33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Bangga, Ada Napi yang Putuskan Jadi Pendeta

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – SEBAGAI Pembina Rohani atau Gembala pada Gereja Oikumene Imanuel Lapas Kedungpane Semarang, Drs Daru Eko Pulunggono memiliki cerita khusus saat memberikan siraman rohani kepada terpidana mati kasus narkoba asal Vietnam, Tran Thi Bich Hanh alias A Sien, 37, yang telah dieksekusi mati di Boyolali Januari 2015 lalu.

Dikatakannya, saat mendengar ada kabar napi mau dieksekusi mati, ia menawarkan diri ke Lapas Wanita Bulu, tempat A Sien dititipkan untuk memberikan pemahaman iman dan penguatan imam. Saat itu A Sien merasa kecewa dengan gereja dan Tuhan, karena ia tetap dihukum mati. Namun akhirnya ia bisa bangga. Perlahan-lahan ia bisa menyadarkan dengan mengatakan bahwa setiap orang pasti akan mati, bisa melalui sakit, kecelakaan maupun eksekusi mati. Di dalam pertemuan itu, ia menekankan Injil dalam Yohanes pasal 14 mengenai rumah bapa, yang terpenting arah mana setelah meninggal.

Ia juga mengaku saat itu belum ada yang datang memberi penguatan karena kondisi A Sien awalnya sangat drop. “Saya jelaskan mengenai firman itu (Yohanes Pasal 14,red), saya berikan penjelasan mendalam, akhirnya dengan kuat dia (A Sien, Red) memilih pulang ke rumah bapa. Dia punya keyakinan kalaupun dieskeskusi mati, tetap bisa masuk ke rumah bapa,”kenang pria yang pernah bekerja di Departemen Sosial (Depsos) Jayapura ini.

Bagi Daru, setiap momen dan peristiwa di dalam pembinaan gereja memiliki makna dan kesan masing-masing. Menurutnya, paling bahagia mendengar napi yang bebas bisa memulai hidup baru. Sehingga Tuhan mengubahkan dan memberkati hidupnya. Ia mengaku bangga, karena pernah memiliki jemaat yang dahulunya pembunuh bayaran, kemudian begitu bebas justru memilih menjadi Wakil Gembala Gereja di Solo.

Selain itu, ada seorang bandar, pengedar, dan pemakai narkoba, namun sekarang menjadi aktifis komunitas kelompok pria sejati dan berhasil memiliki usaha properti di Semarang. Ada juga napi yang saat itu pernah hendak meninggal karena sakit, padahal posisinya masih menjalani masa penahanan di lapas. Saat diopname, ia mendampingi dan menguatkan imannya. Ia berdoa bersama hingga perlahan-lahan bisa sembuh. “Sekarang dia kelola usaha kakaknya di Jakarta. Dia banyak ke gereja-gereja memberikan motivasi dan pengakuan sebagai mantan napi yang bisa hidup lebih baik,”ujarnya.

Daru mengatakan, sejumlah napi yang bebas dan memutuskan menjadi pendeta totalnya ada 5 orang, di antaranya ada di Semarang, Solo, Sulawesi, dan Jakarta. Hingga kini ia masih berkomunikasi dengan baik. “Yang sedih itu, apabila mereka sudah tobat di sini, tapi begitu keluar penjara justru kembali lagi masuk di sini,” kata pria yang berkarir sebagai PNS sejak 1984 ini. (jks/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Total Tagihan Nyonya Meneer Rp 252,87 M

SEMARANG-Hingga saat ini ada 83 kreditur PT Nyonya Meneer (PT Njonja Meneer) dengan total tagihan mencapai Rp 252.869.165.285 (Rp 252,87 miliar) yang masuk ke kurator, setelah perusahaan jamu...

Bentuk Forum Anak, Sekolah Ramah Anak, serta Puskesmas Ramah Anak

DPRD Kabupaten Magelang menyetujui Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak dalam rapat paripurna, beberapa waktu lalu. SETELAH melalui proses pembahasan di Pansus IV,...

Usung Konsep Sociopreneurship dan Instagramable

RADARSEMARANG.COM - PASAR Karetan dan Pasar Semarangan Tinjomoyo didukung penuh oleh Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Jateng. Konsep dua pasar tersebut sebenarnya tidak jauh berbeda,...

23 ASN Diklarifikasi Panwas

SEMARANG - Pengawas Pilkada 2017 mengidentifikasi ada sekitar 23 Aparatur Sipil Negara (ASN) akan melibatkan atau dilibatkan dalam pemenangan pasangan calon yang mengikuti Pilkada...

78 Dukuh Kampung KB Terima 697 KKN

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sebanyak 697 mahasiswa Universitas Pekalongan (Unikal) diterjunkan untuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Pekalongan. Mereka akan ditempatkan di 78 Dukuh...

Kejari Target 25 Pasangan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Bagi pasangan yang pengin nikah dan tidak memiliki cukup biaya, jangan takut karena Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng bekerjasama dengan Forum Jurnalis...