Arifin Mustofa (IST)
Arifin Mustofa (IST)

MAGELANG–Kalangan DPRD Kota Magelang mendorong Pemkot Magelang untuk mengevaluasi izin tempat hiburan, utamanya karaoke. Menyusul kejadian pengeroyokan dan tewasnya petugas keamanan Happy Puppy karena pengaruh miras.

Ketua Komisi A DPRD Kota Magelang, Arifin Mustofa, Senin (18/12) kemarin, mengatakan, evaluasi penting untuk menghindari terulangnya kejadian pengeroyokan dan tewasnya petugas keamanan di salah satu tempat karaoke.

“Sebab, kejadian di Happy Puppy cukup mencoreng nama Kota Magelang. Terlebih, melibatkan petugas keamanan setempat. Jika memang kejadian tersebut dipengaruhi oleh miras, kita akan minta aparat Satpol PP maupun pihak kepolisian untuk gencar melakukan penertiban peredaran miras,” beber politisi PKS tersebut.

Arifin menegaskan, pihaknya mendukung upaya Satpol PP untuk terus menyisir dan merazia tempat-tempat rawan beredarnya miras di Kota Sejuta Bunga. Terlebih, menurut Arifin, sesuai Perda Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pengendalian, Pengawasan, Pembinaan terhadap Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol, diatur di pasal 23.

“Bahwa setiap orang dilarang memproduksi, memasukkan, menyimpan, menjual, mengedarkan, dan juga mengkonsumsi minuman beralkohol. Kota Magelang adalah zona 0 persen alkohol. Sanksi juga sudah tegas.” Untuk itu, Arifin juga meminta peran masyarakat untuk melaporkan kegiatan maupun informasi mengenai adanya peredaran miras kepada Satpol PP maupun polisi. Mari kita jaga suasana kondusif di Kota Magelang.”

Terkait kejadian yang melibatkan petugas keamanan di Happy Puppy, Arifin meminta seluruh pengelola tempat karaoke agar memperbaiki manajemennya. Arifin juga meminta agar manajemen tempat karaoke, berani menolak pengunjung yang kedapatan membawa atau sudah mengonsumsi alkohol. “Kami imbau agar manajemen bisa mengeluarkan larangan tegas. Kalau memang tidak bisa, ya nanti kita minta evaluasi izinnya.” (cr3/isk)