Seorang Pria Tewas di Dalam Sungai

  • Bagikan

WONOSOBO – Sempat terkendala sulitnya medan dan gelapnya malam, akhirnya petugas dari Polsek Sapuran berhasil mengangkat jenazah Suhasim alias Lepot, 46 , warga Marongsari dari dalam Sungai Bogonto Dusun Salakan, Desa Marongsari, Sapuran. Sebelumnya korban dilaporkan menghilang sejak Jumat (15/12) pukul 17.00 WIB. Korban kemudian ditemukan pada pukul 19.00 WIB oleh warga dan polisi yang melakukan pencarian. Setelah berupaya sekitar 2 jam, akhirnya korban berhasil diangkat dari dalam sungai sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras melalui Kapolsek Sapuran AKP Sutaryanto membenarkan adanya peritiwa tersebut. “Kami menerima laporan menghilangnya korban sekitar pukul 18.00 WIB dari pihak keluarga. Setelah melakukan pencarian, akhirnya sekitar pukul 19.00 WIB kami temukan korban sudah berada di dalam sungai. Pada saat itu hanya terlihat bagian kepalanya saja,” kata Sutaryanto.

Saat dikonfirmasi mengenai penyebab korban bisa berada di dalam sungai, Sutaryanto mengungkapkan dugaan korban terpeleset dan jatuh ke dalam sungai. “Kami menemukan jejak korban dari atas tebing setinggi sekitar 4 meter. Kondisi jalan sekitar TKP sendiri juga sangat licin,” katanya. Dari pihak keluarga juga diketahui bahwa korban mempunyai riwayat penyakit jantung dan darah tinggi.

Setelah diperiksa oleh dokter Puskesmas Sapuran, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. “Kesimpulan dari proses penyelidikan adalah tidak ditemukannya tanda-tanda bekas kekerasan. Sehingga langsung kami serahkan kepada pihak keluarga,” jelas Sutaryanto.

Sementara itu menurut keterangan tetangga korban yang terakhir bersama korban, Rifai, ia bersama korban dan 2 warga lainnya baru selesai mengerjakan proyek Pamsimas di Sungai Bogowonto sekitar pukul 16.00 WIB. “Saat pulang, kami berpisah jalan karena korban tinggal di Dusun Salakan sementara saya dan 2 orang lainnya tinggal di Dusun Gemawang. Pada saat itu, Lepot bilang mau lewat jalan pintas yang menyeberang sungai,” katanya.

Sekitar pukul 17.00, Rifai didatangi istri korban yang menanyakan keberadaan suaminya. “Kami kemudian lapor polisi dan bersama warga lainnya melakukan pencarian,” papar Rifai. (ali/ton)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *