SEMARANG – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berencana bergabung dengan Partai Gerindra dan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk mengusung mantan Menteri ESDM, Sudirman Said dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang. DPW PKS Jateng sudah mengirimkan surat ke DPP untuk segera menurunkan rekomendasi.

Ketua DPW PKS Jateng, Kamal Fauzi menjelaskan, saat ini DPP PKS sedang memproses dan menunggu hasil rapat yang dilakukan dewan pimpinan partai. “Yang jelas, nanti calon kepala daerah yang diusung PKS akan diundang di Jakarta untuk menerima Surat Keputusan itu,” katanya, Senin (18/12).

Meski begitu, pihaknya belum bisa memastikan kapan akan dilakukan pengumuman dan siapa yang direkomedasikan oleh DPP. Diperkirakan, pengumuman akan dilakukan awal Januari 2018. Yang pasti, pihaknya sudah mengajukan sejumlah nama ke DPP. “Kami sudah usulkan nama Sudirman Said. Peluang Pak Sudirman memang paling besar untuk didukung PKS,” jelasnya.

Sementara untuk calon wakil gubernur, Kamal mengaku, belum lama ini pihaknya memang diminta Sudirman Said untuk mengusulkan nama sebagai wakilnya. Tapi dari hasil rapat internal partai, para kader menghendaki untuk tidak mengajukan. “Kalau PKS, kami sudah menawarkan ke kader-kader lewat proses Pemira, kayaknya mereka pada nggak bersedia. Sehingga kita harapkan dari partai lain saja,” katanya.

Selain itu, PKS juga berharap, bahwa wakil Sudirman lebih baik tetap dari unsur mainstream Islam. Yaitu dari kader PKB maupun kader NU. “Dari NU dan PKB kita ajak disitu, masuk koalisi. Memang koalisi secara resmi kan belum terbentuk. Semoga koalisi lebar lah. Partai nasionalis dan muslim bisa bergabung di situ,” imbuhnya.

Dia pun tidak menggubris mengenai wacana Partai Golkar yang mewacanakan akan membentuk poros baru. Menurutnya, itu hanya untuk memeriahkan suasana mendekati pendaftaran bakal calon ke KPU. “Kalau poros baru untuk dinamisasi nggak masalah, kan selama ini adem-adem saja. Jadi biar ramai lah,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Desk Pilkada sekaligus Sekretaris DPD Partai Gerindra Jateng, Sriyanto Saputro menjelaskan, pihaknya menghargai wacana yang dilontarkan Partai Golkar. Sebab hal itu adalah kewenangan internal partai masing-masing.

“Tapi itu kan baru sebatas wacana, kan kenyataannya komunikasi antar parpol seperti yang disampaikan Nusron Wahid juga belum jalan. Kami pun juga tidak terbatas pada tiga partai ini (Gerindra, PAN, PKS), kita juga lakukan komunikasi ke PKB dan PPP,” ujarnya. (amh/ric)