TIDAK LUPA SELFIE: Para PNS Pemkot Semarang menyempatkan foto selfi saat upacara Hari Ibu di halaman Balai kota Semarang, kemarin. (kanan) Tiga anggota Polwan Polrestabes Semarang saat atraksi dengan motor gede (moge). (FOTO-FOTO: NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TIDAK LUPA SELFIE: Para PNS Pemkot Semarang menyempatkan foto selfi saat upacara Hari Ibu di halaman Balai kota Semarang, kemarin. (kanan) Tiga anggota Polwan Polrestabes Semarang saat atraksi dengan motor gede (moge). (FOTO-FOTO: NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG Tiga Polisi Wanita (Polwan) mencuri perhatian semua orang di halaman Balai Kota Semarang, Jumat pagi (22/12). Para anggota polwan itu beradu gesit di atas motor gede (moge) 1.300 cc yang ukurannya cukup besar. Mereka meliuk-liuk untuk melewati traffic cone atau alat pembatas jalan yang ditata berbaris dengan jarak 4 meter. Atraksi tersebut membuat ratusan peserta upacara terpukau.

Ketiga polwan terampil dari Direktorat Lalulintas Polda Jateng itu melakukan atraksi dalam memeriahkan upacara Peringatan Hari Ibu di Kota Semarang. Mereka adalah Bripda Desy Ayu, Bripda Anik Setianingrum, dan Bripda Resti Eva.

Desy mengaku sempat deg-degan. Bukan karena takut jatuh dari moge, karena memang atraksi ini disaksikan oleh banyak pejabat Pemkot Semarang. “Tidak ada latihan khusus sih, kemarin latihan sehari. Kami sudah sering mengendarai moge untuk atraksi di Ditlantas Polda Jateng untuk sosialisasi berlalu-lintas,” katanya.

Sehingga meski tubuhnya mungil tetap lincah mengendarai motor gede itu. Hanya ia mengaku tidak takut mengendarai motor gede untuk atraksi. “Selama kondisinya tidak licin akibat hujan, pasti lancar saja. Ini terbantu karena tidak hujan,” kata pemilik tinggi badan 158 cm ini.

Atraksi para polwan tersebut mampu memukau peserta upacara, termasuk Wakil Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu yang memimpin upacara Peringatan Hari Ibu tersebut. “Herannya tubuh mereka kan kecil-kecil gitu, tapi mampu mengendalikan motor gede,” puji Mbak Ita, sapaan akrab Hevearita.

Dikatakannya, pihaknya memang sengaja mengundang para polwan tersebut untuk berpartisipasi dalam Peringatan Hari Ibu di Balai Kota Semarang. Tujuannya, agar lebih berbeda dari peringatan tahun sebelumnya. “Memang saya komunikasikan dengan Dirlantas Polda Jateng, agar ada atraksi dari Polwan dan ternyata disanggupi,” katanya.

Mbak Ita mengapresiasi kemampuan para polwan yang memiliki keahlian dan keterampilan. Hal itu menunjukkan bahwa perempuan dan laki-laki memiliki peran dan kedudukan yang setara dalam mencapai tujuan negara. Termasuk memperjuangkan kesejahteraan di semua bidang pembangunan. “Semua perempuan di Kota Semarang harus menjadi wanita tangguh, meskipun sudah berumah tangga dengan status ibu rumah tangga,” katanya. (amu/aro)