32 C
Semarang
Jumat, 25 Juni 2021

Atasi Kepatuhan Pemenuhunan Kewajiban Perpajakan, BPKAD Terapkan Layanan Pembinaan Pajak

Optimalisasi penerimaan pajak daerah melalui laporan keuangan entitas bisnis terus dilakukan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Magelang. Salah satu trobosan yang diterapkan tahun ini adalah pembinaan wajib pajak (WP) bagi yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam hal penyetoran pajak.

RADARSEMARANG.COMKegiatan ini dilegalkan dan memiliki payung hukum jelas. Yakni, Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas Perda Kota Magelang Nomor 16 Tahun 2011 Tentang Pajak Daerah. Serta Perwal Nomor 63 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Pemeriksaan Pajak Daerah.

Sasaran pelayanan ini adalah WP yang terlambat membayar pajak dalam masa Januari-September di tahun pajak 2017 atau menyetorkan pajak belum sesuai omzetnya yang dihitung dari pendapatan bruto. Para WP yang wajib menyetorkan pajak 10 persen telah memenuhi kriteria sebagai usaha yang mendulang omzet bruto Rp 15 juta per tahun sesuai aturan Perda. “Pelayanan ini sekaligus untuk menguji kepatuhan WP,” kata Kepala BPKAD Kota Magelang Larsita.

Larsita menyebutkan, tahun ini ada 4 WP yang dibina. Satu WP parkir, dua WP restoran dan satu WP hotel. Beragam faktor menjadi alasan WP, namun tak ditanggapi dengan emosi. Ia lebih memilih pendekatan persuasif sebagai solusinya. “Karena sebetulnya, kesadaran membayar pajak sudah ada, namun belum tepat waktu dan belum sesuai omzetnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ketetapan pajak hotel dan restoran sebesar 10 persen menjadi tanggungan konsumen yang mendapatkan pelayanan jasa. Sehingga, pengelola hotel dan restoran hanya menghimpunnya serta bertugas menyetorkan pajak daerah tersebut ke BPKAD Kota Magelang. “Saat ini, asumsi pengusaha masih dibebani dengan 10 persen itu. Padahal, mereka tidak kehilangan apa-apa. Yang membayar adalah konsumen dan kalau pajak tersebut tidak disetor, itu salah,” ungkapnya.

Mengubah mindset pengusaha memang tidak mudah. Melalui Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Magelang, ia melakukan sosialisasi. Kesempatan itu untuk meyakinkan kepada pengusaha agar menyetorkan pajak secara utuh, sebelum tanggal 15 setiap bulannya. Sebagai pengingat, ia membagikan papan imbauan berbahan akrilik yang dipasang dekat kasir. Termasuk pengawasan transaksi melalui tapping box yang dipasang di mesin billing cash.

“Harus memperbaiki manajemen keuangan juga. Jangan menghitung laba dari pendapatan netto, tapi harus bruto. Sehingga saatnya menyetor pajak, tidak merasa berat,” tuturnya.

Sebelum beraksi di lapangan, pihaknya mengumpulkan kelengkapan data-data WP. Kemudian proses pemeriksaan di lapangan membutuhkan waktu tujuh hari. Pembinaan WP ini ditangani dua tim, masing-masing terdiri dari tujuh orang. Tim pemeriksa pajak yang bertugas itu sudah mengikuti pelatihan audit pajak daerah di BPKP Perwakilan Jogja. Pihaknya juga menggandeng auditor dari kota.

Selanjutnya, jika terbit Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar (SKPDKB), para WP diminta untuk melunasi. “Seluruh WP yang mendapat SKPDKB menyadari dan menyanggupi untuk membayar. Tidak ada yang menolak.”

Di sisi lain, pihaknya menghadapi kendala dalam pemungutan pajak daerah. Masih ada WP yang belum menggunakan transaksi online. Padahal sistem ini sudah dibangun. Keuntungan dari pembayaran pajak secara online, mendorong WP menyetor tepat waktu, lebih aman, praktis, efektif dan efisien.

Larsita mengungkapkan, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Magelang Tahun 2017 sebesar Rp 218.085.185.000 2017. Realisasi per tanggal 21 Desember 2017 mencapai lebih dari Rp 222 miliar. Kemudian, pajak daerah yang disumbang dari restoran mencapai 113,93 persen dari target Rp 2.969.000.000 atau tercapai sekitar Rp 3.382.504.948. Sementara dari hotel menyumbang Rp 3.304.679.480 atau sekitar 104,61 persen dari target yang ditentukan Rp 3.159.000.000. Jumlah WP hotel ada 21, WP restoran termasuk kantin, usaha katering dan kafe sebanyak 107. (adv)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here