33 C
Semarang
Kamis, 2 Juli 2020

2017 Bukan Tahun Properti

Another

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru...

“Selama empat tahun belakangan, dari pameran yang kami gelar sepanjang tahunnya, tahun 2017 ini paling rendah,”

Dibya K Hidayat, Ketua Property Expo

SEMARANG – Tahun 2017 boleh dibilang bukan tahunnya untuk sektor properti. Karena selama empat tahun belakangan, penjualan rumah di tahun ini yang paling minim.

Ketua Property Expo, Dibya K Hidayat mengatakan, pola transaksi penjualan rumah selama empat tahun belakangan kurang bagus, karena terus mengalami penurunan. Yaitu dari 1.007 unit pada tahun 2014, menjadi 61 unit pada tahun 2015, kemudian menurun lagi menjadi 295 unit pada tahun 2016 dan semakin menurun di tahun ini dengan total penjualan hanya mencapai 376 unit.

“Selama empat tahun belakangan, dari pameran yang kami gelar sepanjang tahunnya, tahun 2017 ini paling rendah,” ujarnya disela penutupan Property Expo di Mal Ciputra Semarang, kemarin.

Menurutnya, penurunan penjualan salah satunya disebabkan kian melambungnya harga tanah dan bahan bangunan. Hal tersebut tak diimbangi dengan meningkatnya pendapatan sebagian generasi saat ini.

“Kalau pasarnya jelas tidak jenuh, karena hunian sebuah kebutuhan. Maka pasarnya akan selalu ada, selama masih ada pertumbuhan penduduk. Masalahnya ada atau tidaknya daya beli masyarakat,” ujar Dibya.

Untuk pasar sendiri, lanjutnya, terbesar berada di segmen harga di bawah Rp 500 juta. Namun demikian, untuk rumah non subsidi dengan dengan tipe menengah, merealisasikan harga di bawah Rp 500 juga menurutnya cukup sulit mengingat harga tanah yang terus melonjak.

“Tahun-tahun sebelumnya penjualan terbanyak ada di kisaran harga di bawah Rp 500 juta. Tahun ini terbanyak justru penjualan di atas Rp 750 juta. Hal ini karena yang harga yang di bawah Rp 500 juta, produknya hanya sedikit,”ujarnya

Oleh karena itu, sejumlah pengembang mulai melakukan evaluasi untuk strategi pemasaran di tahun depan. Kemungkinan besar, pengembang akan menyesuaikan ukuran rumah agar harga dapat masuk di bawah Rp 500 juta.

“Karena pasar yang besar di kisaran harga tersebut, maka pengembang ke depan akan membangun di pasar tersebut. Salah satunya ya dengan menurunkan luas tanah dan mengecilkan ukuran bangunan,” ujarnya. (dna/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

Tiga Bersamaan

Tiga orang hebat ini punya ide yang mirip-mirip. Hafidz Ary Nurhadi di Bandung, dr Andani Eka Putra di Padang dan Fima Inabuy di Kupang,...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

PDAM Harus Latihan Irit

MAGELANG - Sekda Kota Magelang Sugiharto meminta PDAM Kota Magelang belajar irit. Salah satunya mengendalikan biaya yang tak berhubungan langsung dengan operasional perusahaan. "Pangkas seminimal...

Pemerintah Sebaiknya Take Over Umrah

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Pemerintah sebaiknya men-take over (mengambil alih) pelaksanaan ibadah umrah, untuk menjamin rasa nyaman umat, karena ada kepastian pemberangkatan beribadah. Seperti halnya haji, negara harus...

Masyarakat Makin Kristis Soal Air Bersih

MAGELANG - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Magelang diminta sigap menangani permasalahan air bersih. Sebab, Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito ingin kebutuhan masyarakat...

Lomba Arung Jeram Ukur Prestasi Olahraga

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Sebanyak 20 operator yang tergabung dalam Paguyuban Operator Arung Jeram Magelang (POAJM) antusias mengikuti lomba arung jeram. Kompetisi dalam rangka memeriahkan HUT...

Ibu Hias Cupcakes, Anak Mewarnai

SEMARANG - Memperingati Hari Kartini, PG/TK Tadika Puri mengadakan acara bertema ”Warna-Warni Cinta Ibu untuk Keluarga.” Acara digelar Sabtu (15/4) lalu di Atrium Hall...

Gagal WTP Gara-Gara BOS

RADARSEMARANG.COM, KLATEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten gagal meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terkait Laporan Keuangan Daerah (LKDP) Tahun Anggaran 2017. Penyebab utama...