33 C
Semarang
Senin, 6 Juli 2020

Hari Ibu, Tiga Polwan Atraksi Motor Gede

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG Tiga Polisi Wanita (Polwan) mencuri perhatian semua orang di halaman Balai Kota Semarang, Jumat pagi (22/12). Para anggota polwan itu beradu gesit di atas motor gede (moge) 1.300 cc yang ukurannya cukup besar. Mereka meliuk-liuk untuk melewati traffic cone atau alat pembatas jalan yang ditata berbaris dengan jarak 4 meter. Atraksi tersebut membuat ratusan peserta upacara terpukau.

Ketiga polwan terampil dari Direktorat Lalulintas Polda Jateng itu melakukan atraksi dalam memeriahkan upacara Peringatan Hari Ibu di Kota Semarang. Mereka adalah Bripda Desy Ayu, Bripda Anik Setianingrum, dan Bripda Resti Eva.

Desy mengaku sempat deg-degan. Bukan karena takut jatuh dari moge, karena memang atraksi ini disaksikan oleh banyak pejabat Pemkot Semarang. “Tidak ada latihan khusus sih, kemarin latihan sehari. Kami sudah sering mengendarai moge untuk atraksi di Ditlantas Polda Jateng untuk sosialisasi berlalu-lintas,” katanya.

Sehingga meski tubuhnya mungil tetap lincah mengendarai motor gede itu. Hanya ia mengaku tidak takut mengendarai motor gede untuk atraksi. “Selama kondisinya tidak licin akibat hujan, pasti lancar saja. Ini terbantu karena tidak hujan,” kata pemilik tinggi badan 158 cm ini.

Atraksi para polwan tersebut mampu memukau peserta upacara, termasuk Wakil Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu yang memimpin upacara Peringatan Hari Ibu tersebut. “Herannya tubuh mereka kan kecil-kecil gitu, tapi mampu mengendalikan motor gede,” puji Mbak Ita, sapaan akrab Hevearita.

Dikatakannya, pihaknya memang sengaja mengundang para polwan tersebut untuk berpartisipasi dalam Peringatan Hari Ibu di Balai Kota Semarang. Tujuannya, agar lebih berbeda dari peringatan tahun sebelumnya. “Memang saya komunikasikan dengan Dirlantas Polda Jateng, agar ada atraksi dari Polwan dan ternyata disanggupi,” katanya.

Mbak Ita mengapresiasi kemampuan para polwan yang memiliki keahlian dan keterampilan. Hal itu menunjukkan bahwa perempuan dan laki-laki memiliki peran dan kedudukan yang setara dalam mencapai tujuan negara. Termasuk memperjuangkan kesejahteraan di semua bidang pembangunan. “Semua perempuan di Kota Semarang harus menjadi wanita tangguh, meskipun sudah berumah tangga dengan status ibu rumah tangga,” katanya. (amu/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Meriah, Pameran Buku Konten Lokal

SALATIGA –Memperingati Hari Buku Nasional yang jatuh setiap tanggal 17 Mei, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga menggelar pameran buku konten lokal dan terbitan...

Apoteker Ajak Berantas Peredaran Obat Terlarang

SEMARANG–Maraknya peredaran obat terlarang seperti Pil Paracetamol Caffeine Carispodol (PCC), Trihex, Dextro dan lainnya, membuat Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Jawa Tengah gerah. Karena itu,...

Satpol PP Ragu-Ragu Bongkar Dua Warung

MAGELANG–Satpol PP Kota Magelang terpaksa membiarkan dua bangunan warung semi permanen di ruas Sidotopo, Kota Magelang, kemarin. Padahal, saat itu tengah berlangsung penertiban bangunan...

Dampingi Guru TK Peroleh Gaji

KENDAL—Ratusan guru TK di Kendal melakukan audensi ke DPRD Kendal. Para Guru TK merupakan eks pegawai kontrak bupati sejak 2005-2016. Mereka mengadukan nasibnya yang...

Uang Saku untuk Beli Miras

KEBUMEN – Tim Tindak Pidana Ringan (Tipiring) Polres Kebumen menangkap 20 pemuda yang tertangkap basah sedang menenggak minuman keras (miras). Sebanyak 6 orang di...

Operasi Simpatik, Tidak Ada Tilang

DEMAK-Polres Demak kemarin menggelar operasi simpatik Candi 2017. Operasi yang sedianya berlangsung hingga 21 Maret ini diharapkan dapat menyadarkan masyarakat dalam mentaati lalu lintas. Kapolres...