33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Desa Menuntut, LPMP Lakukan Tes Ulang

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Para kepala desa di Kendal menuntut agar tes seleksi perangkat desa yang digelar oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) diulang. Pasalnya tes yang dilakukan dengan sistem Computer Assesment Test (CAT) dinilai banyak ketimpangan.

Demikian disampaikan Ketua Paguyuban Kepala Desa Kendal, Bambang Utoro di sela Rapat Koordinasi bersama Sekda Kendal di Pendopo Kendal. Banyaknya ketimpangan ini, ia menilai LPMP tidak profesional. Bahkan, tes yang digelar LPMP, dinilainya, tidak sebanding dengan biaya yang sudah dikeluarkan desa sebesar Rp 740 juta untuk menggelar tes secara serentak.

“Kenyataan di lapangan, LPMP tidak mempersiapkan secara baik sehingga banyak masalah yang merugikan peserta, panitia dan desa. Para kepala desa menghendaki LPMP untuk dilakukan tes ulang,” katanya, Selasa (19/12) kemarin.

Hal mencolok, tandasnya, tes tidak dilakukan secara serentak. Yakni tes digelar dalam tiga sesi. Selain waktu tes yang molor hingga tengah malam. “Malah ada yang terlewat harinya, karena sudah lewat tengah malam hasilnya baru keluar,” tambahnya.

Selain itu, banyak temuan, soal yang diberikan pada peserta calon perangkat desa jumlahnya tidak sama. “Belum lagi ditemukan ada peserta yang bisa melakukan ujian susulan, ujian dua kali dan sebagainya,” tambahnya.

Kepala Desa Purworejo, Kecamatan Ringinarum, Ali Muhtadi mengaku banyak dirugikan. Tes yang sedianya digelar pukul 08,00, ternyata baru bisa dimulai pukul 12.00. “Sehingga ini sudah di luar jadwal,” katanya.

Sementara itu saat dikonfirmasi, perwakikan dari LPMP Jateng, Yuli mengaku jika tes sudah dilakukan sesuai ketentuan. Permintaan tes ulang yang dilontarkan Ketua Paguyuban Kades Bambang Utoro menurutnya sangat tidak berdasar. “Semua sudah mengikuti mekanisme yang ada,” timpalnya.

Soal pelanggaran Perbup (Peraturan Bupati), pihaknya menolak dengan tegas, test dilaksanakan serentak satu hari dan itu tidak melanggar Perbup. “Semua sudah sesuai mekanisme, tes dilaksanakan serentak satu hari dan sehari ada 3 sesi sudah disepakati oleh panitia penjaringan,” ujar Yuli.

Pihaknya menegaskan tidak ada persoalan, semua sudah diselesaikan saat itu juga dan masing-masing pihaknya sudah menandatangani berita acara dengan disetujui oleh panitia tingkat desa. (bud/ida)

  1. Di perbup 51 menyebutkan bahwa pelaksanaan tes dilaksanakan selama 1 hari, untuk soalnya, karena saya juga sebagai peserta, ada 80 soal TKD dan 30 soal TKB.

  2. Sebagai Peserta Saya Keluhkan:
    1. Ada soal dobel lebih dari sekali
    2. Ada soal yang jawabanya benar-benar salah dan jawabanya ada yang ganda seperti dibawah ini:
    Penulisan salam pembuka yang benar adalah…
    A. Dengan Hormat
    B. Dengan hormat
    C. Dengan hormat
    D. Dengan Hormat,
    (jawaban di atas tidak ada yang benar karena yang benar “Dengan hormat,”)
    3. Setiap 5-10 menit server disconect-conect
    4. Soal tidak menjurus ke bidang.
    Contoh:.
    – seragam pns pada hari tertentu memakai apa? (2 soal di bidang sekdes)
    – jam kerja sesuai pemerintah kendal mulai jam berapa sampai jam berapa? (bidang sekdes)
    * seharusnya tidak mengapa ada soal seperti di atas ..
    tetapi penempatanya mengapa berada di kompetensi bidang? apa tidak ada soal lain yang
    lebih bermutu sesuai BIDANGNYA mengingat poin di bidang lebih banyak.
    5. masuk ruangan tidak di periksa, cuman di liatin kartu tes sama identitas.
    6. boleh keluar ke wc (di wc tidak ada penjagaan) setelah kembali tidak di periksa lagi.
    7. jadwal seharusnya jam 11.00 tetapi mulai 12.30.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Faskes Libur, Buka Posko Pengobatan Gratis

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Imbas libur panjang Natal dan tahun baru banyak fasilitas kesehatan yang dimungkinkan libur. Padahal fasilitas kesehatan sangat diharapkan oleh masyarakat yang...

Pemprov Sederhanakan Perizinan Usaha

SEMARANG – Pemprov Jateng bersama pemerintah kabupaten/kota menggagas rencana aksi penyederhanaan perizinan usaha. Hal tersebut dilakukan guna mengatasi sistem tata kelola pemerintahan yang berpotensi...

Sinyal ROTASI

SEMARANG – Head coach PSIS, Subangkit, memberikan sinyal melakukan rotasi komposisi pemainnya ketika melakoni laga lanjutan Liga 2 menjamu PPSM Magelang di Stadion Jatidiri...

Sehari, Tujuh Warga Menjanda

KEBUMEN—Kasus perceraian di Kebumen mengalami lonjakan. Gugat cerai dari pihak istri masih mendominasi. Panitera  (PA) Kebumen, Miftahul Jannah mencatat, kasus perceraian meliputi cerai talak...

Terus ke Timur Mengejar Matahari

Oleh: Dahlan Iskan Ayolah kita mulai. Kata saya. Pada empat orang yang ada di masjid itu. Saya bisa khotbah. Kata saya lagi. Kalau tidak ada...

Hoax Sapi Jumbo Milik Presiden Jokowi Batal Dikurbankan

JawaPos.com – Proses penyembelihan sapi milik Presiden Jokowi di Solo menjadi perbincangan. Butuh usaha ekstra lantaran sapinya sangat besar dan tingkahnya agresif. Kondisi itu...