33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Longsor karena Kerusakan Lingkungan Cukup Parah

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

LONGSORNYA tebing di kawasan penambangan gunung Merapi, mengindikasikan kerusakan lingkungan semakin parah. Diduga kuat, kawasan yang rusak tersebut, merupakan bekas kegiatan penambangan oleh sebuah perusahaan.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kedu, kawasan tersebut diketahui wilayah titik Ngudi Lestari. Berada di area antara Bego Pendem dan Cawang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Beberapa bulan lalu, daerah tersebut diduga kuat dikelola oleh perusahaan penambangan terbesar di Kabupaten Magelang.

Saat ini, di lokasi tersebut, juga masih ada beberapa alat berat yang beroperasi. “Itu area bekas usaha pertambangan. Seharusnya direklamasi,” kata sumber koran ini. Seharusnya, kata dia, kegiatan pascatambang wajib diikuti oleh kegiatan reklamasi. Tujuannya, untuk meminimalisasi terjadinya kerusakan lingkungan.

Ketua Daerah Walhi Jogja, Parlan, menyebut, longsor yang menimbun sejumlah orang di areal pertambangan, bukti kerusakan lingkungan di kawasan gunung Merapi semakin parah. “Bukti kerusakan lingkungan itu, salah satunya bencana.”

Menurut Parlan, hal itu tidak lepas dari lemahnya pemerintah dalam melakukan pengawasan. “Kalau misal itu legal, maka kontrol dan pengawasan dari pemerintah lemah. Kalaupun ilegal, semakin tambah lemah kontrol dari pemerintah.”

Terkait kejadian longsor, Direktur Walhi Jateng, Ed Ismail menambahkan, ketidakpastian terkait pengawasan regulasi penambangan, menjadi persoalan yang berakibat sistemik. “Jika pengawasan lemah, kerusakan lingkungan akan semakin parah. Jika sudah parah, maka kejadian seperti itu akan sering terjadi,” kata Ed.

Longsor yang berujung pada tewasnya para penambang, sambung Ed, bukan hanya sekali terjadi. Namun, merupakan rentetan kejadian yang berulang-ulang. “Perizinan hingga kegiatan pascatambang itu kan satu paket yang harus dilakukan. Ada tim pengawas yang bekerja, seharusnya meminimalisasi kerusakan lingkungan.”

Selain itu, katanya, pemangku kebijakan juga perlu melakukan edukasi kepada para pelaku penambangan. Sehingga mereka mengetahui tingkat kerawanan kegiatan penambangan dan ancaman di wilayah Merapi. (vie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Praperadilan dalam Perspektif HAM

MASALAH Praperadilan akhir-akhir ini mewarnai pemberitaan media massa. Yang paling baru tentu saja adalah praperadilan yang diajukan oleh Setya Novanto terkait dengan penetapan statusnya...

Tunda Pembangunan GOR dan Kurangi Gaji PLKB

DPRD Kabupaten Magelang bersama Bupati Magelang menyetujui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Tahun 2018 dalam rapat   paripurna, akhir pekan lalu. Beberapa catatan diberikan...

Kurang Albumin, Tumbuh Kembang Anak Tak Optimal

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kandungan albumin yang ada di dalam ikan gabus ternyata memiliki segudang manfaat bagi kesehatan. Bahkan menurut riset, kandungan albumin dalam ikan...

Sandy Tumiwa Siap Angkat Budaya Jateng

SEMARANG - Setelah lama tak terlihat di ingar bingar dunia hiburan tanah air, artis kawakan Sandy Maulana Malik Ibrahim Tumiwa alias Sandy Tumiwa rupanya...

Wakil Limbangan Siap Tampil

KENDAL - Meskipun berada di daerah pinggiran, sekolah- sekolah di Kecamatan Limbangan tidak boleh dipandang sebelah mata. Pasalnya dari daerah  yang sebagian besar wilayahnya...

Ekspresi Seni Kegiatan Ekstrakurikuler

WONOSOBO – Perpisahan siswa kelas IX SMP Negeri 1 Wonosobo diisi dengan acara pentas seni yang menghadirkan semua wali murid dan siswa di gedung...