33 C
Semarang
Rabu, 27 Mei 2020

Ditemukan 63 Pengidap HIV/AIDS Baru

Another

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang menemukan 63 pengidap HIV/AIDS baru hingga November 2017. Mereka tersebar di 19 kecamatan di Kabupaten Semarang.

Kepala Seksi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Kabupaten Semarang, Wahyono mengatakan bahwa para pengidap tersebut masih didominasi oleh ibu rumah tangga.

“Mereka ditemukan dari kegiatan Voluntary Counseling and Test (VCT) dan Provider Initiated Testing and Counseling (PITC) oleh petugas kesehatan di Puskesmas maupun di rumah sakit,” ujar Wahyono usai sosialisasi bahaya AIDS dan VCT bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Bupati Semarang, Jumat (22/12).

Dikatakannya, kedua layanan tes tersebut memang telah direkomendasikan oleh WHO untuk meningkatkan cakupan layanan tes HIV. Jika VCT menitikberatkan pada kesukarelaan warga, maka PITC itu ditawarkan oleh petugas, difasilitas layanan kesehatan secara rutin. “Jadi petugas kesehatan di Puskesmas atau rumah sakit dapat menawarkan tes HIV, jika menemukan pasien yang dicurigai mengidap HIV,” ujarnya.

Saat ini PITC dan VCT sudah dilakukan oleh petugas kesehatan di rumah sakit umum daerah dan sebelas Puskesmas yang ada di Kabupaten Semarang. Puskesmas itu antara lain di Desa Duren, Bergas, Tengaran, Bawen, Getasan, Bringin, Suruh, Susukan dan Pringapus. Wahyono juga mengimbau warga masyarakat yang memiliki risiko tinggi terkena HIV/AIDS untuk melakukan tes secara rutin.

Sehingga akan dapat diketahui perkembangan kesehatan warga yang bersangkutan. Sementara itu, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Semarang, Puguh Wijoyo Pakuwojo menjelaskan pada tahun 2030 ditargetkan seluruh pengidap HIV/AIDS harus dalam kondisi terbuka. Artinya, pengidap HIV/AIDS harus diketahui status dan datanya. “Saat ini dari hasil analisa diperkirakan ada 3.025 pengidap HIV/AIDS. Sedangkan yang telah diketahui kepastian statusnya sekitar 25 persen,” katanya.

Lewat VCT dan PITC ini diharapkan para pengidap HIV/AIDS yang tersembunyi dapat diketahui dengan pasti statusnya. Sehingga mereka dapat dibina untuk tidak menularkan kepada warga lainnya. “Jika semua pengidap sudah diketahui dan dibina, diharapkan pada tahun 2030 dapat tercipta getting zero penularan HIV/AIDS,” pungkas Puguh.

Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha yang hadir pada kesempatan itu mengatakan ASN harus memberikan keteladanan untuk masyarakat melalui VCT. “Kegiatan ini sebagai bentuk keteladanan para ASN untuk menggugah kesadaran masyarakat untuk peduli dan sadar bahaya penyakit AIDS,” kata Ngesti. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

More Articles Like This

Must Read

Kandangnya Bersusun, Diberi Pakan Fermentasi

Lima mahasiswa Universitas Tidar (Untidar) Magelang membuat inovasi menarik. Mereka membuat homestay khusus bagi domba-domba potong. Seperti apa? AGUS HADIANTO MASYARAKAT maupun peternak kambing biasanya memelihara...

PDI Perjuangan Turunkan Pasukan Elit

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - DPD PDI Perjuangan Jateng siap menurunkan Pandu Juang untuk mendukung pemenangan pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin dalam Pilgub Jateng 2018. Para Pandu...

DPC Dukung Penuh Sikap SBY

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Semarang mendukung penuh pelaporan Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Bareskrim Polri terkait pencemaran...

Produk Handmade untuk Anak Digemari

Berbagai produk handmade dinilai cukup potensial sebagai salah satu ladang bisnis, termasuk halnya handmade dolls. Kreativitas serta pemilihan bahan yang ramah anak menjadi salah...

Penanganan Pidana Anak Diistimewakan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Persoalan penanganan anak bermasalah dengan hukum akhirnya mengemuka dalam perbincangan publik maupun media sosial di Jateng. Belum lama ini, putusan banding terhadap pembunuh...

31 Juta Data Pemilih Tetap Misterius Dijadikan Bahan Hoax

JawaPos.com - Ketika pemilihan umum makin dekat, pesan-pesan keliru yang terkait dengan kepemiluan terus bermunculan. Termasuk soal daftar pemilih tetap (DPT). Belakangan, banyak yang...