26 C
Semarang
Senin, 7 Juni 2021

Belajar Menghormati dari Kekompakan Ganjar-Heru

SEMARANG – Hubungan kepala daerah dan wakilnya banyak yang tidak harmonis, bahkan sejak beberapa bulan setelah dilantik. Namun selama empat tahun lebih bekerja memimpin Jawa Tengah, Gubernur Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Heru Sudjatmoko selalu terlihat kompak dan harmonis. Tidak pernah ada sekali pun isu kerenggangan hubungan atau beda pendapat dalam memutuskan sesuatu.

Menurut Heru Sudjatmoko, kunci membina hubungan baik ini adalah rasa saling menghormati dan memahami posisi masing-masing. Tidak mudah, karena usia Heru justru jauh lebih senior dibanding Ganjar. Heru saat ini berusia 66 tahun, sedangkan Ganjar 49 tahun.

Namun Heru bersyukur, Ganjar yang lebih muda pun tidak pernah meninggalkan dirinya ketika memutuskan sesuatu.

“Pak gubernur banyak mengajak saya diskusi sebelum memutuskan kebijakan, saya yang lebih senior merasa dihormati. Tapi saya juga tahu posisi, niat saya membantu beliau, jadi ya harus menyesuaikan,” katanya dalam wawancara melalui telepon, Selasa (19/12).

Heru tidak merasa kesulitan menyelaraskan gerak langkah dengan Ganjar yang relatif cepat dan dinamis dalam memimpin pemerintahan. Selain sama-sama satu partai, pengalaman Heru yang pernah menjabat wakil bupati turut membantu penyesuaian tersebut.

“Sebelum jadi Bupati Purbalingga, saya pernah jadi wakil jadi sudah tahu. Awalnya dulu ya belajar,” jelasnya.

Hal paling penting dalam penyelarasan kepala daerah dan wakil, menurut Heru, adalah manajemen perasaan. Ia sangat memahami bahwa wakil kepala daerah adalah posisi nomor dua di struktur pemerintahan.

“Pada suatu kesempatan saya sedang bersama kepala dinas otomatis perhatiannya ke saya, tiba-tiba pak gubernur datang ya otomatis perhatian semuanya ke beliau, ini memang memposisikan perasaan tidak gampang, hal-hal kecil seperti ini yang biasana bikin hubungan renggang,” paparnya.

Selama menjadi wakil gubernur, Heru ternyata paling berkesan ketika melihat Ganjar pidato. Gaya Ganjar yang selalu bersemangat dan memikat audiens, menurutnya, adalah keunggulan alamiah sebagai pemimpin.

Latest news

Garuda Ayolah

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here