33 C
Semarang
Rabu, 27 Mei 2020

Ibu Hamil Wajib Test HIV/AIDS

Another

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

SALATIGA- Plt Kepala DKK Salatiga Siti Zuraidah mengklaim penanggulangan HIV/AIDS di Salatiga cukup berhasil. Salatiga sudah keluar dari peringkat 10 besar dalam jumlah penderita HIV/AIDS di Jateng. Bahkan sebelumnya, Salatiga masuk 5 besar.

“Sejak tahun 2006 DKK Salatiga melaksanakan program pencegahan kepada semua kelompok risiko tinggi. DKK juga telah bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dalam sosialisasi kepada siswa baru sejak tahun 2006 silam,” terang Siti.

Program pencegahan kepada semua kelompok risiko tinggi meliputi pencegahan, pengobatan atau perawatan serta rehabilitasi dan monitoring evaluasi (monev). “Pencegahan melalui sosialisasi dan pemeriksaan dini, berupa screening infeksi menular seksual (IMS) dan pemeriksaan HIV melalui voluntary conseling and testing (VCT).

Ditambahkan dia, untuk kegiatan survei atau pengamatan terhadap kelompok risiko tinggi, yaitu terhadap pekerja seks, waria, homoseksual dan lelaki mobile dilakukan secara terus menerus hingga sekarang.

Sejak kali pertama ditemukan di Salatiga pada tahun 1994 silam, hingga bulan September 2017 ini, jumlah positif HIV/AIDS di Salatiga sebanyak 244 orang. Dari jumlah itu sebanyak 66 orang meninggal. “Prinsip kami temukan kasusnya sedini mungkin dan lakukan tata laksana pengobatan dengan baik,” imbuhnya.

Di kawasan Karaoke Sarirejo misalnya, dilakukan pemeriksaan kesehatan seminggu dua kali yaitu pada Selasa dan Kamis di balai pertemuan setempat. Untuk yang di luar Sarirejo, dilakukan sebulan sekali. DKK juga punya 25 outlet kondom yang tersebar di sejumlah titik rawan, seperti di Sarirejo, komunitas waria dan sebagainya.

Bila dari hasil pemeriksaan ditemukan positif, maka langkah selanjutnya dilakukan pengobatan dan pendampingan. Pengobatan melalui layanan dengan pemberian obat antiretroviral kepada Orang Dengan HIV/AIDS (Odha). “Dalam pendampingan dan lainnya, DKK juga bermitra dengan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM),” imbuh Siti.

Mulai tahun 2017 ini, setiap ibu hamil yang periksa ke Puskesmas wajib mengikuti screening HIV/AIDS. Tujuannya agar bisa diketahui secara dini dan upaya pencegahannya apabila ditemukan ibu hamil yang terinfeksi HIV/AIDS. “Targetnya, mulai 2017 yaitu zero kasus baru yaitu kasus penularan HIV/AIDS kepada bayi, zero kematian karena HIV/AIDS dan zero diskriminasi terhadap ODHA,” imbuhnya. (sas/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

More Articles Like This

Must Read

Ratusan PKL Patung Kuda Digaruk

SEMARANG - Ratusan pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Ngesrep Timur Banyumanik, Kota Semarang, mulai dari Patung Kuda hingga dekat gerbang Kampus Undip...

Warga Mangkang Lakukan Penanganan Darurat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Banjir yang terjadi di Mangkang pada Jumat (9/2) malam kemarin, menyisakan pekerjaan rumah bagi warga. Diantaranya adalah rusaknya akses jalan akibat...

Underpass Jatingaleh Belum Dilengkapi Rambu-Rambu

SEMARANG- Meski sempat molor, akhirnya proyek underpass Jatingaleh Semarang bisa diselesaikan. Saat ini, underpass telah dibuka. Namun sejumlah permasalahan ditemui di lapangan. Di antaranya,...

Dewan Sorot Buruknya Drainase Pasar

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Kalangan DPRD Kabupaten Semarang meminta Pemkab Semarang untuk lebih menata drainase di pasar tradisional. Sebab selama ini luput dari perhatian. Kondisi...

Raja Amerika: Sambal Oelek Sriracha

Oleh: Dahlan Iskan Apa pun nama restorannya sausnya pasti ini: Sriracha. Di kota mana pun. Di Amerika ini. Saya memang suka pilih Vietnam food. Terutama...

Pijat Siang Bolong, Terjaring Razia

SEMARANG - Dua orang terjaring razia penyakit masyarakat (pekat) selama Ramadan yang digelar aparat Polsek Semarang Tengah, Selasa (30/5) siang. Pasangan kekasih itu terjaring...