33 C
Semarang
Selasa, 27 Oktober 2020

Dibohongi PT Waskita, Warga Blokir Proyek Tol

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL-Puluhan warga  dari tiga desa di Kecamatan Ringinarum, Kendal melakukan aksi pemblokiran proyek jalan tol Semarang-Batang, Selasa (19/12). Mereka menanam pohon pisang di tengah proyek tol yang tengah dalam pengurukan. Pemblokiran itu dilakukan lantaran warga merasa telah dibohongi PT Waskita  Karya  selaku pelaksana  proyek.

Koordinator lapangan, Sukis Jureg, mengatakan, belasan warga itu berasal dari Desa Tegorejo, Wungurejo dan  Ringinarum, Kecamatan  Ringinarum, Kendal. Mereka menutup jalan dengan cara  menanam pohon pisang di jalan yang dilewati truk proyek tol. Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes kepada PT Waskita Karya yang dinilai ingkar janji. Sebelumnya, PT Waskita Karya menjanjikan akan memberikan uang ganti rugi kepada para petani tembakau yang gagal panen akibat terkena debu proyek tol.

“Adanya proyek tol ini mengakibatkan tanaman tembakau di sekitar lokasi rusak terkena debu,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin (19/12).

Karena telah dirugikan, para petani akhirnya mengajukan protes ke PT Waskita selaku pelaksana. “Mereka (PT Waskita) menyanggupi akan memberikan ganti rugi karena petani banyak yang gagal panen,” tandasnya.

Akhirnya, kedua belah pihak membuat kesepakatan bersama. Surat kesepakatan yang ditandatangani pada 23 Oktober 2017 lalu itu berisi kesanggupan PT Waskita Karya memberikan  uang ganti rugi yang akan dibayarkan pada tiga  minggu ke depan atau sekitar pertengahan November 2017. Namun  kenyataannya  hingga kini, belum ada  kejelasan.  Tentu saja, warga   menjadi berang hingga nekat memblokade jalan dengan menanam pohon pisang.

“Warga  kecewa karena janji  PT Waskta  Karya  membayar kompensasi ganti rugi tanaman tembakau tak kunjung dilakukan,” katanya.

Samsudin, tokoh masyarakat Wungurejo mengaku, warga telah dibohongi PT Waskita Karya. Sebab, kesepakatan sudah ditandatangani antara perwakilan  petani  dari tiga desa dengan PT Waskita  Karya. “Warga   tidak menuntut lebih, hanya  menuntut haknya  sesuai  dengan kesepakatan bersama, namun  sampai sekarang  sudah ditanyakan jawabnya  masih dalam proses,” ujar Samsudin

Humas PT  Waskita  Karya  seksi  III, Andika , mengatakan, tuntutan  warga  di tiga  desa tadinya  minta  kompensasi sebesar  Rp 2 miliar. Namun  berdasarkan  perhitungan  ulang  dari PT Waskita Karya, hanya Rp  500 juta. Akibatnya, proses pencairan  agak lama  karena terdapat data yang berbeda.

Dikatakan, warga  minta kompensasi satu  lupit  sebesar Rp  10 juta. Padahal kerusakan  tanaman  tembakau bukan  murni karena terkena  debu proyek jalan tol. “Saat ini  masih dalam  proses, diharapkan masyarakat untuk bersabar, kami lagi menghitung ulang  terkait dengan  jumlah  luasan lahan pertanian yang terdampak dari pembangunan jalan tol,” kata  Andika. (bud/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...