33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Ditemukan 63 Pengidap HIV/AIDS Baru

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang menemukan 63 pengidap HIV/AIDS baru hingga November 2017. Mereka tersebar di 19 kecamatan di Kabupaten Semarang.

Kepala Seksi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Kabupaten Semarang, Wahyono mengatakan bahwa para pengidap tersebut masih didominasi oleh ibu rumah tangga.

“Mereka ditemukan dari kegiatan Voluntary Counseling and Test (VCT) dan Provider Initiated Testing and Counseling (PITC) oleh petugas kesehatan di Puskesmas maupun di rumah sakit,” ujar Wahyono usai sosialisasi bahaya AIDS dan VCT bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Bupati Semarang, Jumat (22/12).

Dikatakannya, kedua layanan tes tersebut memang telah direkomendasikan oleh WHO untuk meningkatkan cakupan layanan tes HIV. Jika VCT menitikberatkan pada kesukarelaan warga, maka PITC itu ditawarkan oleh petugas, difasilitas layanan kesehatan secara rutin. “Jadi petugas kesehatan di Puskesmas atau rumah sakit dapat menawarkan tes HIV, jika menemukan pasien yang dicurigai mengidap HIV,” ujarnya.

Saat ini PITC dan VCT sudah dilakukan oleh petugas kesehatan di rumah sakit umum daerah dan sebelas Puskesmas yang ada di Kabupaten Semarang. Puskesmas itu antara lain di Desa Duren, Bergas, Tengaran, Bawen, Getasan, Bringin, Suruh, Susukan dan Pringapus. Wahyono juga mengimbau warga masyarakat yang memiliki risiko tinggi terkena HIV/AIDS untuk melakukan tes secara rutin.

Sehingga akan dapat diketahui perkembangan kesehatan warga yang bersangkutan. Sementara itu, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Semarang, Puguh Wijoyo Pakuwojo menjelaskan pada tahun 2030 ditargetkan seluruh pengidap HIV/AIDS harus dalam kondisi terbuka. Artinya, pengidap HIV/AIDS harus diketahui status dan datanya. “Saat ini dari hasil analisa diperkirakan ada 3.025 pengidap HIV/AIDS. Sedangkan yang telah diketahui kepastian statusnya sekitar 25 persen,” katanya.

Lewat VCT dan PITC ini diharapkan para pengidap HIV/AIDS yang tersembunyi dapat diketahui dengan pasti statusnya. Sehingga mereka dapat dibina untuk tidak menularkan kepada warga lainnya. “Jika semua pengidap sudah diketahui dan dibina, diharapkan pada tahun 2030 dapat tercipta getting zero penularan HIV/AIDS,” pungkas Puguh.

Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha yang hadir pada kesempatan itu mengatakan ASN harus memberikan keteladanan untuk masyarakat melalui VCT. “Kegiatan ini sebagai bentuk keteladanan para ASN untuk menggugah kesadaran masyarakat untuk peduli dan sadar bahaya penyakit AIDS,” kata Ngesti. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bermain Peran untuk Koperasi

RADARSEMARANG.COM - KOPERASI adalah kata yang sangat familiar bagi peserta didik. Di sekolah, di desa, di lingkungan tempat tinggal peserta didik dengan mudah dapat...

Bukti Masyarakat Tak Takut Teroris

Kita tidak boleh takut dengan aksi teror. Harus kita lawan dengan segala kemampuan yang kita miliki. Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji RADARSEMARANG.COM, SEMARANG –...

Hendi Berbagi Kebahagiaan di Rusunawa

SEMARANG-Ratusan penghuni Rusunawa Kaligawe Semarang bersuka cita. Saat menggelar prosesi penyembelihan hewan kurban, Jumat (1/9) kemarin, pukul 09.00, mendadak mereka disambangi oleh Wali Kota...

Baru 2000 Perusahaan Update Tenaga Kerja

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Perusahaan yang selama ini diwajibkan update atau wajib melaporkan kondisi terakhir tenaga kerjanya, tak perlu lagi datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan (TK). Sebab...

Antisipasi Sampah Membeludak

RADARSEMARANG.COM, SOLO-Sampah harian Kota Solo mencapai 260 ton per hari. Jumlah tersebut dipastikan bertambah saat arus mudik dan balik Lebaran. Sebab itu, petugas kebersihan...

UPK PNPM Salurkan Dana Sosial Rp 1,2 M

KENDAL—Ratusan warga Desa Sukolilan, Kecamatan Patebon, menyerbu bazar yang digelar PNPM Pedeseaan. Selain bazar juga disalurkan dana sosial dan dana alokasi desa (DAD). Dalam bazar...