Pelajar Terpencil Terima Beasiswa

694
BERI BEA SISWA : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, membagikan beasiswa pelajar SMA dari desa terpencil di Kecamatan Petungkriyono. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERI BEA SISWA : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, membagikan beasiswa pelajar SMA dari desa terpencil di Kecamatan Petungkriyono. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Dalam upaya menekan angka putus sekolah pada pelajar yang hidup di perdesaan atau daerah terpencil, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, membagikan beasiswa bagi para pelajar. Mulai dari SMA hingga perguruan tinggi selama satu tahun penuh.

Bahkan Bupati Asip juga memberikan bea siswa untuk belajar ke luar negeri. Terutama siswa yang dinilai mampu dan berdampak pada perubahan di desanya. Seperti Andhika, 16, pelajar SMA Negeri Petunhkriyono kelas XII, akan dikirim ke Korea Selatan (Korsel) usai menyelesaikan pendidikannya di SMA Negeri Petungkriyono.

Hal itu dilakukan oleh Bupati Asip, ketika mengunjungi Desa Petungkriyono, Selasa (19/12) kemarin, melakukan survei dengan rombongan tamu dari Korsel. Bupati Asip nengungkapkan bahwa pada tahun 2018 nanti, akan ada 5 perguruan tinggi didirikan di Kabupaten Pekalongan, yakni IAIN Pekalongan, AKN, Perguruan Tinggi NU, Politeknik NU dan salah satu perguruan tinggi bekerjasama dengan Undip.

Menurutnya dengan adanya 5 perguruan tinggi di Kabupaten Pekaongan, bukan saja melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas dengan pendidikan yang bagus, namun berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraanen masyarakat sekitar.

“Saat ini pembangunan gedung IAIN sedang dikerjakan. Tahun pelajaran 2018/2019 sudah dimulai operasionalnya, sehingga akan ada puluhan ribu mahasiswa di Kabupaten Pekalongan,” ungkap Bupati Asip.

Bupati Asip juga mengatakan bahwa dengan diberikannya beasiswa pada pelajar dari daerah terpencil, mendorong para untuk membangun desa dan tidak mencari pekerjaan di kota besar seperti Jakarta dan kota lainnya.

Menurutnya banyak potensi ekonomi di desa. Sedangkan sekarang ini, ditunjang oleh dana desa yang nilainya rata-rata Rp 1 miliar per desa, jika dikelola dengan baik. Maka akan berdampak pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan pada masyarakat desa.

“Harapan kami ke depan, para pemuda menjadi SDM yang berkualitas dengan pendidikan tinggi, mereka bisa bekerja di desanya, membangun desanya, dan tidak lagi bekerja di kota besar. Tahun mendatang, Pemkab akan mengirimkan Andhika pemuda Petunkriyono ke Korea, agar bisa membangun Petungkriyono menjadi lebih baik,” kata Bupati Asip. (thd/ida)