33 C
Semarang
Rabu, 21 Oktober 2020

Tinggal di Rumah Reyot, Anwar Lumpuh, Sumiati Buta

Pasutri Anwar-Sumiati, Potret Warga Miskin di Sayung, Demak

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

Pasangan suami istri (pasutri) Anwar dan Sumiati, warga Dukuh Pilang RT 3 RW 5, Desa Pilangsari, Kecamatan Sayung ini adalah salah satu warga miskin di Kabupaten Demak. Keluarga ini tinggal di gubug reyot yang jauh dari layak. Seperti apa?

WAHIB PRIBADI, Demak

DILIHAT dari potret kehidupan Anwar dan Sumiati ini memang sungguh menyayat hati. Keluarga ini sedang dalam kondisi sulit secara ekonomi. Tidak hanya itu. Anwar sebagai kepala rumah tangga menderita kelumpuhan sejak tujuh bulan terakhir. Sedangkan, istrinya, Sumiati, mengalami kebutaan sejak 4 tahun ini. Praktis, keduanya tidak bisa bekerja. Dampaknya, salah satu anaknya terpaksa putus sekolah.

Keluarga kategori miskin ini menempati sebuah dapur ukuran 3 x4 meter persegi. Tepatnya di rumah bagian belakang Mbah Ngatirah, ibu kandung Sumiati atau mertua Anwar. Kondisi dalam rumah kecil yang bersambung menjadi satu dengan rumah kayu nenek Ngatirah ini jauh dari layak untuk ditempati. Selain berdinding anyaman bambu yang sudah lapuk dibalut terpal, lantainya juga masih alami atau berupa tanah liat. Terdapat dua kamar di dalamnya. Kamar itu dijadikan sebagai ruang istirahat Anwar dan Sumiati, serta tiga anaknya. Yakni, Eka Widiatutik, Eva Dewi Putri Siskanada, dan Bagus Hermawan.

Eka sudah lulus sekolah dari Madrasah Aliyah (MA) Hidayatul Mubtadiin, Desa Bulusari, Kecamatan Sayung. Ia kini bekerja di sebuah pabrik pengolaha kayu triplek (playwood) di kawasan Pedurungan, Semarang. Putri kedua, Eva Dewi, siswi kelas 1 MA Hidayatul Mubtadiin yang dalam perkembangannya terpaksa putus sekolah, karena faktor ekonomi keluarga. Eva sekarang membantu kakaknya, Eka, bekerja di pabrik kayu triplek tersebut. Sedangkan, adiknya, Bagus Hermawan, masih tercatat sebagai siswa kelas 2 SDN Blerong.

Saat koran ini mengunjungi rumah Anwar dan Sumiati, keduanya kebetulan masih “mengungsi” atau tetirah sementara di rumah orang tua Anwar, di Desa Blerong, Kecamatan Guntur. Mereka pindah sejak rumahnya terendam banjir beberapa bulan lalu. Karena itu, kemarin koran ini hanya bisa bertemu dengan Mbah Ngatirah (mertua Anwar) dan adik iparnya, Sodikin, 27.

Menurut Sodikin, kakaknya Sumiati dan Anwar sementara tinggal di Desa Blerong, sekitar 15 km dari Desa Pilangsari. Sesekali mereka pulang ke Desa Pilangsari. Namun, kondisi mereka yang lagi menderita sakit menyulitkan mobilitasnya sehari-hari.

Sodikin menceritakan, kondisi kakak iparnya itu sebelumnya sehat-sehat saja. “Dia ikut kerja sebagai tukang las di daerah Pucanggading, Mranggen. Biasanya kerja ngelas pembuatan papan reklame, pagar rumah dan lainnya. Itupun, bekerja kalau pas ada order saja. Kalau tidak ada order ya di rumah,”ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...