33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Desa Penghasil Gula Jawa

Desa Krandon Lor, Kecamatan Suruh

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

SURUH – Desa Krandon Lor Kecamatan Suruh terus mendorong produksi gula Jawa yang ada di daerahnya. Gula jawa yang dibuat tanpa menggunakan bahan campuran ini, diharapkan bisa memiliki pasar yang luas dan menjadi identitas produk dari Desa Krandon Lor.

Kepala Desa Krandon Lor Saiful Hadi diwakili istrinya Endah Sulistyowati megatakan bahwa terdapat rencana membuat semacam umkm yang tujuanya untuk menampung para pembuat gula di desa ini. Melalui UMKM produksi gula tidak hanya dalam bentuk gula jawa batok kelapa namun akan ada berbagai macam inovasi melalui pengembangan bersma.

”Nanti mungkin akan dibuat semacam gula semut, kemudian dibuat dengan varian rasa. Akan kami kembangkan agi ke depannya,” jelas Endah kepada Jawa Pos Radar Semarang saat ditemui di kediamannya.

Saiful Hadi (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
Saiful Hadi (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

Sayangnya, para pembuat gula terkendala dengan musim untuk meghasilkan nira dari kelapa. Di musim hujan seperti saat ini, hasil nira dikatakan oleh Endah tidak sebanyak seperti biasanya.”Kadang bisa juga bau. Selain itu sekarang banyak yang menjual dalam bentuk degan,” keluhnya.

Kesungguhan mengembangkan gula jawa di Desa ini dibuktikan dengan sejumlah studi banding yang dilakukan ke beberapa wilayah. Dengan melihat tempat lain memproduksi gula jawa dengan segala jenis inovasinya, Desa ini berharap bisa meniru dengan memodifikasi sehingga bisa menciptakan inovasi yang baru.”Kami berharap ada bantuan alat yang menunjang untuk produksi ini sehingga pembuat gula di sini bisa semakin maju. Selanjutnya, bisa menjadi produk unggulan dan ciri khas Desa ini,” kata dia.

Selama ini produk buatan warga di sini selain di pesan oleh orang-orang di sekitar, juga dikirim ke daerah Boyolali. Di Boyolali, gula jawa buatan warga Krandon Lor biasanya digunakan untuk membuat jamu gendong.

”Harus bisa berkembang. Kami juga akan sinergikan dengan program lain di PKK. Di sini juga ada produk lain berupa keripik dansing. Keripik daun singkong. Untuk yang ini Alhamdulillah hampir mencapai Nasional,” jelasnya.

Sartini, 44, pembuat gula jawa di desa ini  mengatakan bahwa saat ini pembuat gula jawa di Desa Krandon Lor tidak sebanyak sebelumnya. Sebab, tidak sedikit pemilik pohon kelapa yang lebih memilih menjual kelapa dalam bentuk degan daripada mengolahnya menjadi gula jawa. Pun dirinya membuat gula jawa hanya ketika ada pesanan. ”Ini ada pesanan untuk membuat gula jawa sebanyak 60kg,” kata dia. (sga/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ajang Kumpulkan Komunitas Mobil Eropa

SEMARANG – Ratusan mobil dari pabrikan Eropa yang berasal dari berbagai komunitas berkumpul untuk mengikuti Euro Retro Enthusias 2017 di Citra Grand Semarang Minggu...

Dua Kabar Palsu Manfaatkan Gempa Banten

JawaPos.com – Seperti sudah menjadi tradisi, peristiwa bencana alam selalu diikuti kabar palsu. Tak terkecuali gempa berpotensi tsunami yang melanda Banten baru-baru ini. Katanya,...

Johar Digelontor Rp 100 M

SEMARANG – Setelah sempat buntu akibat terkendala dana, pembangunan Pasar Johar bakal segera dimulai. Ini setelah Pemkot Semarang mendapat suntikan dana dari pemerintah pusat...

Tema Gold Warnai Lamaran Gubernur Kalteng

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG — Persiapan acara lamaran Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran di kediaman Yulistra Ivo Azhari, 25, Kompleks Perumahan PU Pengairan Jalan Ngesrep...

Klaster Naraya  Terjual 30 Persen

SEMARANG – Perumahan Bukit Semarang Baru (BSB) kembali memperkenalkan klaster Naraya. Perumahan pertama  yang memiliki konsep Japanese (gaya Jepang) ini sangat cocok dengan kondisi...

Aneka Hoax Pengerahan Massa Terkait People Power

JawaPos.com – Isu tentang rencana people power menolak hasil penghitungan suara Pilpres 2019 mulai dibumbui kabar hoax. Sejumlah pesan menyebutkan bahwa beberapa kelompok massa...