33 C
Semarang
Senin, 3 Agustus 2020

Serapan Anggaran 3 Pemda Rendah

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Serapan belanja tahun anggaran 2017 di tiga pemerintah daerah, yakni Pemerintah Kota Magelang, Pemerintah Kabupaten Magelang, dan Pemerintah Temanggung terbilang masih rendah. Hingga pertengahan Desember tercatat serapan baru mencapai angka 54 persen.

“Sampai sekarang masih di kisaran 54 persen serapannya. Tapi masih ada waktu hingga akhir bulan Desember 2017. Minimal bisa tercapai 90 persen hingga akhir tahun,” kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah Imam Subagyo usai penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2018 di Hotel Atria Magelang, Rabu (20/12).

Imam mengatakan, salah satu faktor penyebab rendahnya serapan anggaran di pemda tersebut yaitu penyampaian Surat Perintah Membayar (SPM) kepada pelaksana proyek di akhir-akhir tahun. “Biasanya penyampaian SPM terakhir-terakhir. Itu juga salah satu penyebab data serapan sampai ke kita rendah. Tapi biasanya sampai akhir bulan Desember bisa sampai 90 persen,” jelas Imam.

Serapan belanja anggaran di pemerintah daerah terdiri dari beberapa hal. Yaitu belanja pegawai, belanja barang, belanja modal, belanja sosial, dan belanja lainnya. Dana transfer ke daerah dan dana desa yang diserahkan pada 3 pemda ini senilai Rp 3,6 triliun. “Dari tiga pemerintah daerah ini, rata-rata belanja pegawai sudah mencapai 88 persen, belanja barang 75 persen, belanja modal 54 persen, dan paling bagus belanja sosial mencapai 96 persen. Belanja modal itu seperti untuk membangun gedung, jalan, irigasi, insfrastruktur lainnya. Jika belanja modal rendah berarti pembangunan di suatu daerah belum optimal,” jelas Imam.

Sementara, Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito dalam kesempatan tersebut mengajak kepada seluruh pemerintah daerah agar semakin cerdas mengelola anggaran. “Dari tahun ke tahun, serapan anggaran pasti di akhir tahun dan baru 50 persen, ini termasuk rendah. Padahal bulan Desember ini adalah tahapan akhir perencanaan yang sudah disusun,” kata Sigit.

Selain itu, menurut Sigit, program kerja pemerintah juga harus ditata dengan baik, sehingga begitu anggaran ditetapkan, saat akhir tahun bisa diserap 80-90 persen. Untuk mempercepat penyerapan anggaran 2018, saat ini Pemkot Magelang mulai mengadakan lelang empat proyek fisik pembangunan. “Kalau tidak salah ada empat proyek, total nilainya sekitar Rp 4-5 miliar. Langkah ini boleh karena ini salah satu cara mempercepat serapan anggaran,” beber Sigit. (cr3/ton)

Berita sebelumyaMeriah, Temu Juragan Colt Diesel
Berita berikutnyaUsai Magang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Masyarakat Lebihi Kapasitas, Atlet Terganggu

RADARSEMARANG.COM - Gedung Olahraga (GOR) Tri Lomba Juang (TLJ), Mugas ini, telah menjadi kebanggaan masyarakat dan para atlet Kota Semarang sejak resmi dibuka Selasa...

Buku Pelajaran dan Fiksi Paling Diminati

DEMAK - Pameran buku yang dihelat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemkab Demak ramai setiap hari. Tercatat 250 hingga 300 orang pengunjung mendatangi arena pameran....

Varian Vario Paling Diminati

SEMARANG – Honda Vario menjadi kendaraan yang paling diminati masyarakat Jateng saat ini. Sepanjang tahun lalu, di 22 kabupaten wilayah pemasaran main dealer Astra...

Luncurkan Beras Premium Sachet

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) terus mempromosikan beras premium kemasan 200 gram. Rencananya beras yang dikemas dalam bentuk sachet atau renteng...

Mengandalkan Kreativitas Bubur Remas 

Oleh Dahlan Iskan Setelah anak-menantu-cucu ke Makkah tinggal saya dan istri di Madinah. Kesakitan. Tergolek di tempat tidur. Mereka terus memonitor sakit saya. Saya bisiki istri...

UNBK Dorong Siswa Peserta Ujian Jujur

DEMAK-Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) menjadi salah satu cara untuk mendorong siswa peserta ujian agar berperilaku jujur. Hal ini disampaikan Bupati Demak HM Natsir...