33 C
Semarang
Sabtu, 15 Agustus 2020

Resah Banjir, Warga Dukung Normalisasi

Normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur Molor Lagi

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Rencana pembangunan dan normalisasi sungai Banjir Kanal Timur (BKT) sudah melalui beberapa tahap. Namun sampai sekarang belum juga direalisasikan, padahal anggaran sudah ada. Mengapa?

BANJIR akibat luapan air Sungai BKT, selalu membuat warga Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari khawatir. Terutama saat musim penghujan dengan intensitas hujan deras di daerah atas, Kabupaten Semarang, seperti akhir-akhir ini.

Sebagaimana dirasakan oleh Jumarno, salah satu warga Sawah Besar. Pasalnya, daerah yang sudah ditempatinya puluhan tahun ini, kerap diterjang banjir akibat luapan sungai BKT. “Warga sini sudah kenyang dengan banjir. Sebenarnya ya resah, kalau musim hujan datang. Sebab kalau daerah atas hujan deras, meski sini tidak deras, sudah bisa dipastikan airnya luber,” katanya, Minggu (17/12) kemarin.

Ironisnya, luapan air sungai kerap melanda warga di malam hari. Luapan air tersebut menyebabkan kerugian materiil yang begitu banyak, utamanya barang elektronik rusak terendam banjir. “Ya kalau datangnya banjir secara tiba-tiba, warga tidak sempat menyelamatkan barang. Televisi rusak, perabotan rusak juga,” katanya.

Menurutnya, luapan air sungai BKT karena tingginya sedimentasi sungai tersebut. Bahkan lebar kawasan sungai BKT yang berpuluh-puluh meter tersebut, hanya berisi air selebar 7 sampai 8 meter. Itupun sangat dangkal.

“Sungai BKT ini sebenarnya lebar. Tapi yang dialiri air, tidak sampai 10 meter lebarnya. Sebab, sedimentasi disini sangat lebar dan tinggi. Kalau banjir ya sudah tak terhitung. Setahun bisa terjadi banjir berkali-kali. Kalau pas musim hujan, bisa sebulan sekali banjir,” ujarnya.

Selain tingginya sedimentasi, aliran air Sungai BKT juga tidak lancar mengalir ke muara. Terutama aliran air yang berada di bawah Jembatan Kaligawe tersumbat tumpukan sampah. Hal ini juga menjadi keluhan warga lantaran penanganan sampah terkadang terlambat.

“Sampah kalau sudah menumpuk, menyebabkan bumpet (tersumbat, red), air tidak mengalir lancar. Kadang penanganannya ya terlambat, kalau sudah banjir baru dikeruki (dibersihkan),” bebernya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Melongok Jemparingan di Balkondes Wringinputih

Balai ekonomi desa (Balkondes) Wringinputih, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, dilengkapi arena olahraga tradisional. Jenisnya panahan atau biasa disebut jemparingan. JEMPARINGAN merupakan olahraga panahan. Yang membedakan,...

Jumlah Daftar Pemilih Rawan Pelanggaran

MAGELANG—Menghadapi pemilihan gubernur pada Juni 2018—sekaligus persiapan pemilihan legislatif serta pemilihan presiden 2019—Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Magelang mulai membuka pendaftaran Panitia Pengawas Kecamatan...

Pilar Pasar Rejowinangun Dipercantik dengan Mural

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Beberapa komunitas seni di Magelang ikut berpartisipasi dalam aksi mural yang diselenggarakan oleh Forum Komunitas Seni Budaya Magelang (FKSM) di Pasar...

Liga FOPSSI Jateng U-11 Segera Digelar

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Liga Forum Pembina Sekolah Sepak Bola Indonesia (FOPSSI) Jateng U-11 mulai digelar 13 Mei-1 Juli 2018. Diharapakan melalui usia dini tersebut, akan...

Hamil, Tewas Diracun Kekasih

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Nasib tragis dialami seorang perempuan bernama Muntowiyah, 42, warga Dusun Sampang, Desa Gondangrejo, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. Ia tewas akibat dibunuh...

Dewan Minta Aset PT Luxindo Ditahan

SEMARANG - Karyawan PT Luxindo Semarang mengaku belum menerima gaji selama dua bulan terakhir. Perusahaan yang memproduksi kacamata tersebut dinilai tidak menaati aturan Undang-Undang...