33 C
Semarang
Selasa, 27 Oktober 2020

Jaksa Ajukan Banding atas Vonis 9 Taruna

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Jaksa gabungan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang akhirnya mengajukan banding atas perkara yang menjerat sembilan terdakwa taruna tingkat III Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang yang diduga melakukan pengeroyokan hingga menyebabkan tewasnya Brigadir Taruna Dua Muhammad Adam.

Hal tersebut disampaikan Kasi Penerangan hukum Kejati Jateng, Sugeng Riyadi. Adapun kesembilan terdakwa tersebut adalah Joshua  Evan Dwitya Pabisa, Reza Ananta Pribadi, Indra Zulkifli Pratama Ruray, Praja  Dwi Sutrisno, Aditia Khaimara Urfan, Chikitha Alviano Eka Wardoyo, Rion Kurnianto, Erik Aprilyanto dan Hery Avianto.

“Untuk 9 terdakwa sudah kami koordinasikan dengan bidang Pidana Umum (Pidum) dan kami menyatakan mengajukan banding,”kata Sugeng Riyadi saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (19/12)

Sedangkan untuk kelima terdakwa lainnya, yakni Rinox Lewi Wattimena, Christian Atmadibrata Sermumes, Gibrail Charthens Manorek, Martinus Bentanone dan Gilbert Jordi Nahumury Al Jordi, dikatakan Sugeng, pihaknya masih pikir-pikir untuk berkoordinasi dengan pimpinan, karena masih cukup waktu. “Yang lima lagi, sementara masih pikir-pikir. Nanti perkembangannya kami beritahu,”ujarnya.

Kuasa hukum Joshua  Evan Dwitya Pabisa, Broto Hastono, mengaku, telah mengetahui upaya banding jaksa tersebut. Pihaknya menyatakan tetap pada pembelaan semula. Ia menegaskan, kalau KUHP pasal 170 ayat 1 tentang pengeroyokan tidak dapat diterapkan dalam perkara tersebut. Sehingga, menurutnya, putusan yang tepat adalah bebas atau setidak-tidaknya lepas.

“Padahal sejak putusan dijatuhkan di tingkat pertama para terdakwa sudah menyatakan tidak mengajukan banding, karena majelis hakim menganggap pidana yang dijatuhkan adalah sebagai pembinaan,  tetapi mengapa jaksa harus banding, padahal tidak ada alasan hukum yang mendasar,”kata Broto Hastono saat dikonfirmasi koran ini.

Terpisah, Koordinator Komunitas Peduli Hukum (KPH) Semarang, MF Yanwar, mengaku prihatin atas kasus tersebut. Ia melihat seolah ada perlakuan istimewa dibandingkan dengan kasus penganiayaan yang menimpa warga biasa tanpa pangkat dan kedudukan. Namun demikian, ia tidak ingin berandai-andai lebih jauh. Menurutnya, hukum paling adil adalah hukum akhirat.

Sebelumnya, majelis hakim PN Semarang yang dipimpin Casmaya, didampingi dua hakim anggota, yakni Edy Suwanto dan Suparno, manjatuhkan pidana selama enam bulan penjara terhadap 9 terdakwa. Sedangkan satu terdakwa Rinox, oleh majelis hakim yang dipimpin Abdul Halim Amran didampingi dua hakim anggota, yakni Manungku Prasetyo dan Pudji Widodo divonis pidana selama 7 bulan penjara.

Berbeda dengan Christian yang divonis pidana selama 1 tahun. Sedangkan hikuman yang lebih rendah dijatuhkan kepada tiga terdakwa lainnya, yang divonis pidana selama 6 bulan 20 hari. Keempatnya divonis majelis hakim yang dipimpin Antonius Widijantono. (jks/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...