33 C
Semarang
Senin, 10 Agustus 2020

Jalur Lambat Disalahgunakan Pengendara Motor

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Masih maraknya pelanggaran penggunaan jalur lambat yang dilakukan oleh pengendara sepeda motor maupun mobil sebagai tempat parkir, membuat gerah Dinas Perhubungan Kota Magelang.

Pasalnya, jalur lambat sejatinya dikhususkan untuk pejalan kaki, sepeda dan becak. Dishub berulangkali mengadakan razia. Bahkan aksi simpatik dilakukan, Rabu (20/12) pagi kemarin di Alun-alun timur Magelang.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Magelang, Suryantoro, menjelaskan hingga kini sejumlah jalur lambat di Kota Magelang masih saja disalahgunakan dan dilanggar oleh pengguna kendaraan bermotor. Kondisi tersebut, seringkali memicu kecelakaan yang mengakibatkan korban luka-luka.

“Sampai saat ini masih ada pengguna jalan yang melanggar aturan dan menyerobot hak pengguna jalan lainnya. Contohnya kendaraan bermotor yang melewati jalur lambat dan penyeberang jalan yang tidak lewat jalur seharusnya,” kata Suryantoro.

Suryantoro mengatakan, informasi yang masuk dipihaknya, para pejalan kaki terpaksa harus menepi saat ada sepeda motor melintas di jalur lambat. “Dari masukan masyarakat, sering juga terjadi kecelakaan karena pengguna kendaraan bermotor yang melintas di jalur lambat. Ini cukup mengkhawatirkan,” pungkas Suryantoro.

Sementara Kabid Lalulintas dan Perparkiran, Chandra Wijatmiko Adi, menegaskan, pihaknya seringkali melakukan operasi gabungan terdiri dari Polres Magelang Kota, Satpol PP, dan TNI terhadap para pelanggar tersebut. Operasi gabungan, menurut Chandra, sangat penting agar ada penindakan secara tegas. Pasalnya, penindakan tegas hanya bisa dilakukan oleh aparat kepolisian, pihaknya hanya bisa melakukan peneguran dan mengingatkan saja.

“Setiap kali melakukan operasi baik ketertiban maupun operasi lalu lintas, selalu didapati ada pelanggar jalur lambat. Paling banyak pelanggaran berupa sepeda motor yang menggunakan jalur pejalan kaki. Beberapa tempat jalur lambat ada juga yang dipakai untuk parkir tapi tak banyak,” jelas Chandra.

Berbagai upaya untuk menyadarkan para pelanggar jalur lambat sudah diwujudkan dalam berbagai hal, dari pemasangan rambu larangan, imbauan, penilangan hingga aksi simpatik.

“Tapi memang penyebabnya adalah kurangnya kesadaran. Beberapa pelanggar juga hanya orang itu-itu saja, sudah dikasih tahu tapi masih saja melanggar. Meski demikian, kami tetap tidak lelah memberikan imbauan serta aksi simpatik,” papar Chandra.

Terkait jumlah jalur lambat di Kota Magelang, Chandra menjelaskan, terdapat di sepanjang Jalan Tidar, Jalan Tentara Pelajar, Jalan Pahlawan, dan sebagian Jalan A. Yani.

Untuk aksi #savejalurlambat, menurut Chandra, melibatkan para pejalan kaki, komunitas pesepeda, dan PKS MAN Kota Magelang. “Aksi simpatik ini berupa pembagian bunga kepada pengguna jalur lambat, sepeda, becak, penyeberang jalan yang menggunakan pelican cross dan zebra cross, serta penumpang angkutan umum,” beber Chandra. (cr3/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ajak Masyarakat Hindari Maksiat

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN - Sehari sebelum bulan Ramadan, Polres Pekalongan Kota memusnahkan ribuan botol minuman keras berbagai merek. Pemusnahan berlangsung di depan mapolres Jalan Diponegoro...

Kinerja Bank Jateng Jakarta Diapresiasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Ketua Komisi C DPRD Jateng Asfirla Harisanto mengapresiasi kinerja Bank Jateng Cabang Jakarta dalam 3 tahun terakhir ini yang bagus dan...

DPR Minta Pemerintah Konsisten Bela Petani

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Kebijakan impor beras yang dilakukan Kementerian Perdagangan RI menuai kritik keras dari DPR RI. Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPR...

Rem Blong, Tronton Tabrak Tiga Mobil

UNGARAN – Tiga mobil yang tengah melaju di Jalan Diponegoro Ungaran ringsek akibat di serudug truk tronton, Sabtu (6/5) malam. Diduga peristiwa tersebut lantaran...

Model Make-A Match Tingkatkan Membaca Huruf Jawa

MEMBACA merupakan salah satu aktivitas yang wajib dilakukan siswa dan guru. Berhasilnya siswa menyelesaikan tugas atau kewajiban di sekolah ditentukan oleh keterampilan membaca, termasuk...

Tong Eng Comeback!

SEMARANG – PSIS akhirnya berhasil mewujudkan ambisinya untuk membawa pulang gelandang sarat pengalaman, M Ridwan. Pemain yang akrab disapa Tong Eng ini kemarin resmi...