31 C
Semarang
Rabu, 12 Mei 2021

Pengelolaan Wisata Kurang Optimal

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – DPRD menyorot masih besarnya potensi wisata di Jateng yang belum digarap maksimal. Padahal, setidakinya ada sekitar130 desa wisata dengan berbagai kelebihan masing-masing. Jika semua dikelola dengan bagus, jelas akan berdampak pada ekonomi masyarakat.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng, Yudhi Sancoyo, mengatakan, Provinsi Jateng memiliki banyak potensi wisata tapi belum dikelola dengan baik dan benar. Ia mencontohkan objek wisata pantai di perbatasan Jateng-Jatim di Kabupaten Rembang yang belum dikelola secara optimal. “Masyarakat setempat masih belum terbiasa mengelola wisata. Padahal, wisata pantai pasir putih di utara jawa itu sangat bagus,” katanya.

Ia menambahkan, untuk itu, perlu promosi wisata bekerjasama dengan pihak swasta agar objek wisata bisa populer. Selain itu harus memanfaatkan media social agar bisa dikenal kalayak public dengan cepat. “Di provinsi Jateng ini ada sekitar 120-130 desa wisata. Ini jumlah yang cukup banyak,” ujarnya.

Selama ini, ada kendala dalam pengelolaannya yakni masih minim ketersediaan angkutan/ moda transportasi ke desa wisata itu. Pihaknya, berharap pemerintah daerah dapat mengatasi persoalan tersebut sehingga desa wisata bisa banyak dikunjungi wisatawan. Meski begitu, Jateng pun dapat berbangga karena saat ini Desa Ponggok di Klaten menjadi desa wisata terbaik di Indonesia. “Oleh karena itu, penting adanya penyusunan raperda pengelolaan desa wisata agar bisa mendongkrak kepariwisataan daerah,” tambahnya.

Ketua Komisi B DPRD Jateng, Chamim Irfani mengatakan, potensi desa wisata sangat besar. Baik wisata alam, maupun wisata buatan sudah mulai menyebar hampir di desa-desa Jateng. Bahkan, banyak desa yang mulai memanfaatkan potensi desanya karena memiliki keuikan sendiri. “Banyaknya desa wisata ini harus dioptimalkan, agar bisa meningkatkan perekonomian warga,” katanya. (fth/zal)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here