14.9 C
Munich
Sabtu, 31 Oktober 2020

Kenaikan Harga Masih Wajar

Menarik

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

SEMARANG – Menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Jateng rutin menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar modern dan tradisional. Sidak itu untuk memastikan ketersediaan bahan pokok mencukupi hingga pertengahan Januari 2018 mendatang. Termasuk mengontrol kenaikan harga agar tidak naik terlalu signifikan.

Sidak ritel modern dilakukan di Swalayan ADA Setiabudi Semarang, Senin (18/12). Kepala Dinperindag Jateng, Arif Sambodo didampingi timnya, mengecek seluruh bahan pokok yang ditampilkan disana. Mulai dari beras, telur, sayur, buah, minyak, gula, hingga parsel.

Pada sidak itu, Dinperindag Jateng tidak menemukan ada yang janggal. Meski ada harga yang naik, tapi masih tergolong wajar. “Menjelang Natal dan Tahun Baru biasanya harga cenderung naik. Karena itu kami cek langsung ke lapangan. Memang ada fluktuatif harga, terutama telur ayam. Di sini (ADA Setiabudi) Rp 22.500 per kilogram. Masih wajar,” paparnya.

Harga bawang merah yang belakangan naik cukup drastis, lanjutnya, sudah mulai stabil. Bahkan cenderung turun. Saat ini berkisar antara Rp 18 ribu-Rp 20 ribu per kilogram. Begitu juga dengan bawang putih.

Di ADA Setiabudi, Arif juga mengecek implementasi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 27 Tahun 2017 tentang Harga Eceran Tertinggi (HET). Minyak curah kemasan, gula kemasan, dan beras kemasan, tidak ada yang melebihi HET yang ditentukan. “Pada kemasan beras juga sudah diberi keterangan harga dan jenisnya. Jadi pembeli bisa membedakan mana beras premium dan beras medium. Ini juga sudah diatur dalam Permendag 57 Tahun 2017,” terangnya.

Pada kesempatan itu, pihaknya juga mengecek parsel, terutama yang berisi bahan makanan. Pengecekan itu dilakukan untuk memastikan tanggal kedaluarsa, ada kemasan kaleng yang penyok atau tidak, hingga label keterangan komposisi dan SNI. “Sementara ini tidak ditemukan yang tidak sesuai aturan,” bebernya.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Terbaru

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...