33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Tasripah Bertahan di Rumah Hampir Roboh

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Nenek Tasripah, 65, bersama 4 cucunya tetap bertahan di rumah yang hampir roboh di Kelurahan Kandang Panjang RT 04/RW 09 Pekalongan Utara, Kota Pekalongan. Padahal, sebagian dinding rumahnya sudah ambrol sehingga dalam kondisi terbuka. Sedangkan tembok yang tersisa tampak sudah miring.

Menurut pengakuan janda yang sudah lama suaminya meninggal dunia ini, tembok rumahnya ambrol pada Selasa siang (19/12). Tepatnya, saat dirinya akan memasak makanan. “Kebetulan pas saya sendirian di rumah. Cucu saya berangkat sekolah semua. Ruangan untuk memasak ambrol, saat saya ambil air di belakang. Beruntung saya tidak berada di ruangan tersebut,” ucapnya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di rumahnya, kemarin.

Sejak ambrol, dirinya masih membiarkan begitu saja. Meski begitu, warga di sekitarnya membantu memasang bambu tiang pancang untuk memperkuat agar tidak roboh. Sedangkan batu-bata bekas tembok ambrol masih berceceran di depan dan samping rumahnya. Tasripah sesekali bareng cucunya, membersihkan batu bata yang sekiranya masih bisa dipakai untuk membangun rumah lagi.

Robohnya tembok rumah tersebut, kata Tasripah, karena sejak 3 tahun belakangan daerahnya terendam air rob tiada henti. Akibatnya, bangunan rumahnya rapuh. Hingga saat ini, Tasripah mengaku belum ada bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, untuk memperbaiki rumahnya. Kendati demikian, dia mengaku sudah didata oleh aparat kelurahan setempat.

“Kalau bantuan, saya sudah pernah menerima 6 tahun lalu. Kalau bantuan makanan dan minuman, baru seminggu kemarin dapat,” ucapnya.

Janda tua ini mengaku selama hidupnya bergantung kepada anaknya yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Malaysia. Sehari-hari bersama 4 orang cucunya yang hanya mengandalkan kiriman uang bulanan dari anaknya. Kadang mendapatkan bantuan dari tetangga yang kasihan.

Dia berharap dapat bantuan pemerintah, agar bisa memperbaiki rumahnya. Karena kondisinya sangat parah dan terbuka. Jika malam sangat dingin, selain itu di dalam rumah sudah basah terendam rob. (han/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sensasi Pijat di Tengah Alun-Alun

RADARSEMARANG.COM-Tidak usah dibaca kalau tidak menarik. Inilah sensasi yang tidak pernah anda temukan di tempat lain. Pijat di tengah alun-alun. Adanya hanya di Karimunjawa. Malam...

Antisipasi Banjir, Awasi Bendungan Kalijajar

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Hujan deras yang terus mengguyur Kota Demak membuat was was semua pihak. Untuk mengantisipasi bahaya banjir, petugas kepolisian dari Polsek Demak...

Fasilitasi Masyarakat Kelola Sampah

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk mendukung pengembangan Bank Sampah di Kelurahan Kalipancur. Hal ini sebagai salah satu upaya dalam mengatasi...

20 Persen Penduduk Tak Punya Jamban

SEMARANG - Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yuliyanto Prabowo mengatakan kebutuhan jamban di provinsi ini mencapai 20 persen dari total penduduk atau sekitar 1,6 juta...

Sebulan, Pasar Karetan Sedot 4.000 Wisatawan

RADARSEMARANG.COM - Pasar dengan konsep unik dan instagramable kian banyak dikembangkan di Kota Semarang dan sekitarnya. Beberapa di antaranya diinisiasi oleh warga untuk menarik...

Brother Fokus Bidik Market Corporate

SEMARANG – Brother kini fokus untuk meningkatkan penjualan printer dengan membidik market corporate. Ppasar corporate di Jawa Tengah dianggap masih sangat potensial. Presiden Direktur PT...