33 C
Semarang
Sabtu, 30 Mei 2020

Budaya Literasi Bikin Mahasiswa Semakin Kritis

Another

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Budaya literasi atau membaca dan menulis menjadi hal penting yang harus dimiliki mahasiswa guna memajukan peradaban negara. Mengakarnya budaya literasi akan membuat mahasiswa terbiasa berpikir kritis dan melakukan telaah ulang atas segala hal yang ada di sekitarnya.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud Prof Dr Dadang Sunendar mengatakan, secara kultural masyarakat Indonesia belum memiliki budaya literasi yang tinggi. Masyarakat saat ini lebih sering menonton atau mendengar dibandingkan membaca, apalagi menulis.

“Tentu saja hal ini sangat mengkhawatirkan. Untuk itu perlu kita dorong budaya literasi ini, harus ditanamkan sejak dini kepada siswa. Tugas mahasiswa UPGRIS, terutama bagi calon guru, untuk bisa menumbuhkan budaya literasi ini,” ungkapnya dalam Seminar Nasional Literasi ‘Pemartabatan Bahasa Indonesia melalui Budaya Literasi dan Optimalisasi Iptek’ di kampus IV UPGRIS Jalan Gajah Semarang, Kamis (21/12).

Berdasarkan data statistik dari UNESCO tahun 2012, minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya, setiap 1.000 penduduk, hanya satu orang saja yang memiliki minat baca. Ia juga memberi gambaran tingkat membaca pelajar Indonesia yang masih sangat rendah berdasarkan hasil tes PISA dari tahun ke tahun.

Yakni urutan ke-39 dari 41 negara (2002), ke-39 dari 40 negara (2003), ke-48 dari 65 negara (2006), ke-57 dari 65 negara (2009), ke-64 dari 65 negara (2012), dan ke-69 dari 76 negara (2015). Tingkat membaca penduduk Indonesia tertinggal dari Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Singapura.

“Masyarakat belum terbiasa melakukan sesuatu berdasarkan pemahaman dari membaca, sehingga belum dapat mengaktualisasikan diri melalui tulisan. Masyarakat lebih sering menonton atau mendengar dibandingkan membaca apalagi menulis,” terangnya, dalam seminar yang digelar Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) UPGRIS tersebut.

Di sisi lain, Dadang mengatakan saat ini masyarakat kita belum memprioritaskan pengadaan kamus sebagai salah satu kebutuhan yang perlu dipenuhi. Sebab, kamus bukan hanya menunjukkan kekayaan kosakata, tetapi juga kekayaan budaya.

Badan Bahasa sejak tahun lalu, sambungnya, telah meluncurkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Edisi Kelima secara daring dan luring sebagai sumber rujukan dan sumber penggalian ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta peradaban Indonesia yang mudah diakses dan murah.

“Kami meminta peserta yang hadir di sini untuk membantu menyosialisasikan KBBI V Daring melalui alamat kbbi.kemdikbud.go.id agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas,” tandasnya.

Sementara, Ketua Panitia yang juga dosen FPBS UPGRIS Muchlis menuturkan, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat dan budaya literasi di kalangan mahasiswa.

“Selama ini kita melihat, rata-rata mahasiswa ini tidak suka membaca, apalagi menulis. Harapannya dengan ini budaya literasi tumbuh. Hal tersebut bisa dituangkan dalam bentuk apa saja, termasuk dalam cerpen, puisi, blogger atau novel,” pungkasnya. (tsa/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

More Articles Like This

Must Read

2018 Rasio Elektrikfikasi Ditarget Capai 98,35 Persen

SEMARANG-Rasio elektrifikasi atau jumlah rumah tangga berlistrik di wilayah PT  PLN Distribusi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta tahun 2017 meningkat 2,71 persen menjadi 96,22...

Tanya Jawab Agama Islam

Bersama DR KH Ahmad Izzuddin, M Ag Pengasuh Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah Wonosari Ngaliyan Semarang Dosen UIN Walisongo Semarang di Harian Jawa Pos Radar...

Semua Elemen Masyarakat Ikut Andil

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Menjadi sebuah pemandangan yang berbeda pada sore hari di lokasi pengecoran jalan di desa Bonomerto kecamatan Suruh kabupaten Semarang. Tampak terlihat...

Ahmad Muqowam Masuk Radar PPP

MUNGKID—Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Tengah Ahmad Muqowam masuk radar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk dicalonkan dalam sebagai gubernur Jateng. Di...

Profesor Egaliter untuk Yang Tanpa Kasir

Oleh: Dahlan Iskan Inilah profesor yang ideal: badannya langsing, tidak pernah masuk rumah sakit, tidak pernah minum obat, dekat dengan mahasiswa, egaliter, aktif di penelitian,...

HAMI Buka Pintu Semua Organisasi Advokat

SEMARANG - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) Kota Semarang resmi dilantik, Jumat (31/3) kemarin. Pengukuhan dilakukan oleh  Ketua DPD HAMI...