Jalur Lambat Disalahgunakan Pengendara Motor

  • Bagikan
DITERTIBKAN : Anggota Dishub Kota Magelang menegur pengendara sepeda motor yang melintasi jalur lambat, Rabu (20/12) kemarin saat gelar aksi simpatik di kawasan Alun-alun Timur Kota Magelang. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)
DITERTIBKAN : Anggota Dishub Kota Magelang menegur pengendara sepeda motor yang melintasi jalur lambat, Rabu (20/12) kemarin saat gelar aksi simpatik di kawasan Alun-alun Timur Kota Magelang. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Masih maraknya pelanggaran penggunaan jalur lambat yang dilakukan oleh pengendara sepeda motor maupun mobil sebagai tempat parkir, membuat gerah Dinas Perhubungan Kota Magelang.

Pasalnya, jalur lambat sejatinya dikhususkan untuk pejalan kaki, sepeda dan becak. Dishub berulangkali mengadakan razia. Bahkan aksi simpatik dilakukan, Rabu (20/12) pagi kemarin di Alun-alun timur Magelang.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Magelang, Suryantoro, menjelaskan hingga kini sejumlah jalur lambat di Kota Magelang masih saja disalahgunakan dan dilanggar oleh pengguna kendaraan bermotor. Kondisi tersebut, seringkali memicu kecelakaan yang mengakibatkan korban luka-luka.

“Sampai saat ini masih ada pengguna jalan yang melanggar aturan dan menyerobot hak pengguna jalan lainnya. Contohnya kendaraan bermotor yang melewati jalur lambat dan penyeberang jalan yang tidak lewat jalur seharusnya,” kata Suryantoro.

Suryantoro mengatakan, informasi yang masuk dipihaknya, para pejalan kaki terpaksa harus menepi saat ada sepeda motor melintas di jalur lambat. “Dari masukan masyarakat, sering juga terjadi kecelakaan karena pengguna kendaraan bermotor yang melintas di jalur lambat. Ini cukup mengkhawatirkan,” pungkas Suryantoro.

Sementara Kabid Lalulintas dan Perparkiran, Chandra Wijatmiko Adi, menegaskan, pihaknya seringkali melakukan operasi gabungan terdiri dari Polres Magelang Kota, Satpol PP, dan TNI terhadap para pelanggar tersebut. Operasi gabungan, menurut Chandra, sangat penting agar ada penindakan secara tegas. Pasalnya, penindakan tegas hanya bisa dilakukan oleh aparat kepolisian, pihaknya hanya bisa melakukan peneguran dan mengingatkan saja.

“Setiap kali melakukan operasi baik ketertiban maupun operasi lalu lintas, selalu didapati ada pelanggar jalur lambat. Paling banyak pelanggaran berupa sepeda motor yang menggunakan jalur pejalan kaki. Beberapa tempat jalur lambat ada juga yang dipakai untuk parkir tapi tak banyak,” jelas Chandra.

Berbagai upaya untuk menyadarkan para pelanggar jalur lambat sudah diwujudkan dalam berbagai hal, dari pemasangan rambu larangan, imbauan, penilangan hingga aksi simpatik.

“Tapi memang penyebabnya adalah kurangnya kesadaran. Beberapa pelanggar juga hanya orang itu-itu saja, sudah dikasih tahu tapi masih saja melanggar. Meski demikian, kami tetap tidak lelah memberikan imbauan serta aksi simpatik,” papar Chandra.

Terkait jumlah jalur lambat di Kota Magelang, Chandra menjelaskan, terdapat di sepanjang Jalan Tidar, Jalan Tentara Pelajar, Jalan Pahlawan, dan sebagian Jalan A. Yani.

Untuk aksi #savejalurlambat, menurut Chandra, melibatkan para pejalan kaki, komunitas pesepeda, dan PKS MAN Kota Magelang. “Aksi simpatik ini berupa pembagian bunga kepada pengguna jalur lambat, sepeda, becak, penyeberang jalan yang menggunakan pelican cross dan zebra cross, serta penumpang angkutan umum,” beber Chandra. (cr3/lis)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *