33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Luapan Drainase Jebol Rumah Warga

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Tingginya curah hujan yang mengguyur Kabupaten Semarang menyebabkan jebolnya saluran drainase di Dusun Gebugan RT 06/RW 01, Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kamis (21/12) malam. Bahkan derasnya luapan air menjebol tembok rumah warga. Air langsung merangsek ke rumah warga setempat.

Linmas Desa Gebungan, Sujarno, 50, mengungkapkan bahwa kejadian bermula saat hujan mengguyur wilayah tersebut pada pukul 14.00-20.00. “Karena hujan deras sekali, debit air yang mengalir di saluran drainase desa jadi meningkat,” ujar Sujarno, Jumat (22/12) kemarin.

Akibatnya, drainase tersebut jebol. Empat rumah warga milik Sukimin, Ponidi, Karsi dan Sulasih yang berada persis di pinggir drainase desa langsung diterjang derasnya air sehingga temboknya jebol. “Awalnya air tidak terlalu deras. Namun lama kelamaan tambah besar. Air langsung masuk ke dalam rumah Pak Sukimin, Ponidi dan Sulasih,” katanya.

Lebih tragis rumah Kasri. Tembok sepanjang 12 meter dan tinggi 2,5 meter jebol tidak kuat menahan air. Salah satu korban, Sulasih, 64, menjelaskan bagian depan rumah miliknya jebol diterjang derasnya air. Sejumlah perabot dapur serta beberapa hewan peliharaan seperti ayam maupun mentok ikut hanyut terbawa derasnya air. “Air sudah mulai masuk rumah saya pukul 15.00, namun masih kecil,” katanya.

Sebelum luapan air dengan debit tinggi menerjang rumahnya, ia sempat melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT setempat. “Air masuk rumah, kemudian sekitar pukul 19.00, saya mendengar suara gruk,” ujar Sulasih.

Ketinggian air di dapur mencapai 1,5 meter, sedangkan di ruang tamu yang kondisinya lebih tinggi diperkirakan sekitar 20 sentimeter. “Saat saya cek di bagian dapur, semua perabotan seperti mesin cuci, kompor dan lainnya ngambang. Terus beras sekitar 15 kg terendam air,” ujarnya.

Kerugian lainnya, lanjutnya, 15 ekor ayam peliharaannya sekarang tinggal 4 ekor dan mentok dari 9 tinggal 3 ekor. Hewan peliharaannya ikut hanyut terbawa air. “Kami belum bisa menghitung kerugian. Saat kejadian, saya di rumah sendiri. Terus ini, anak-anak saya kabari,” ujarnya.

Terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Semarang, Heru Subroto mengungkapkan pihaknya baru mengetahui hal itu sekitar pukul 22.00. “Beberapa personel diterjunkan ke lokasi untuk membantu mengevakuasi warga yang terdampak,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut ia berpesan untuk semua posko bencana di 19 kecamatan untuk tetap waspada. Mengingat kondisi cuaca ekstrim. “Terutama untuk wilayah yang berbukit, apalagi ini intensitas hujannya mulai tinggi jadi harus tetap waspada,” ujarnya. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

2023, Seluruh Tanah di Jateng Bersertifikat

MUNGKID—Sebanyak 5.120 warga Magelang, Senin (18/9) siang, menerima sertifikat dari pemerintah. Secara simbolis, Presiden Joko Widodo menyerahkan sertifikat tanah kepada 12 warga Magelang di...

Obral Promo Untungkan Peserta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Peserta BPJS Kesehatan, kini tidak hanya memperoleh perlindungan dan layanan kesehatan yang semakin mudah. Sebaliknya, dengan kartu BPJS Kesehatan peserta dapat...

Enceng Gondok Rawa Pening Butuh Penanganan Khusus

UNGARAN–Pemkab Semarang berharap agar waduk Rawa Pening dikelola oleh sebuah badan otoritas khusus yang terintegrasi langsung ke pemerintah pusat. Lantaran kompleksnya permasalahan di waduk...

Terus Kembangkan Inovasi

KENDAL - SDN 3 Kertosari tak mau kalah dengan sekolah inti di Kecamatan Singorojo. Pasalnya sekolah ini menerapkan sistem pembelajaran inovatif. Buktinya sekolah ini...

36 Motor Balap Liar Diamankan

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Maraknya balapan liar di kalangan anak muda menjadi perhatian Polres Kendal. Beberapa titik yang menjadi tempat balapan liar dirazia. Hasilnya, puluhan kendaraan bermotor...

Perketat Pengawasan Pembangunan Infrastruktur

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pengawasan proyek infrastruktur di Jateng sangat mendesak dilakukan, agar kontraktor pembangunan bisa maksimal dan pekerjaan tidak molor. Jika memang ada yang molor, harus...