - Pemindahan sedikitnya 1.200 makam Klampisan, Jalan Honggowongso, Ngaliyan, Semarang, yang tergusur tol Batang-Semarang ternyata menyimpan cerita tersendiri. Mulai ditemukannya makam penyebar agama...

Disoal, Penghentian Sepihak THL Damkar

RADARSEMARANG.COM, KEBUMEN — Penghentian secara sepihak delapan tenaga harian lepas (THL) pemadam kebakaran Satpol PP Kebumen dipersoalkan. Para THL mengaku dihentikan dengan alasan tidak...

Enjoy Jadi Penyiar Radio

DARA bernama lengkap Kinanti Widiari Lestari ini adalah salah satu penyiar di Radio Suara Sakti (SS) FM Semarang. Kinan –sapaan akrabnya--telah 1,5 tahun lebih...