33 C
Semarang
Jumat, 7 Agustus 2020

Pelajar Terpencil Terima Beasiswa

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Dalam upaya menekan angka putus sekolah pada pelajar yang hidup di perdesaan atau daerah terpencil, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, membagikan beasiswa bagi para pelajar. Mulai dari SMA hingga perguruan tinggi selama satu tahun penuh.

Bahkan Bupati Asip juga memberikan bea siswa untuk belajar ke luar negeri. Terutama siswa yang dinilai mampu dan berdampak pada perubahan di desanya. Seperti Andhika, 16, pelajar SMA Negeri Petunhkriyono kelas XII, akan dikirim ke Korea Selatan (Korsel) usai menyelesaikan pendidikannya di SMA Negeri Petungkriyono.

Hal itu dilakukan oleh Bupati Asip, ketika mengunjungi Desa Petungkriyono, Selasa (19/12) kemarin, melakukan survei dengan rombongan tamu dari Korsel. Bupati Asip nengungkapkan bahwa pada tahun 2018 nanti, akan ada 5 perguruan tinggi didirikan di Kabupaten Pekalongan, yakni IAIN Pekalongan, AKN, Perguruan Tinggi NU, Politeknik NU dan salah satu perguruan tinggi bekerjasama dengan Undip.

Menurutnya dengan adanya 5 perguruan tinggi di Kabupaten Pekaongan, bukan saja melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas dengan pendidikan yang bagus, namun berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraanen masyarakat sekitar.

“Saat ini pembangunan gedung IAIN sedang dikerjakan. Tahun pelajaran 2018/2019 sudah dimulai operasionalnya, sehingga akan ada puluhan ribu mahasiswa di Kabupaten Pekalongan,” ungkap Bupati Asip.

Bupati Asip juga mengatakan bahwa dengan diberikannya beasiswa pada pelajar dari daerah terpencil, mendorong para untuk membangun desa dan tidak mencari pekerjaan di kota besar seperti Jakarta dan kota lainnya.

Menurutnya banyak potensi ekonomi di desa. Sedangkan sekarang ini, ditunjang oleh dana desa yang nilainya rata-rata Rp 1 miliar per desa, jika dikelola dengan baik. Maka akan berdampak pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan pada masyarakat desa.

“Harapan kami ke depan, para pemuda menjadi SDM yang berkualitas dengan pendidikan tinggi, mereka bisa bekerja di desanya, membangun desanya, dan tidak lagi bekerja di kota besar. Tahun mendatang, Pemkab akan mengirimkan Andhika pemuda Petunkriyono ke Korea, agar bisa membangun Petungkriyono menjadi lebih baik,” kata Bupati Asip. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ajang Bank Jateng Borobudur Marathon

MUNGKID—Gelaran Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2017 pada 19 November 2017 mendatang, ditargetkan bakal diikuti 10.000 peserta. Baik dari dalam maupun luar negeri. “Kami...

Untuk Semua Lapisan

UNTUK SEMUA LAPISAN:Aktivitas pelaku UMKM yang bergerak di bidang batik saat produksi di Sanggar Batik Semarang 16, Desa sumberejo,Kelurahan meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang,...

Wihaji Ajak Bangga Jadi Orang Batang

BATANG – Selama ini masyarakat Batang kadang tidak percaya diri dengan daerahnya. Untuk itu, Bupati Batang Wihaji meminta fenomena ini perlu diubah pola pikirnya....

Abu Bakar Ba’asyir Bebas dan Hoax Salam Dua Jari

JawaPos.com - Pembebasan bersyarat Ustad Abu Bakar Ba'asyir langsung menjadi bahan hoax. Tiba-tiba beredar foto Ba'asyir yang sedang berpose sambil mengangkat telunjuk dan ibu...

Penjualan Terios Melonjak Tajam

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Penjualan Daihatsu All New Terios melonjak tajam. Begitu juga dengan penguasaan pasar di kelas Sport Utility Vehicle (SUV) medium. Bahkan, pada Juni 2018...

Tak Minder, Selalu Yakin dan Penuh Syukur

MESKI sama-sama tak dilengkapi penglihatan atau tuna netra, tak menghalangi Murtiningsih dan Maridi dalam membina rumah tangga. Keduanya tidak pernah merasa minder dengan kekurangannya...