33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Cari Pemain Untuk Proyeksi Asian Games 2018

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SOLO – Kejuaraan sepakbola wanita Bengawan Cup III 2017 mendapat apresiasi besar dari Kementerian Pemuda Dan Olahraga (Kemenpora). Diharapkan muncul bibit-bibit pemain potensial untuk bisa memperkuat timnas sepakbola wanita Indonesia. Apalagi Indonesia akan menjadi tuan rumah ASIAN Games Jakarta-Palembang 2018 mendatang.

Kejuaraan yang disponsori Nendia Primarasa itu mulai digelar di Stadion Sriwedari kemarin (17/12). Diikuti tujuh tim yang dibagi menjadi dua grup. Yakni grup A dihuni Putri Surakarta, Jakarta 69, Siliwangi FC Bandung, dan Putri Kediri. Sementara grup B dihuni Putri Mataram Jogjakarta sebagai juara bertahan, Persijap Kartini Jepara, dan Football Plus Bandung.

Sayangnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi batal hadir di laga tersebut. Menpora diwakili Sekretaris Kemenpora (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto. Kemenpora mengapresiasi kejuaraan yang sudah digelar ketiga kalinya itu. Indonesia yang akan menjadi tuan rumah ASIAN Games harus segera membentuk timnas sepakbola wanita. Apalagi di tengah hiruk pikuk kejuaraan liga Indonesia, even kejuaraan sepakbola wanita masih sangat minim.

”Kami berharap ada kontinuitas untuk mengembangkan sepakbola wanita. Karena tepat tujuh bulan lagi Indonesia akan jadi tuan rumah ASIAN Games, dan salah satu cabang olahraga utama yang harus dipertandingkan adalah sepakbola wanita. Kalau kita tidak segera mempersiapkan diri, kita khawatir hanya akan jadi penonton,” jelas Gatot usai membuka pertandingan.

Gatot juga berharap PSSI sebagai induk sepakbola Indonesia lebih komitmen untuk mengembangkan sepakbola wanita. Meski diakui, kompetisi sepakbola professional seperti Liga 1 dan Liga 2 rutin digelar setiap tahun, begitu pula dengan kelompok umurnya. Namun, sepakbola wanita masih belum berkembang.

”PSSI sudah berjanji memberi perhatian ke sepakbola wanita. Dari kejuaraan seperti ini seharusnya ada tim talent scooting untuk mencari bakat bergabung ke timnas,” imbuhnya.

Di sisi lain, laga pembuka mempertemukan tuan rumah Putri Surakarta melawan Jakarta 69. Pertandingan yang digelar 2X30 menit itu langsung berjalan ketat. Tim tuan rumah sempat mendominasi penguasaan bola di babak pertama. Namun, mereka justru berbalik tertekan lawannya di babak ke dua. Dua tim sama-sama punya peluang mencetak gol. Namun hingga akhir pertandingan skor berakhir imbang 0-0. Ratusan penonton tampak memadati tribun stadion tempat digelarnya PON pertama itu.

Manajer Putri Surakarta, Khalida Nawa Aprilia cukup puas dengan penampilan pemainnya. Meski cukup banyak membuang peluang emas mencetak gol. Apalagi tim lawan yang diarsiteki Rochi Putirai juga bermain bagus.

”Permainan anak-anak sudah luar biasa. Namun masih ada kekurangan terutama dalam hal komunikasi antar pemain. Selain itu, fisiknya cepat habis. Ini yang harus segera kita benahi,” tandasnya. (adi/jpr/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ingin Ekspor Banyak Terkendala Jaringan

RADARSEMARANG.COM - Di era modern, kerajinan tangan dari bambu mulai ditinggalkan masyarakat. Namun berbeda dengan sekumpulan orang yang tergabung dalam Komunitas DelingAyu. Seperti apa...

Bupati Serahkan Bantuan 19 Kendaraan Operasional

UNGARAN – Bupati Semarang Mundjirin menyerahkan bantuan 19 sepeda motor operasional kepada Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dari 19 kecamatan di Stadion Pandanaran Wujil...

Lampu Asian Games Hiasi Taman BKB

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Masyarakat Kota Semarang terlihat menikmati suasana sore hari di Taman Kota yang berlokasi di kawasan Banjir Kanal Barat (BKB), Minggu (29/7). Warga yang...

Jatuh dari Sepeda, TKI Asal Demak Tewas di Taiwan

DEMAK - Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Dukuh Serkan Kidul, Desa Megonten, Kecamatan Kebonagung dilaporkan tewas setelah terjatuh dari sepeda. Jasad TKI bernama...

Pensiunan Polisi Ditahan

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Seorang pensiunan polisi berinisial RMT, 52, warga Jalan Magangan Kulon II RT 3 RW 1 Patehan, Kraton, Yogyakarta harus mendekam dalam...

Salah Ambil Video, Gubernur Makkah Dikira Mantan Paus Mualaf

JawaPos.com - Penyebar hoax yang satu ini kurang kreatif. Sebab, dia masih membiarkan adanya fakta tersimpan di pesan yang disebarkannya. Penyebar hoax yang dimaksud...