33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Jateng Dijatah Rp 104, 45 T

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Alokasi anggaran dari pemerintah pusat lewat APBN untuk Jateng bertambah menjadi Rp 104,45 triliun pada 2018 mendatang. Angka itu sedikit lebih tinggi dari 2017, yakni Rp 104,42 triliun.

Praktis nominal khusus untuk anggaran belanja pemerintah pusat ke Jateng pun ikut meningkat. Yaitu Rp 38,99 triliun, atau meningkat dari tahun 2017 sebesar Rp 37,7 triliun. Sementara alokasi transfer daerah dan dana desa justru menurun. Dari Rp 66,82 triliun  menjadi sebesar Rp 46 triliun.

Secara rinci, transfer daerah terdiri dari dana bagi hasil (DBH) pajak Rp 2,8 triliun, menurun dari tahun 2017 Rp 2,9 triliun. DBH sumber daya alam Rp 70 miliar, menurun dari tahun 2017 Rp 111,9 miliar. Dana Alokasi Umum (DAU) Rp 37,1 triliun, menurun dari tahun 2017 Rp 38,9 triliun. Untuk DAK fisik Rp 3,3 triliun, menurun dari tahun 2017 Rp 3,25 triliun. DAK non fisik Rp 14,57 triliun, meningkat dari tahun 2017 Rp 12,11 triliun. Dana intensif daerah Rp 806 miliar, menurun dari tahun 2017, Rp 1,1 triliun. Sementara dana desa, sebesar Rp 6,7 triliun, meningkat dari tahun 2017 ini sebesar Rp 6,38 triliun.

Kepala Kantor Wilayah Jateng Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Mirza Effendi menjelaskan perubahan itu diputuskan berdasarkan Evaluasi Pelaksanaan APBN tahun 2017 masih ditemukan berbagai hal yang harus diperbaiki yang sekaligus menjadi tantangan bersama.

Pertama, peningkatan efektifitas belanja negara agar betul-betul berbasis output dan memberikan kontribusi optimal pada faktor pemerataan pembangunan, pengurangan pengangguran, pengentasan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Kedua, efisiensi belanja operasional pemerintah.

Ketiga, perencanaan penganggaran yang lebih matang dan komprehensif. Keempat, peningkatan sistem monitoring dan evaluasi anggaran. Kelima, perbaikan tata kelola keuangan dari mulai perencanaan sampai dengan penanggungjawaban.

Keenam, pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan penggunaan anggaran di pusat, daerah dan desa. “Tantangan tersebut perlu terus diupayakan oleh semua unsur pemerintah agar dapat berbuat yang terbaik untuk masyarakat,” katanya.

Dijelaskan, penyerahan dari Presiden ke para Menteri dan Gubernur telah dilaksanakan secara simbolis pada 6 Desember 2017 lalu. Untuk Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yakni Kodam IV Diponegoro, Kejati Jateng, Polda Jateng, Kanwil Kemenag Jateng, dan lembaga negara vertikal lainnya di Jateng, serta SKPD Provinsi Jateng, di gedung Gradhika Bhakti Praja, komplek kantor Gubernur Jateng, beberapa waktu lalu.

Prioritas anggaran tahun 2018 ini, lanjutnya, untuk mengatasi kesenjangan dan kemiskinan, pembangunan infrastruktur, memacu sektor unggulan, perbaikan aparatur negara dan pelayanan pemerintah serta peningkatan pertahanan keamanan dan penyelenggaraan demokrasi.

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo berharap, DIPA ini bisa menjadi bagian tidak hanya fisik tapi pelayanan masyarakat agar lebih baik. “Saya mendorong untuk kegiatan 2018 agar lelang di bulan ini segera. Utamanya yang fisik. Agar bisa cepat dikerjakan. Sehingga tidak ada pandangan duitnya ngendon lama di daerah,” katanya. (amh/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Copot Pengumuman Rekrutmen Driver

Petugas Satpol PP Kota Magelang, kembali menutup kantor Gojek di Jalan Kolonel Soegiono, Senin (4/9) kemarin, dengan banner bertuliskan: Penutupan PT Gojek Kota Magelang. PEMASANGAN...

55 Penderita Katarak Wonosobo Operasi Gratis

WONOSOBO - Jumlah penderita penyakit katarak tidak mampu masih cukup banyak di Kabupaten Wonosobo. Terbukti dari penyelenggaraan operasi katarak gratis kali kedua di RSUD...

Saatnya Tingkatkan Performa dan Kebersamaan

SEMARANG - Bagi JNE ada dua keistimewaan di internal manajemen pada bulan Ramadan dan Idul Fitri setiap tahun. Momen yang merupakan high season ini...

Mio S Dongkrak Penjualan Yamaha

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Penjualan sepeda motor Yamaha diprediksikan akan naik 5-10 persen di tahun 2018. Kenaikan ini karena didukung dengan hadirnya  Mio S, yang...

Dorong Pelaku UMKM Membangun Ekonomi

SEMARANG – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Federasi Pekerja Mandiri (FPM) Kota Semarang mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk terus aktif menggerakkan...

Gagal ke Tanjung Gelam, Nikmati Sunset di Menjangan Kecil

RADARSEMARANG.COM-Berwisata di Karimunjawa tidak lengkap kalau tidak melihat matahari terbenam. Lokasi yang paling baik adalah di Tanjung Gelam, Pulau Karimunjawa. Tadi sore saya gagal ke...