TANPA CAMPURAN : Sartini, 44, pembuat Gula jawa di Desa Krandon Lor kecamatan Suruh sedang menata gula jawa yang dipesan oleh pembeli.
TANPA CAMPURAN : Sartini, 44, pembuat Gula jawa di Desa Krandon Lor kecamatan Suruh sedang menata gula jawa yang dipesan oleh pembeli.

SURUH – Desa Krandon Lor Kecamatan Suruh terus mendorong produksi gula Jawa yang ada di daerahnya. Gula jawa yang dibuat tanpa menggunakan bahan campuran ini, diharapkan bisa memiliki pasar yang luas dan menjadi identitas produk dari Desa Krandon Lor.

Kepala Desa Krandon Lor Saiful Hadi diwakili istrinya Endah Sulistyowati megatakan bahwa terdapat rencana membuat semacam umkm yang tujuanya untuk menampung para pembuat gula di desa ini. Melalui UMKM produksi gula tidak hanya dalam bentuk gula jawa batok kelapa namun akan ada berbagai macam inovasi melalui pengembangan bersma.

”Nanti mungkin akan dibuat semacam gula semut, kemudian dibuat dengan varian rasa. Akan kami kembangkan agi ke depannya,” jelas Endah kepada Jawa Pos Radar Semarang saat ditemui di kediamannya.

Saiful Hadi (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
Saiful Hadi (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

Sayangnya, para pembuat gula terkendala dengan musim untuk meghasilkan nira dari kelapa. Di musim hujan seperti saat ini, hasil nira dikatakan oleh Endah tidak sebanyak seperti biasanya.”Kadang bisa juga bau. Selain itu sekarang banyak yang menjual dalam bentuk degan,” keluhnya.

Kesungguhan mengembangkan gula jawa di Desa ini dibuktikan dengan sejumlah studi banding yang dilakukan ke beberapa wilayah. Dengan melihat tempat lain memproduksi gula jawa dengan segala jenis inovasinya, Desa ini berharap bisa meniru dengan memodifikasi sehingga bisa menciptakan inovasi yang baru.”Kami berharap ada bantuan alat yang menunjang untuk produksi ini sehingga pembuat gula di sini bisa semakin maju. Selanjutnya, bisa menjadi produk unggulan dan ciri khas Desa ini,” kata dia.

Selama ini produk buatan warga di sini selain di pesan oleh orang-orang di sekitar, juga dikirim ke daerah Boyolali. Di Boyolali, gula jawa buatan warga Krandon Lor biasanya digunakan untuk membuat jamu gendong.

”Harus bisa berkembang. Kami juga akan sinergikan dengan program lain di PKK. Di sini juga ada produk lain berupa keripik dansing. Keripik daun singkong. Untuk yang ini Alhamdulillah hampir mencapai Nasional,” jelasnya.

Sartini, 44, pembuat gula jawa di desa ini  mengatakan bahwa saat ini pembuat gula jawa di Desa Krandon Lor tidak sebanyak sebelumnya. Sebab, tidak sedikit pemilik pohon kelapa yang lebih memilih menjual kelapa dalam bentuk degan daripada mengolahnya menjadi gula jawa. Pun dirinya membuat gula jawa hanya ketika ada pesanan. ”Ini ada pesanan untuk membuat gula jawa sebanyak 60kg,” kata dia. (sga/bas)