31 C
Semarang
Jumat, 27 November 2020

Air Sungai Meluap, 8 Kelurahan Banjir

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Hujan lebat dua hari berturut-turut mengakibatkan sungai di Kendal meluap, membanjiri permukiman warga. Sebanyak delapan desa, terdampak luapan sungai Kali Kendal.

Penyebabnya, karena kondisi sungai dangkal lantaran sedimentasi tinggi. Luapan sungai menggenangi jalan dan permukiman warga setinggi 50 sentimeter. “Banjir seperti ini sudah rutin di sekitar bantaran sungai Kali Kendal,” kata Miftahul Amin warga Ngilir.

Setidaknya ada delapan kelurahan terdampak banjir yang terjadi akibat debit Sungai Kendal. Yakni Kelurahan Trompo, Sijeruk, Langenharjo, Kebondalem, Pegulon, Patukangan, Pekauman dan Ngilir di Kecamatan Kota Kendal. “Sudah langganan, jadi warga di sini tidak terlalu khawatir,” katanya.

Menurutnya, air luapan sungai mulai masuk ke permukiman dan rumah warga Kamis dinihari (21/12) kemarin. Warga mulai menyelamatkan barang-barang berharga terutama barang elektronik yang berada di bawah. “Barang-barang dinaikkan ke loteng dan lemari,” tandasnya.

Hal senada dikatakan Mustagfirin warga Gang Jujur Kelurahan Pekauman. Menurutnya, sejak November lalu sudah empat kali banjir. November tiga kali banjir dan Desember ini baru pertama. “Air mulai masuk habis subuh dan terus meninggi,” tambahnya.

Meski ketinggian air mencapai 50 sentimeter, namun warga tetap bertahan di rumah. Mereka hanya membendung rumah dengan karung ataupun kayu agar air tidak terlalu banyak masuk rumah. “Sudah menjadi langganan, makanya warga tidak mengungsi dan tetap beraktivitas,” tambahnya.

Banjir akibat luapan Sungai Kendal ini biasanya surut jika bendungan Trompo debit airnya surut. BPBD Kendal masih mendata jumlah kerugian akibat banjir dan terus memantau wilayah selatan Kendal. (bud/ida)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...