31 C
Semarang
Rabu, 12 Mei 2021

Gambar Karikatur untuk Pembelajaran Anekdot

RADARSEMARANG.COM – KURIKULUM 2013 merupakan kurikulum pengembangan dari kurikulum sebelumnya. Siswa diharapkan menguasai kompetensi- kompetensi yang sudah dirumuskan dalam silabus. Adapun penguasaan peserta didik meliputi aspek pengetahuan dan keterampilan. Permasalahannya pada aspek keterampilan, siswa harus bisa membuat atau menyusun teks, tetapi siswa masih mengalami kesulitan dalam menuliskan gagasan-gagasannya.

Teks anekdot adalah cerita singkat yang lucu dan mengesankan yang di dalamnya mengandung sindiran dengan menggunakan makna tersirat. Pada aspek penguasaan pengetahuan, peserta didik masih bisa mengikuti dengan cara memahami tentang struktur, kaidah kebahasaan maupun analisis anekdot. Tetapi ketika guru memberikan tugas untuk membuat teks anekdot mereka kehilangan ide untuk menuliskannya.

Ada perbedaan antara anekdot dan humor. Jika humor hanya bersifat menghibur dan tidak mempunyai tujuan tertentu, sedangkan anekdot cerita lucu yang di dalamnya ada tujuan tertentu yang berupa sindiran. Dengan demikian peserta didik harus mampu menciptakan humor /kelucuan yang di dalamnya ada sindiran terhadap objek yang diceritakan.

Berkaitan dengan penguasaan keterampilan menulis anekdot bisa diidentifikasi kesulitan yang dihadapi siswa yaitu siswa masih sulit membedakan antara humor dan anekdot, mencari bentuk-bentuk kelucuan yang mempunyai tujuan menyindir, minim dengan makna idiomatis sehingga sulit untuk menerapkannya, belum banyak memahami cerita berupa kritikan. Di samping itu, siswa lebih mudah membuat cerita humor tanpa tujuan tertentu, dan belum kritis terhadap permasalahan yang terjadi di sekitar kita untuk dijadikan teks anekdot. Solusi untuk menjawab menjawab permasalahan tersebut dengan memanfaatkan media gambar karikatur.

Media pada dasarnnya merupakan bentuk komunikasi yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima. Kegunaan media pendidikan antara lain mampu memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis, mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera, dan mengatasi sikap pasif anak didik.

Dengan sifat yang unik pada setiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa maka guru banyak mengalami kesulitan bilamana semuanya harus diatasi sendiri. Hal ini akan lebih sulit bila latar belakang lingkungan guru dengan siswa juga berbeda. Masalah ini dapat diatasi dengan media pendidikan.

Media karikatur adalah media pembelajaran yang efektif karena dapat dimengerti dan dinikmati oleh semua orang. Gambar karikatur berfungsi untuk meyampaikan pesan melalui gambar yang menyangkut indra penglihatan. Pesan yang disampaikan dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi visual. Simbol-simbol tersebut perlu dipahami dengan benar agar proses penyampaian pesan dapat berhasil dan efisien.

Media karikatur mudah didapatkan di media surat kabar dan majalah sehingga bisa dimanfaatkan pembelajaran di kelas. Dengan gambar karikatur yang diikuti dialog, siswa lebih mudah menerjemahkan bentuk-bentuk idiom yang bermakna. Sehingga pola penyajian urutan cerita yang berupa karikatur dapat disusun menjadi sebuah cerita anekdot.

Tidak ada media yang sempurna dalam kegiatan pembelajaran, tetapi paling tidak bisa menjembatani siswa dalam memahami suatu materi. Selain aspek pengetahuan, keterampilan siswa menulis anekdot sangat penting dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Semoga seuntai tulisan ini bermanfaat bagi anak didik kita. (*/aro)

Guru SMK Negeri 3 Jepara

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here