33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Berhasil Wujudkan Mandat Rakyat Menjadi Khodimul Ummah

Kaleidoskop 2017 Kabupaten Pekalongan, Masa Kepemimpinan Bupati Asip Kholbihi dan Wakil Bupati Arini Harimurti

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM – KEPEMIMPINAN Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi dan Wakil Bupati Pekalongan, Arini Harimurti selama tahun 2017, telah melahirkan banyak ide dan gagasan yang menarik untuk dicatat dan dipublikasikan. Paling fenomenal, gagasan besar paradigmatik Bupati Asip Kholbihi adalah inisiatif progresif mewujudkan mandat rakyat menjadi Khodimul Ummah.

Gagasan tersebut telah direalisasikan melalui program kerja yang manfaatnya telah dirasakan masyarakat luas Kabupaten Pekalongan, yakni Abang Rudi (Ayo Bangun Rumah Sendiri), The Beauty of Pekalongan Regency, Petungkriyono Cutural Techno Foresty Park yang oleh Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo disebut sebagai National Nature Heritage. Kemudian, Kartu Cerdas Kajen, Kartu Kajen Sehat, mobilisasi ASN berwisata bersama atau mass tourism, Berjumpa (Bersih Jumat Pagi), Salat Dzuhur Berjamaah di Masjid Pemkab Pekalongan, Mengaji Ba’da Maghrib, membebaskan Pajak Bumi dan Bangunan Warga Miskin.

Bangun Great Land Wall Rp 496 Miliar

Paling luar biasa adalah penanganan bencana banjir rob di Desa Mulyorejo, Desa Tegaldowo dan Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan pada Mei 2017 lalu atau satu bulan sebelum perayaan Idul Fitri 1438 H. Dengan anggaran Rp 2,4 miliar yang berasal dari APBD Kabupaten Pekalongan 2017, mampu menangani banjir rob dengan baik. Melalui pembangunan Tanggul Besar Gotong Royong (Great Land Wall) di Desa Mulyorejo sepanjang 860 meter dengan lebar 6 meter dan tinggi 9 meter.

Kini ketiga desa tersebut, tidak lagi mengalami musibah banjir, meski sebelumnya selama 12 tahun tergenang banjir rob. Karena itulah, Gubernur Ganjar Pranowo dan tim peneliti dari Rotterdam Univercity Belanda, mengapresiasi penanganan rob tersebut.

Pada 14 Desember 2017 kemarin, proyek penanggulangan bencana banjir dan rob berupa pembangunan tanggul raksasa senilai Rp 496 miliar di Kabupaten Pekalongan, resmi dimulai. Pembangunan proyek tersebut, ditandai dengan penandatangan kontrak kerja sama antara Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Diretorat Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementrian Pekerjaan Umum RI dan kontraktor, di lokasi bencana banjir rob, yakni Desa Jeruksari,

Jalan Petungkriyono Kian Mulus

Petungkriyono Cultural Techno Forestry Park, yang semula jalannya rusak dan gelap, kini sudah mulus. Sejak akhir 2017, jalan sepanjang 30 kilometer menuju objek wisata alam Petungkriyono, sudah mulus dan dipasang Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU).

Dengan demikian, suasana Petungkriyono di malam hari tetap terang benderang. Kini, lebih dari 10 ribu pengunjung datang ke Petungkriyono Cultural Techno Forestry Park, dan Rp 5 miliar uang yang beredar di Petungkriyono setiap bulannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

BRT Pintu Terbuka Melanggar SOP

SEMARANG - Ditemukannya Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang yang pintunya terbuka saat beroperasi,  dinilai melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP). Apalagi sejumlah penumpang dibiarkan...

Sesaji Rewanda Pikat Wisatawan Asing

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Gunungan nasi dan lauk yang dibungkus daun jati setinggi sekitar 2,5 meter ludes hanya beberapa menit menjadi rebutan ratusan warga dan wisatawan...

Bangkai Kapal Dharma Kencana II Tak Ditemukan

SEMARANG- Keberadaan bangkai Kapal Motor Penumpang (KMP) Dharma Kencana II yang mengalami musibah kebakaran hingga kini tak diketahui rimbanya. Tim pencarian yang melibatkan TNI...

Mirna Peroleh Penghargaan WTP BPK

KENDAL—Bupati Kendal Mirna Annisa, menerima penghargaan dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Jateng. Yakni berupa opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan hasil pemeriksaan...

Dua Pekan Jelang Puasa, Harga Pangan Naik

DEMAK-Lonjakan harga kebutuhan pokok terus mengalami peningkatan jelang bulan Ramadan. Pantauan Jawa Pos Radar Semarang di tempat Relokasi Pasar Mrangen, Kabupaten Demak, Selasa (9/5) kemarin, harga telur yang...

Tri Handayanto Jadi Korban Pelampiasan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Taufik Al Hakim, terdakwa kasus penganiayaan hingga menyebabkan warga Pekunden, Semarang Tri Handayanto meninggal dunia diancam pasal berlapis di Pengadilan Negeri...