33 C
Semarang
Jumat, 18 September 2020

Takut Bencana Susulan, Warga Mengungsi Saat Hujan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, BANYUMAS – Pasca longsor di Grumbul Ciwaras Desa Cihonje Kecamatan Gumelar yang menyebabkan dua rumah ambruk, warga yang berada di dekat lokasi tebing setinggi 50 meter memilih mengungsi saat hujan turun kembali, Senin (18/12) sore. Sebab tebing di dekat permukiman masih rawan longsor susulan walaupun material longsor dan puing rumah yang rusak sudah dibersihkan.

Kepala Desa Cihonje Sarnoto menjelaskan, sebanyak 26 rumah di Desa Cihonje terkena dampak longsor dan banjir sungai, Minggu (17/12) sore lalu. Dua rumah di antaranya rata dengan tanah setelah diterjang tebing yang longsor tersebut dan satu rumah jebol setelah pohon dengan diameter 50 sentimeter. “Pembersihan material longsor dan lumpur yang masuk ke rumah dilakukan warga, Polres Banyumas, TNI, Tagana, BPBD, Ubaloka, Linmas, Senkom dan pihak lain yang ikut dalam kegiatan sejak usai kejadian. Namun pembersihan belum tuntas karena cuaca tidak mendukung dan banyaknya material yang harus dibersihkan,” jelasnya.

Menurut dia, walaupun sudah ada penanganan, sekitar 10 keluarga mengungsi karena masih turun hujan lebat dan khawatir terjadi longsor susulan. Warga mengungsi ke rumah kerabat yang jauh dari lokasi longsor dengan membawa perabotan. “Ada sekitar 10 KK yang mengungsi karena takut terjadi longsor susulan. Selain pemilik rumah yang rata dengan tanah, juga warga lain yang berada di dekat tebing dan yang rumahnya kemasukan air dan lumpur,” jelasnya.

Komandan Tagana Banyumas Ady Chandra mengatakan, longsor dan banjir di wilayah Gumelar terjadi di 12 titik. Yang terparah adalah di wilayah Grumbul Ciwaras Desa Cihonje. Pihaknya melakukan pengecekan usai kejadian namun karena kondisi sudah malam pelaksanaan pembersihan dilakukan pagi harinya.

Bencana longsor juga membuat jalur utama penghubung Kecamatan Gumelar dan Pekuncen putus total. Selain tebing longsor dan menutup jalan, badan jalan di perbatasan Desa Cihonje dan Kedungurang Kecamatan Gumelar juga ambles.

Kapolsek Gumelar AKP Suparman menjelaskan, hujan deras selain menyebabkan longsor yang menimpa rumah warga, juga menyebabkan tebing setinggi 30 meter longsor menutup jalan di jalur utama penghubung Gumelar dengan Pekuncen. Di jalan tersebut, ada tiga titik longsor, dua tebing longsor menutup jalan dan satu titik jalan ambles. “Arus kendaraan dari arah Gumelar atau ke Pekuncen juga tertutup. Warga yang akan ke Gumelar harus memutar lewat Ajibarang atau lebih jauh sekitar 10 kilometer lebih,” ujarnya. (gus/jpg/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Orangtua Siswa SMKN 3 Polisikan Guru

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Belum reda duka atas kematian guru di Madura yang dianiaya muridnya, kini muncul kasus baru antara guru dan murid di Semarang. Kali ini,...

Minat Pembiayaan Handphone Tinggi

SEMARANG – Minat masyarakat Kota Semarang untuk menggunakan jasa lembaga pembiayaan kredit elektronik saat ini sangat tinggi. Salah satu produk yang banyak disasar adalah...

Tujuh Pasangan Mesum Dirazia

KEBUMEN – Tepergok sedang ngamar di hotel kelas melati, 7 pasangan tidak resmi dijaring Polres Kebumen. Saat itu Polres Kebumen tengah melaksanakan operasi penyakit...

Balita Terjun dari Lantai 3 Rusunawa

SEMARANG - Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Kaligawe kembali menelan korban jiwa. Kali ini, Wandafa Albiansyah, bocah berusia 3 tahun tewas terjatuh dari lantai 3...

Bakar Kapal, Hormati yang Telah Meninggal

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Ratusan umat TITD Kelenteng Tiong Gie Tong atau Cetiya Setia Budi Jalan Jagalan 48 Semarang, melakukan ritual Ulambana. Yakni, dengan membakar replica kapal...

Hingga November 6 Kasus Kematian Ibu

SALATIGA - Dalam upaya menekan angka kematian ibu dan anak yang masih fluktuatif, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga mengadakan pertemuan peningkatan koordinasi kelompok sayang ibu...