Desa Suruh Menuju Desa Modern

  • Bagikan
TUNJUKKAN PERMAINAN : Anisah sekretaris Tazmania (Komunitas Bermain Anak Indonesia) desa Suruh menunjukkan sejumlah permainan yang biasa digunakan untuk bermain bersama anak-anak desa Suruh
TUNJUKKAN PERMAINAN : Anisah sekretaris Tazmania (Komunitas Bermain Anak Indonesia) desa Suruh menunjukkan sejumlah permainan yang biasa digunakan untuk bermain bersama anak-anak desa Suruh

RADARSEMARANG.COM, SURUH – Desa Suruh Kecamatan Suruh dengan segala potensi dan program yang dimiliki tengah bergerak menuju Desa modern. Beberapa program unggulan di Desa ini diantaranya ada pendidikan anak-anak berbasis permainan edukatif.

Untuk yang satu ini, anak-anak usia 2 hingga 6 tahun dikenalkan dengan abjad dan angka lewat sejumlah permainan. MelaluiTazmania atau Komunitas Bermain Anak Indonesia, anak-anak diajarkan berbagai pengetahuan dasar dengan cara yang menyenangkan. ”Ada sekitar 20an anak yang mengikuti kegiatan ini setiap Senin, Rabu, dan Jumat,” ujar Anisah, sekretaris Tazmania desa Suruh kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Basuki (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Basuki (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Menariknya, sementara anak-anak belajar mengenal pelajaran dasar, para ibu dari anak-anak ini diberi pelatihan dan pengetahuan tentang berbagai macam hal, salah satunya pengetahuan tentang parenting. Sehingga, diharapkan para ibu-ibu di Desa Suruh bisa menjalankan peran sebagai orang tua dengan baik dan menghasilkan generasi yang cemerlang dikemudian hari. ”Ini saling berkatian. Jadi dalam pelatihan ini ibu-ibu juga diajarkan untuk memasak, mengurus anak dan pengetahuan lainnya berkaitan denganparenting yang baik,” jelas Anisah.

Selain belajar, Desa ini dikatakan Anisah, juga memiliki kegiatan yang bernama Dokar Bobo atau Dolanan karo Bocah-bocah. Dalam kegiatan ini anak-anak diajak untuk mengenal berbagai macam permainan tradisional. Tujuannya, agar anak-anak tidak melupakan permainan tradisional sementara mereka sudah hidup di dunia modern dengan permainan yang sarat dengan kemajuan teknologi. ”Mengikuti perkembangan teknologi tapi juga tidak melupakan permainan tradisional,” tegasnya.

Basuki, Kasi Pemerintahan Desa Suruh menambahkan bahwa memang Desa Suruh sedang mencanangkan diri menjadi Desa Layak Anak dengan program-program yang sangat memperhatikan anak-anak ini. Selain Desa layak anak, desa ini, lanjutnya, juga menjadi Desa Edukasi dan Literasi. “Untuk yang literasi, kita memiliki perpustakaan dan juga audiovisual. Pemanfaatannya adalah untuk pelatihan melalui live streaming,” bebernya.

Memang menarik, Desa ini telah mengadakan sejumlah pelatihan kepada warga dengan cara live streaming. Beberapa pelatihan tersebut diantaranya ada pelatihan pembuatan tahu bakso yang langsung diisi oleh pembuat tahu bakso terkenal di Kabupaten Semarang.

”Sebelumnya kita diberitahu apa yang perlu disiapkan, kemudian pas hari H kita tinggal praktik berdasar apa yang ditayangkan. Pelatihan ini juga bersifat interaktif, sehingga ketika ada warga yang kurang jelas bisa menanyakan langsung kepada pelatihnya, lewat streaming itu,” kata dia.

Selain pelatihan ibu-ibu, pemanfaatan audio visual ini juga dilakukan untuk saling bertukar informasi dengan daerah lain. Biasanya, pertukaran informasi tentang cara pengajaran anak yang baik dari daerah lain. Terakhir, dikatakan Basuki, Desa ini saling bertukar informasi dengan daerah di luar Jawa.

”Kepala Desa Suruh menginginkan agar desa ini menjadi desa maju yang tidak gaptek. Kita berharap agar semua ini bisa berkembang dan cita-cita bersama kami menjadikan desa ini makin maju bisa tercapai,” harap Basuki. (sga/bas)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *