33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Kasus Sabu Tertinggi di Semarang

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sedikitnya 782,169 gram barang bukti sabu berhasil diamankan Satuan reserse narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Semarang dalam kurun waktu setahun ini. Sabu menjadi barang bukti yang mendominasi tindak pidana peredaran narkoba di Kota Semarang selama 2017.

“Hampir 95 persen dari ratusan kasus yang kami tangani, sebagian besar kasus sabu,” ungkap Kasatresnarkoba Polrestabes Semarang, AKBP Sidiq Hanafi, Jumat (22/12).

Hanafi menyebutkan, selama 2017, pihaknya telah melakukan pengungkapan tindak pidana peredaran narkoba sebanyak 195 kasus. Dari jumlah tersebut, 186 kasus di antaranya merupakan kasus narkotika, seperti sabu, ekstasi dan ganja. Sembilan lainnya merupakan kasus obat-obatan berbahaya yang masuk dalam obat daftar G atau pil koplo. Jumlah tersangkanya mencapai 244 orang, termasuk 1 anak di bawah umur.

“Rinciannya, 136 laki-laki dan 8 perempuan,” imbuhnya.

Hanafi menjelaskan, berkembangnya peredaran sabu ini dipicu oleh masuknya barang haram tersebut ke berbagai lini profesi masyarakat Kota Semarang. Kini, sabu tidak hanya dikonsumsi oleh masyarakat dengan latar belakang ekonomi menengah ke atas saja. Bahkan, Hanafi menyebutkan beberapa pengguna di antaranya bekerja sebagai sopir kontainer, sopir bus hingga pekerja bangunan. Hal ini ditengarai adanya penjualan paket dengan harga sedemikian rupa murahnya.

“Ya, karena ada yang jual paket hemat Rp 100 ribu, jadi mereka itu patungan, lalu dipakai bareng-bareng,” katanya.

Pihaknya telah melakukan pemetaan wilayah rawan terjadinya peredaran narkoba di beberapa daerah. Wilayah yang dinilai rawan di antaranya Semarang Utara, Semarang Barat dan Semarang Tengah. “Peredaran narkoba ini kan memang sangat sulit, nggak ada yang lapor. Harus kita yang nyari sendiri. Kalau nggak rajin ya nggak dapat, penyebarannya (narkoba) makin besar,” tandasnya. (tsa/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Nilai Impor Jateng Turun

SEMARANG – Nilai impor kumulatif Jawa Tengah turun hingga 17,9 persen. Yaitu dari 10 miliar US Dollar pada Januari-Desember 2015 menjadi 8,8 miliar US...

PKL Terboyo Pilih Mangkang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) di Terminal Terboyo mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Kamis (16/8) kemarin. Kedatangannya dalam upaya...

1.200 Karyawan Simoplas Tolak Pesangon Rp 15 M

SEMARANG - Nasib 1.200 karyawan PT Simoplas Semarang yang dirumahkan sejak September 2015 silam, hingga saat ini tidak jelas. Hasil mediasi antara pihak manajemen...

Serap Produk Petani Lokal

SEMARANG - Pabrik garam yang akan dibangun di Pati akan diintegrasikan dengan tambak petani garam setempat. Artinya, bahan baku yang akan digunakan pabrik garam...

Aparat Wanita Tangguh Berprestasi

ADALAH Bripda Viandika Intari Setya Eka Putrianti, Polisi Wanita (Polwan) ini patut diapresiasi. Perempuan kelahiran Jayapura 13 Januari 1993 yang bertugas di Satuan Lalulintas...

Sekolah-Sekolah Swasta Diberi Hibah Rp 4,6 Miliar

MAGELANG—Dana hibah senilai Rp 5,7 miliar kemarin diserahkan Pemkot Magelang kepada KONI, DHC BPPK-45 dan sekolah swasta. Pemkot berharap, dana tersebut sesuai peruntukannya. Kepala Badan...