SERAP ASPIRASI : Kades Giling, Ahmad Anas Fitriyadi (berkacamata) didampingi sekretaris desa berdialog dengan petani untuk mengetahui kebutuhan para petani. (Sigit Adrianto/Jawa Pos Radar Semarang)
SERAP ASPIRASI : Kades Giling, Ahmad Anas Fitriyadi (berkacamata) didampingi sekretaris desa berdialog dengan petani untuk mengetahui kebutuhan para petani. (Sigit Adrianto/Jawa Pos Radar Semarang)

PABELAN – Pemerintah Desa (Pemdes) Giling masih fokus mengembangkan potensi pertanian di wilayahnya. Setelah membangun jalur usaha tani dan saluran irigrasi, ke depan pemdes akan membnagun rumah tani. Namun yang menjadi perjaan rumah (PR) utama adalah, mengubah pola petani agar menerapkan sistem organik.

Sekretaris Desa Giling, Doyo Santoso mengatakan, rumah tani ini nantinya dapat digunakan sebagai tempat pembuatan pupuk organik yang selanjutnya dapat didistribusikan kepada warga Desa Giling melalui kelompok tani. ”Desa ini memang mewacanakan untuk menjalankan pertanian organik. Tapi ya masih ada sejumlah kendala,” katanya.

Salah satu kendala yang masih dihadapi adalah kebiasaan petani untuk menggunakan jalur instan yakni dengan menggunakan pupuk kimia. Penggunaan pupuk kimia dinilai bisa mendapatkan hasil tonase yang lebih besar dibadingkan menerapkan organik.

”PR (pekerjaan rumah) pemerintah desa adalah menyadarkan para petani. Mengajak para petani membangun kebersamaan untuk mencapai cita-cita bersama,” ujarnya.

Rencananya, pemerintah Desa Giling akan menerapkan pertanian organik di tahun 2018. Pertimbangannya pertanian organik dapat meningkatkan harga jual.

”Selain itu pertanian organik juga menyehatkan. Harapan terbesar kami memang desa ini bisa menghasilkan produk pertanian organik. Minimal mengurangi obat kimia, karena kami ingin menjaga kesuburan tanah,” imbuhnya.

Doyo Santosa menambahkan, penggunaan pupuk organik  yang terlalu banyak memang memberikan dampak negatif bagi pertanian.”Dari segi kondisi tanah dan ksesuburan tanah, kalau pondska tanah alot. Selain itu memang untuk rasa dan hasil cukup beda jauh,” kata dia.

Dengan penerapan sistem pertanian organik ini diharapkan kesejahteraan warga yang hampir 80 persen adalah petani dan buruh tani ini dapat meningkat. ”Kami ingin meningkatkan kesejahteraan warga, mulai dari usaha taninya,” tandasnya. (sga/zal)